Ceo Perfect Vs Sekretaris Ceroboh

Ceo Perfect Vs Sekretaris Ceroboh
3


__ADS_3

"Pak Seno, saya mohon jangan


lakukan itu. Saya berjanji akan


bekerja lebih hati-hati lagi," pinta


Nara dengan nada memelas.


Namun, Seno sama sekali tidak


ingin mentolerir kesalahan wanita


itu lagi. Karena Nara sudah


berkali-kali melakukan


kecerobohan yang sama.


Membuatnya merasa muak dengan


hal tersebut.


"Saya bosan mendengar kalimat


itu, setiap kali kamu melakukan


kecerobohan. Sebaiknya segera


angkat kaki dari perusahaan ini!"


Setelah memberikan perintah


dengan tegas, Seno segera pergi


meninggalkan Nara dalam keadaan


marah.


Kini Nara hanya bisa terduduk


lemas di lantai, sambil


mengacak-acak rambutnya secara


kasar.


"Sudahlah Nara, jangan bersikap


kekanakan seperti itu.


Mulai sekarang kamu harus sedikit


mengurangi kecerobohan mu. Jika


tidak, di mana pun kau bekerja,


kau pasti akan selalu dipecat,"


ucap Nesa yang merupakan teman,


sekaligus rekan kerjanya.


"Stop, Nesa. Sebaiknya kau jangan


menceramahi ku. Sudah cukup


aku menerima ceramah dari ayam


jago itu. Saat ini telingaku sudah


hangat dan butuh istirahat," jawab


Nara yang segera pergi


meninggalkan temannya tersebut.


Ayam jago yang dimaksud Nara


adalah Seno, yang merupakan


Bosnya di kantor. Nara


memberikan gelar tersebut, karena


Seno menyisir rambutnya ke


depan. Mirip dengan jambul yang


dimiliki oleh ayam jago.


Nesa yang mendengar perkataan


temannya barusan hanya bisa


menggelengkan kepala. Karena


cuma Nara yang berani


memberikan gelar tersebut, kepada


bos mereka.


****


Saat ini Nara sudah berada di


dalam ruangannya. la segera


Membuat surat pengunduran diri


dan membereskan barang-barang


pribadi miliknya, sambil


mengumpat Seno habis-habisan.


"Baru punya perusahaan kecil saja,


sudah belagu. Awas kau ayam jago.


Suatu saat nanti akan aku beli


perusahaan mu." Nara berkata


dengan sombongnya, sambil


menyumbat salah satu lubang


hidungnya yang kini mimisan,


dengan menggunakan tisu


Tak lama kemudian, Nara pun


selesai membereskan semua


barang-barang pribadi miliknya.


Ia pun segera berjalan ke ruangan


Seno, sambil membawa


barang-barang pribadinya


tersebut. Karena wanita itu berniat


ingin menyerahkan surat


pengunduran diri kepada pria itu.


Seno yang saat ini sedang


memeriksa beberapa berkas


penting, sangat terkejut. Ketika


melihat penampilan Nara yang


sedikit acak-acakan, sambil


membawa kardus di dalam


gendongannya.


"Ada perlu apa kamu datang ke


ruangan saya?" tanya Seno dengan


Tatapan mengintimidasi.


Namun, Nara sama sekali tidak


takut. Karena sebentar lagi ia akan


menjadi mantan sekretaris


perusahaan tersebut.


"Begini ayam ja-"


Sejenak Nara pun terdiam, sambil

__ADS_1


merubah panggilannya. Karena


tadi hampir saja ia keceplosan.


"Ayam? Sebenarnya apa lagi yang


ingin kau sampaikan Sekretaris


Ceroboh?" tanya Seno yang kini


sudah melipat kedua tangannya,


sambil menyandarkan tubuh di


Kursi kebesarannya dan menatap


tajam ke arah wanita itu.


Nara segera mengambil surat


pengunduran diri yang ia letakkan


di dalam kardus dan


diserahkannya kepada pria


tersebut.


"Sesuai permintaan Anda, saya


sudah membuat surat


pengunduran diri dari perusahaa


ini. Jadi saya ingatkan, Anda


jangan lupa mentransfer gaji


terakhir, serta pesangon saya.


Kalau begitu saya permisi."


Setelah mengatakan kalimat itu,


Nara langsung pergi begitu saja.


Membuat Seno hanya bisa


melongo, sambil mengerutkan


keningnya.


"Dasar wanita aneh. Baguslah jika


dia sudah resign dari Antika


Group. Karena jika terlalu lama


aku memiliki sekretaris seperti


wanita itu, bisa-bisa aku


mendapatkan serangan jantung


mendadak." Seno akhirnya bisa


bernapas lega. Karena wanita yang


mampu membuat emosinya naik


turun sudah mengundurkan diri.


****


Saat ini Nara segera keluar dari


perusahaan tersebut, sambil


membawa kardus berisi


barang-barang pribadinya. Banyak


pasang mata yang menatap heran


ke arah wanita itu. Karena


penampilannya kini bagaikan


singa yang siap menerkam


mangsa.


berlari menghampiri temannya


tersebut.


