Ceo Perfect Vs Sekretaris Ceroboh

Ceo Perfect Vs Sekretaris Ceroboh
2


__ADS_3

"No, I'm not okay. Sebaiknya kita


pulang ke mansion dan segera


siapkan air di bathtub-ku. Jangan


lupa isi dengan bunga tujuh warna


dan tambahkan aromaterapi.


Karena aku perlu berendam untuk


membuang semua kesialan ku hari


ini," pemerintahan Alex kepada


asisten pribadinya.


Sambil menyetir mobil Riko


mengangguk, menyetujui


permintaan CEO-nya tersebut.


Ia pun segera menghentikan


mobilnya di sebuah toko bunga.


Agar bisa membeli bunga tujuh


warna, sesuai dengan pesanan


Alex.


"Sebaiknya Anda tunggu di mobil


saja, Bos. Saya akan pergi sebentar


membeli bunga sesuai pesanan


Anda," ucap Riko yang mendapat


anggukan dari CE0-nya tersebut.


Melihat Riko yang sudah turun


dari mobil, Alex berubah pikiran.


la berniat ikut masuk ke dalam


toko bunga tersebut. Agar bisa


memilih bunga sesuai dengan


Seleranya.


Pria itu pun segera berjalan


menyusul Riko yang sudah pergi


meninggalkannya. Namun, di saat


ia hendak masuk ke dalam toko


bunga, tiba-tiba ada seorang


wanita yang berlari dengan


kencang, sambil berteriak.


"Awas! Minggir!" teriak wanita itu


yang seperti tidak bisa mengerem


larinya dan akhirnya menabrak


Alex yang tidak siap untuk


menghindar.


Bruk ...!


"Auuuw...!"


Alex dan wanita itu sama-sama


jatuh terpental ke aspal yang terjal.


Membuat jas mahal pria itu


tergores aspal tersebut. Apalagi


wanita itu jatuh tepat di atas dada


bidangnya. Membuat lipstik yang


dikenakan wanita itu, tercetak


jelas kemeja mahal Alex.


Alex pun sangat marah. la


langsung mendorong tubuh wanita


itu, hingga terguling di aspal.


"Hei! Kau punya mata tidak?


Akibat kecerobohan dirimu,


Pakaian mahal saya yang menjadi


korb-"


"Stop, Pak! Saya tidak sengaja


menabrak Anda. Jika Anda ingin


mengomnel, lebih baik ditunda


dulu. Karena sepertinya flashdisk


saya hilang. Sebaiknya Anda bantu


saya mencarinya," potong wanita


itu, yang terlihat sangat panik.


Alex pun langsung melonggarkan


dasinya. Karena selama ia


memimpin perusahaan besar,


belum pernah ada yang berani


memotong pembicaraannya atau


memerintah dirinya. Riko yang


Mengetalhui insiden itu, langsung


berlari keluar dari toko bunga


tersebut


"Bos Anda tidak apa-apa?" tanya


Riko yang berusaha menah


senyumnya, saat melihat insiden


itu secara langsung. Apalagi wajah


kesal yang ditunjukkan oleh Alex,


serta lipstik yang menempel di


kemeja baju pria itu. Riko sangat


yakin, jika Alex pasti marah besar.


"No, I'm not okay. Itu semua


gara-gara wanita ceroboh itu,"


tunjuk Alex kepada wanita yang


sedang asyik merangkak, untuk


Mencari flashdisk-nya yang hilang.


Riko pun berniat membantu Alex


berdiri. Namun, dengan cepat pria


itu menolaknya.


"Tidak perlu, saya bukan anak

__ADS_1


kecil yang harus kamu bantu


untuk berdiri," jawab pria itu


dengan sarkas.


Riko pun mengangguk sambil


membenarkan kacamatanya, yang


bertengger di hidung mancungnya.


Sementara Alex, ia menatap tajam


ke arah wanita yang menabraknya.


Wanita itu terlihat sangat cemas,


Sambil berusaha mencari flashdisk


yang jatuh.


Akibat insiden tabrakan mereka


barusan.


"Hai Nona apa kau tidak melihat


apa yang sudah kau lakukan


kepadaku? Apa kamu tidak punya


niat untuk meminta maaf dan


mengganti kemeja, serta jas ku


yang rusak .. akibat kecerobohan


mu itu?" tanya Alex yang sangat


marah, karena wanita itu seakan


tidak peduli dengan kesalahan


yang ia perbuat.


Sementara wanita itu, ia dari tadi


asyik mencari flashdisk-nya yang


Belum ketemu. Wanita itu semakin


panik, melihat arloji yang


melingkar di pergelangan


tangannya menunjukkan hampir


jam dua siang.


"Maaf, Pak. Sebaiknya Anda tunda


dulu marah-marahnya. Waktu


saya tinggal 20 menit untuk tiba di


ruang rapat. Sebaiknya Anda


bantu saya untuk mencari


flashdisk yang hilang. Karena ada


file-file penting yang harus


dipresentasikan," pinta wanita it


yang kini sudah mengacak-acak


rambutnya. Hingga membuat


penampilan sangat menakutkan.


