
Riko tidak habis pikir dengan
kelakuan CEO-nya tersebut.
Karena tidak ada satu pun pelamar
yang sesuai dengan kriterianya.
"Bos, saya rasa Anda harus
melonggarkan kriteria yang Anda
berikan. Kalau begini terus,
sampai kucing bertanduk pun
Anda tidak akan menemukan
sekretaris yang sesuai dengan
kriteria anda."
riko mengatakan kalimat itu,
karena ia sudah merasa kesal.
Melihat kelakuan
bosnya yang sangat
menjengkelkan.
Sementara Alex, saat ini ia hanya
menatap keluar jendela sambil
memikirkan sesuatu.
"Buatku hanya dia yang perfect.
Selama dia membantuku di kantor,
tidak pernah sekalipun aku
melihat kesalahan yang pernah ia
lakukan."
Pikiran Alex pun tertuju pada
kejadian beberapa tahun silam. Di
saat seseorang yang merupakan
Cinta pertamanya, membantu ia
dalam memajukan perusahaan
Power Company.
Mendengar perkataan Alex
barusan, Riko sudah bisa
menduga. Jika yang dimaksud pria
itu adalah Keysha Vania. Wanita
yang pernah hadir di masa lalu
pria itu.
Dulu Keysha pernah membantu
Alex bekerja di perusahaan Power
Company, sebelum ia memutuskan
untuk mnengurus perusahaan
keluarganya yang ada di Belanda.
"Come on, Bos. Anda harus bisa
move on dari nona Keysha. Karena
jika Anda memakai standar yang
dimiliki oleh wanita itu, untuk
menilai pekerjaan seseorang. Maka
Anda akan sulit menemukan orang
yang pas untuk menduduki
jabatan sekretaris di kantor ini."
Riko berusaha membuka jalan
pikiran bosnya. Agar lebih
bersikap praktis dan juga terbuka.
Tidak hanya tertuju pada satu
orang.
Kini Alex menghela napasnya
secara kasar. la menyesali dirinya
yang terlalu pengecut. Tidak
Berani mengungkapkan perasaan
yang sebenarnya, yang ia miliki
kepada sahabat dekatnya itu.
"Hmm, kenapa sampai detik ini
aku belum bisa melupakan wanita
itu? Padahal, sekarang dia sudah
memiliki kekasih. Sementara aku
begitu sulit membuka hati untuk
wanita lain. Membuat diriku
terlalu malas, jika harus menjalin
hubungan dengan orang asing."
Itulah sebabnya, kenapa sampai
detik ini Alex belum memiliki
kekasih atau calon istri yang akan
ia perkenalkan kepada orang
Tuanya. Karena hatinya kini hanya
terpaut pada satu orang wanita,
yang begitu sulit untuk ia lupakan.
*****
Sementara di kediaman keluarga
Nara, Elma yang merupakan ibu
kandung dari wanita itu merasa
curiga melihat putrinya yang
pulang lebih awal tiba di rumah.
la pun langsung menanyakan hal
tersebut untuk mengusir rasa
penasarannya.
"Nara. Kenapa kau pulang
cepat? Bukankah ini bukan jam
Pulang kantor atau jangan-jangan
kau dipecat lagi dari perusahaan
tempat kau bekerja?" tanya Elma
yang membuat jantung Nara
rasanya seakan tertusuk ribuan
jarum. Saat ia mendengar
pertanyaan yang keluar oleh
wanita itu.
Nara pun berusaha bersikap
tenang. Karena ia tidak ingin
mamanya menaruh curiga. Karena
__ADS_1
tuduhan yang diberikan Elma itu
memang benar adan
"Ma, tadi kepala Nara tiba-tiba
pusing, lalu bos Nara di kantor
Menyuruh Nara untuk pulang.
Makanya Nara bisa pulang cepat,"
jawab wanita itu beralasan.
"Benarkah yang kamu ucapkan
tadi, Nara?" tanya wanita itu lagi
yang berusaha memastikan kondisi
putrinya.
Dengan cepat Nara
menganggukkan kepala sambil
berusaha untuk tersenyum
meyakinkan wanita itu.
"Baiklah, sekarang kau istirahat
saja di kamar. Jangan lupa minum
obat jika badanmu terasa tidak
Enak. Mama mau ke toko dulu,
membantu papamu yang sedang
berjualan," pesan Elma lalu pergi
meninggalkan putrinya.
Saat ini Nara bisa bernapas lega.
Karena mamanya percaya dengan
alasan yang ia berikan. Wanita itu
pun lalu mendaratkan tubuhnya di
atas sofa.
"Hmm, semoga saja mama tidak
curiga kalau sebenarnya aku
sedang berbohong, " ucap wanita
itu pelan yang merasa bersalah.
"Oh, jadi kau membohongi Mama?
Tamat lah riwayatmu, Nara,
hehehe," bisik seorang pria tepat di
telinga wanita itu, membuat Nara
tersentak kaget lalu menatap ke
arahnya.
"Ferdi! Awas kau! Berani-berani
sekali kau memanggil kakakmu
dengan sebutan nama," ucap
wanita itu yang merasa tidak
terima lalu berusaha mengejar
adiknya untuk memberikan
pelajaran kepada pria itu.
Ketika Nara berhasil menangkap
pria itu, ia langsung menjewer
telinga adiknya, membuat Ferdi
Merasa kesakitan.
"Rasakan, Kau! Karena sudah
berani bermain-main denganku,"
amarahnya.