Nara pun membalikkan tubuhnya,


Dengan wajah malas menatap ke


arah wanita itu.


"Ada apa Nesa? Jika kau ingin


menasehatiku lagi, sebaiknya tidak


usah. Karena saat ini aku butuh


pekerjaan, bukan butuh nasehat,"


ucap Nara yang menghela napas


secara kasar, sambil meniup


poninya.


Nesa yang sudah tahu sifat


temannya itu, tidak ambil pusing.


la langsung memeluk Nara dengan


begitu erat.


"Aku hanya turut prihatin dengan


Keadaanmu, Nara. Aku aku akan


selalu berdoa, supaya kau


secepatnya mendapatkan


pekerjaan. Cayo, Nara!" Nessa


berusaha menyemangati temannya


itu sambil tersenyum.


Nesa yang begitu perhatian, segera


memperbaiki rambut, serta


pakaian yang dikenakan oleh


temannya. Agar tidak terlihat


acak-acakan.


"Selesai. Kalau begini kan, kau


terlihat lebih rapi. Mulai sekarang,


kau harus menjaga penampilanmu


Nara. Ingat, kau itu seorang


Sekretaris. Walau terkadang, kau


sedikit ceroboh, hehehe.


Nara pun memberangus, ketika


mendengar perkataan temannya


itu barusan.


"Hey, mukanya jangan ditekuk


seperti itu dong. Apa yang aku


katakan tadi adalah fakta. Aku


harap kau bisa berubah, Nara,"


pinta Nesa sambil menggenggam


tangan sahabatnya.


Nara akhirnya mengangguk, lalu


segera memeluk sahabatnya

__ADS_1


tersebut.


"Akan aku usahakan, terima kasih


atas nasehatmu. Kalau begitu aku


permisi dulu. Jaga dirimu


baik-baik, selamat bekerja dengan


si ayam jago."


Setelah mengatakan kalimat


tersebut, Nara segera membalikkan


tubuhnya. Membuat Nesa hanya


bisa menggelengkan kepala,


melihat kelakuan sahabatnya


tersebut.


*****


Saat ini di jalan, Nara sedikit


kebingungan. Jika harus pulang ke


Rumah sambil membawa


barang-barang pribadinya. la takut


akan mengecewakan kedua orang


tuanya. Karena semenjak ayahnya


mengalami kebangkrutan, hanya


Nara yang diharapkan membantu


perekonomian keluarga. Karena


adik laki-lakinya, masih


bersekolah.


"Apa yang harus aku lakukan


sekarang? Di mana lagi aku harus


mencari perusahaan yang mau


menerimaku bekerja?" tanya


wanita itu dalamn hati, sambil terus


berpikir.


Nara pun memutuskan untuk


duduk disalah satu bangku taman,


yang berada tidak jauh dari


tempatnya berdiri. Dari tadi ia


asyik berpikir, sambil menopang


dagu dengan kedua tangannya.


Namun, tanpa disangka Nara


melihat seorang pria yang begitu


dibencinya, sedang berjalan


bergandengan tangan dengan


wanita, yang dulu pernah menjadi


selingkuhannya.


"Arvin," ucap Nara, lalu dengan


cepat wanita itu berlari dan


bersembunyi dibalik bangku


Taman tersebut.


"Semoga saja mereka tidak


melihatku," pinta wanita itu yang


merasa khawatir. Karena Arvin


dan wanita yang sedang


bersamanya, sedang berjalan


menuju ke arah dirinya.


Sejenak Arvin menghentikan


langkahnya. Ketika melihat kardus


yang di dalamnya berisi buku,


yang sudah tidak asing lagi di mata


pria itu. Arvin pun berniat ingin


mengambil buku tersebut. Namun,


wanita yang berada di sampingnya


langsung melarang.


"Sayang, apa yang sedang kamu


lakukan? Nanti dikira kamu


mencuri. Cepat taruh buku itu.


Lebih baik sekarang kamu temani


aku ke salon. Soalnya aku sudah


lama tidak manicure, pedicure,"


pinta wanita itu dengan nada


manja, membuat Nara ingin


muntah saat mendengarnya.


"Cuuiih! Manicure, pedicure, dasar


belagu. Biasanya juga memotong


kuku dengan pisau kater. Sekarang


kena batunya si Arvin. Dia


bagaikan kerbau yang ditusuk


hidungnya. Hmm, tapi syukurlah


mereka berdua sudah pergi.


Ternyata wanita manja itu yang


menjadi kekasihnya. Jika


dibanding diriku, jelas wanita itu


kalah banyak," umpat Nara yang


merasa tidak suka. Karena dulu


Arvin adalah kekasihnya, yang


berselingkuh dengan wanita


tersebut.


Ketika ia sedang asyik berjongkok


di balik kursi taman, tiba-tiba ada


suara pria yang memanggil namanya


"Nara? Kamu Nara kan? Apa yang


sedang kamu lakukan di situ?"


deggg


bersambung

__ADS_1


__ADS_2