
benar saja lelaki yang sedang bercumbu itu adalah kekasihnya "aldo". kenyataan itu terasa seperti sebuah bongkahan batu yang menghantam dadanya yang seketika terasa sesak.
orang yang di panggil aldo itu hanya diam mematung ia tidak menyangka akan bertemu kekasihnya di sini dalam kedaan seperti itu, sedangkan wanita yang bersamanya segera memperbaiki pakaianya saat ia menyadari ada seseorang yang sedang memergoki kegiatan mereka.
alina sudah gemetar menahan suara tangisnya dan airmatanya semakin deras ketika dia melihat dengan nyata kelakuan kekasihnya di belanganya selama ini. dengan mengumpulkan sisa tenaganya di berkata.
"mengapa.? mengapa kamu melakukan ini? apa ini yang kamu maksud dengan sibuk bekerja? jelaskan." teriak alina sedangkan aldo ia berjalan untuk mendekati alina
" stoopppp" teriak alina menghentika langkah aldo yang mencoba untuk mendekatinya
__ADS_1
" aku kecewa sama kamu do, aku gk percaya kamu tega seperti ini" ucap alina di sela-sela isakanya.
" maaf kan aku alina, aku,,, aku,,, aku tidak bermaksud, aku,,,,, " ucapan aldo terputung dengan suara alina
"hentikaaann" teriak alina berlari menjauh dari aldo. aldo berusaha untuk mengejar alina dan memegang tanganya.
"aku bisa jelasin semua ini al, aku,,, aku laki-laki normal jadi wajar aku melakukan hal itu, srdangkan kamu tidak pernah memberikan aku dan aku terpaksa mencari wanita lain untuk memuaskan hastratku" ucapknya lemah, alina yang mendengarkan itu benar-benar tidak habis pikir mengapa ada lelaki berengsek seperti dia.
sedangkan alina saat ini sedang di dalam taksi sambil menangis meratapi nasibnya yang seperti ini. alina menghentika taksinya di salah satu Club yang cukup terkenal di kota itu. alina masuk ke dalam clum lalu duduk dan memesan munuman berakohol untuk melampiaskan rasa sakit & kecewa yang ia rasakan. saat memasuki club tanpa di sadari oleh alina dia di perhatika oleh sepasang mata bak elang yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artika, dia adalah Gio Andra mareta, gio saat ini baru saja selesai bertemu klien, lalu tanpa sengaja matanya menangkap sosok gadis yang sudah 3 kali di temui yaitu alina.
__ADS_1
alina sendiri sudah 5 gelas menghabiskan minuman berakohol, dia sudah setengah sadar, lalu danglah sosok lelaki seumur 40-an mendekatinya mencoba untuk mencari keuntungan dari keadaan alina yang setengah mabuk. hal itu tidak luput dari pandangan gio ia tetap menatap lekat gadis itu tanpa beralih, ketika dia menyadari ada hal yang tidak baik ia segera berjalan mendekati alina.
" heemm, maaf saya aku baru datang apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya dengan suara yang sedikit di perbesar agar lelaki yang mengganggunya itu pergi.
" maaf saya kira dia sendirian & saya hanya memastikan keadaanya baik-baik saja" ucap lelaki itu dan pergi karena takut ketahuan
" heemmm" ucap gio dan duduk di samping alina.
interaksi kedua lelaki itu tidak luput dari pengamatan reno yang merupakan asisten dari gio..
__ADS_1
jangan lupa vote gaes๐๐