"Kau sudah ceroboh, tidak punya


sopan santun. Enak saja kau


menyuruhku untuk mencari


flashdisk-mu. Apa kau tidak tahu


siapa aku?" tanya Alex yang saat


Kini wanita itu menghela


napasnya secara kasar, sambil


menatap ke arah pria yang baginya


sangat menyebalkan.


"Ya, saya tidak tahu siapa Anda


dan bagi saya itu bukanlah hal


yang pernting. Mau Anda alien


yang datang dari luar angkasa


sekalipun, saya sama sekali tidak


Perduli. Karena saat ini yang


penting bagi saya ... bagaimana


menemukan flashdisk saya


kembali?"


Riko yang berada di sana memilih


untuk diam. Rasanya saat itu juga


ia ingin tertawa terbahak-bahak.


Ketika mendengar perdebatan


antara CEO-nya dengan wanita


tersebut.


Hingga tanpa sengaja mata Alex


tertuju pada flashdisk yang


tergeletak di jalanan.


'Sepertinya itu flashdisk yang


Dicari wanita ceroboh itu.' Alex


berkata dalam hati, lalu dengan


cepat ia mengambil flashdisk


tersebut.


Ada perasaan senang yang pria itu


rasakan. Karena ia berniat ingin


membalaskan dendam akibat


perkataan wanita itu.


"Ini flashdisk yang kamu


maksud?" tanya Alex, membuat


wanita itu langsung mengalihkan


pandangannya.


Wanita itu langsung mengangguk


antusias.


"Iya, itu flashdisk saya. Tolong


kembalikan, Pak. Soalnya sekarang


saya harus pergi menghadiri rapat


penting," pinta wanita itu.


Namun, tidak semudah itu bagi


Alex untuk mengembalikannya.


Karena wanita itu sudah

__ADS_1


menambah deretan kesialannya


hari ini.


"Tidak semudah itu, Nona. Ini


adalah balasan bagimu yang sudah


membuang-buang waktu berharga


ku, serta pakaian mahal ku yang


sudah kotor akibat kecerobohan


mu."


Setelah mengatakan kalimat itu,


Alex langsung melempar jauh


flashdisk tersebut.


Wanita itu sangat marah, lalu ia


menatap Alex dengan tatapan


tajam.


"Dasar crazy ...! Jika kau sudah


menikah aku doakan istrimu


berlingkuh, tapi jika kau belum


menikah, aku doakan kau akan


menjadi perjaka tua selamanya!"


Wanita itu pun mengeluarkan


sumpah serapahnya. Sebelum ia


berlari mencari flashdisk-nya, yang


sudah dilempar oleh Alex.


Alex sangat marah. la berniat ingin


mengajar wanita itu. Karena sudah


berani mengatainya gila. Namun,


dengan cepat Riko menghentikan


langkahnya.


"Bos, sebaiknya jangan Anda


ladeni wanita itu. Karena satu


setengah jam lagi, kita akan ada


rapat penting. Apalagi anda ingin


berendam. Saya takut Anda bisa


terlambat." jelas Riko membuat


Alex seketika menghentikan


langkahnya.


Mendengar perkataan Riko, Alex


hanya bisa mengumpat kesal.


"Aku harap ini pertama dan


terakhir kali aku bertemu dengan


wanita ceroboh itu. Jika aku


bertemu dengannya sekali lagi, aku


pastikan dia akan habis di


tanganku."


*****


Sementara di tempat lain, ada


seorang wanita yang berlari


dengan tergesa-gesa. Wanita itu


langsung masuk ke dalam ruangan


rapat, yang berada di perusahaan


tempat ia bekerja.


Wanita tersebut bernama, Nara


Arini. wanita berusia 23 tahun,


yang seringkali dipecat. Karena


kecerobohan yang tanpa sengaja ia


lakukan.


Ceklek,


"Siang, semuanya. Maaf,


kedatangan saya agak sedikit


terlambat," ucap Nara yang merasa


bersalah, lalu menundukkan


kepala.


"Sedikit terlambat kamu bilang?


Apa kamu tidak lihat ini sudah


pukul berapa?" tanya Seno, yang


merupakan bos dari wanita tersebut.


"Sekali lagi saya minta maaf, Pak.


Saya tadi pulang ke rumah, karena


ingin mengambil flashdisk sa


yang ketinggalan. Terus di jalan


ada sedikit insiden, membuat saya


harus datang terlambat, tapi Anda


tenang saja. Saya akan segera


melakukan presentasi sesuai


dengan yang Anda inginkan."


Ketika Nara hendak berjalan ke


depan melakukan presentasinya,


dengan cepat Seno menghentikan


langkah wanita itu.


"Tidak usah, rapat selesai. Karena


saya tidak ingin menanggung malu


di hadapan klien, akibat


kecerobohan mu. Jadi, presentasi


mu sudah digantikan oleh rekan


kerja yang lain. Sebaiknya


sekarang juga, kamu antarkan


surat pengunduran dirimu ke


ruangan saya."


Deg!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2