"Ampun, Kak. Ampun!" teriak
Ferdi kesakitan. Karena Nara
menghajarnya habis-habisan.
"Baik, aku akan mengampunimu
asalkan kau tutup mulut," pinta
wanita yang langsung
mendapatkan anggukan dari Ferdi.
Nara pun segera mnelepaskan
jewerannya kepada adiknya
Tersebut. Setelah ia melihat pria itu
yang sangat kesakitan.
"Ingat ya, Fer. Kau harus tutup
mulut dan jangan katakan kepada
mama. Jika tadi aku
membohonginya," pinta Nara
dengan nada sedikit mengancam
kepada adik laki-lalkinya tersebut.
Ferdi pun terkekeh menatap ke
arah kakaknya.
"Oke Kak, fine. Hmnm, tapi aku
rasa dua lembar uang berwarna
merah cukup untuk menutup
mulut," ucap pria itu bermaksud
Ingin menggoda Nara.
"Dasar adik durhaka. Nih uang
warna merah buat jajan lo." Nara
pun melemparkan selembar uang
yang ia ambil di dalam sakunya,
lalu pergi meninggalkan Ferdi.
Karena tubuhnya sudah terasa
lelah.
Awalnya Ferdi tersenyum. Namun,
tiba-tiba senyum pria itu pun
luntur ketika melihat uang yang
diberikan oleh kakaknya.
"Ceban? Nara! lo pikir gue anak
kecil apa, lo kasih ceban?" tanya
Ferdi yang hanya mendapatkan
tipukan bantal oleh kakaknya.
Karena saat ini Nara terlalu lelah
untuk meladeni adiknya yang suka
usil tersebut.
********
Tak terasa pagi pun telah tiba. Saat
ini Nara bersikap seperti biasanya.
Karena wanita itu bermaksud
__ADS_1
ingin mencari pekerjaan baru.
Setelah sarapan dan berpamitan
kepada kedua orang tuanya, ia
langsung pergi meninggalkan
rumah.
Elma dan Haris yang merupakan
kedua orang tua Nara mengira,
jika saat ini putri sulung mereka
akan pergi bekerja. Karena wanita
itu tidak ingin menceritakan
masalah yang sedang ia hadapi
dan membuat kedua orang tuanya
kecewa.
Saat ini wanita itu berjalan
menyusuri jalanan yang penuh
dengan bekas air hujan. Karena
malam tadi hujan cukup deras.
Hingga membasahi jalanan
tersebut.
Hingga tiba-tiba ada mobil yang
Melaju cukup deras, lalu
mencipratkan air hujan itu ke
kemeja putih yang saat ini ia
kenakan.
Nara yang merasa tidak terima,
lalu berjalan mengejar mobil itu
yang berhenti di depan lampu
merah yang berada tidak jauh
darinya.
'Dasar pengendara ugal-ugalan.
Apa dia tidak lihat, jika ada pejalan
kaki di samping mobilnya? Kenapa
dia masih saja melintasi air hujan
tersebut? Hingga membuat bajuku
kotor seperti ini," gerutu wanita
Itu lalu berjalan menuju mobil
mewah berwarna hitam tersebut.
Tuk! Tuk! Tuk!
Nara, terus menggedor pintu kaca
mobil mewah tersebut, membuat
pengendaranya merasa jengah lalu
menurunkan kaca mobil miliknya.
"Hey, Nona! Apa yang kau
lakukan? Kenapa kau
menggedor-" Seketika pengendara
mobil yang merupakan pria
tampan dan juga perfeksionis
tersebut menghentikan
kalimatnya. Saat ia melihat wanita
Yang berada di hadapannya
sekarang.
"Kau lagi ternyata," ucap pria yang
tidak lain adalah Alex Demian.
Pria yang mendapatkan kesialan,
akibat kecerobohan yang
dilakukan oleh wanita itu. Padahal
mereka baru pertama kali bertemu.
Sementara Nara, ia juga sangat
terkejut ketika melihat pria yang
ada di hadapannya sekarang.
Karena akibat perbuatan Alex
kemarin yang membuang
flashdisk-nya, membuat ia
terlambat datang ke kantor dan
Akhirnya dipecat dari perusahaan
tempatnya bekerja.
"Kau," ucap Nara yang memasang
tampang wajah tidak suka, sambil
menyilangkan kedua tangannya.
Hingga tiba-tiba terdengar suara
klakson mobil dari pengendara
lain. Karena saat ini lampu lalu
lintas sudah berubah hijau.
Melihat Alex yang hendak
menyetir mobilnya, dengan cepat
Nara masuk ke dalam mobil pria
itu. Karena ia ingin meminta
pertanggungjawaban dari Alex.
"Hey, Nona! Cepat turun dari
mobilku!" perintah Alex yang
merasa tidak terima atas apa yang
dilakukan oleh Nara.
Hingga terdengar suara klakson
yang saling bersahut-sahutan dari
pengendara mobil yang lain.
Tin! Tin! Tin! Tin!
"Sebaiknya kau jalankan saja
mobilmu, Tuan dan kau harus
bertanggungjawab. Karena akibat
ulahmu, membuat kemejaku
kotor!"
Alex pun membulatkan matanya
Ketika mendengar apa yang
dikatakan oleh Nara barusan.
"Dasar sial! Kenapa aku harus
dipertemukan lagi dengan wanita
ceroboh seperti mu?"
__ADS_1
.....
Bersambung