
hari ini aisyah mendapatkan telpon dari bunda nya.
saat sedang bekerja setelah selesai makan siang di kantor dengan mbak Leha.
drrrtt drrrttt drrrtt
" ya assalamualaikum Bun" kata Aisyah.
" waalaikumsalam Ai" kata bunda Aisyah.
" ada apa Bun?" kata aisyah.
" Ai pendaftaran kuliah nya bagaimana si sudah kamu daftar kan ? jangan sampai telat lho ai" kata bunda nya.
" astaghfirullah Bun, Ai lupa Bun" kata Aisyah yang asyik asyiknya bekerja sampai lupa untuk mendaftar kan kuliah nya.
" ya ampun Ai, cepetan kamu daftar, online kan bisa itu Ai " kata bunda nya.
" iya Bun" kata Aisyah.
" ya sudah kamu daftar dulu, segera daftar nanti lupa " kaga bunda nya.
" baik Bun" kata Aisyah.
Aisyah mematikan ponsel nya dan membuka link pendaftaran mahasiswa baru di universitas favorit.
Aisyah mendaftar kan diri nya dan mengisi formulir online dengan lengkap.
hanya saja yang membuat Aisyah gelisah saat ini dia sedang nyaman bekerja di perusahaan halim.
Aisyah mendaftar diri nya terlebih dahulu.
setelah selesai mendaftar kan diri nya Aisyah melanjutkan pekerjaan nya. sore hari seperti biasa Aisyah pulang kerja.
Aisyah tidak langsung pulang ke rumah melain kan duduk di bangku depan supermarket di pinggir jalan.
Aisyah membeli minuman dingin dan juga cemilan. dia duduk di kursi yang telah di sediakan oleh supermarket itu.
dengan melamun dan memikirkan nasib pekerjaan nya jika dia kuliah membuat dia pusing.
dengan menikmati minuman dingin dan juga cemilan Aisyah tidak tahu jika seseorang melihat nya.
ya itu Halim yang berencana ingin pulang dan saat mengemudi mobil nya dia melihat Aisyah sedang melamun.
" Aisyah?" kata Halim.
" eh iya pak bos, mau belanja pak?" kata aisyah.
" hm iya ingin membeli minuman dingin" kata halim.
Halim masuk ke dalam supermarket untuk mengambil satu kaleng minuman dingin yang bersoda.
Halim membayar minuman nya dan kembali keluar.
" mengapa belum pulang Aisyah?" tanya halim sambil duduk di bangku itu.
" hm nanti lah pak bos lagi malas pulang, lagi mau mikir Disini" kata Aisyah.
__ADS_1
" di rumah juga bisa mikir" kata Halim.
" lebih enak mikir disini pak biar dapat ide bagaimana kedepan nya" kata aisyah.
" seperti nya sangat berat masalah mu Aisyah?" kata Halim.
" tidak terlalu besar pak bos, hanya masalah keputusan saja" kata aisyah.
" emang kamu mau ambil keputusan apa Aisyah?" kata Halim.
" hm ntah lah pak bos Ai bingung mau macam mana, bekerja di perusahaan bos belum juga sebulan, mau berhenti juga sayang sudah jadi karyawan " kata aisyah memegang kepala nya.
" aaah pusing mikirin nya" kata aisyah.
" emang kamu mau berhenti bekerja? mengapa?" kata halim.
" bagaimana cara ngomong nya ya pak bos?" kaya Aisyah yang bingung sendiri.
" ya ngomong aja jika ada masalah dengan perusahaan nanti bisa kita bicara kan" kata Halim yang mengira Aisyah ingin berhenti karena perusahaan nya.
" bukan pak bos" kata Aisyah melambaikan tangan nya.
" jadi mengapa Aisyah?" kata Halim.
" Ai kan baru tamat sekolah SMA pak bos jadi harus kuliah tapi aisyah sudah bekerja dan sudah jadi karyawan pula " kata Aisyah.
" kan bisa kamu bekerja sambil kuliah?" kata Halim.
" sulit pak bos, sementara di universitas itu kuliah jika mau ambil kuliah siang itu pun jam dua pak bos sementara ai pulang kerja jam 4" kata Aisyah.
" ok jadi itu masalah nya?" kata Halim.
" emang boleh pak bos?" kata Aisyah.
" boleh jika kamu mau Aisyah " kata Halim.
" bagaimana cara nya pak?" kata aisyah.
" nanti jika kamu sudah selesai kuliah harus tetap manjadi karyawan perusahaan karena perusahaan telah mengizinkan kami kuliah sambil bekerja " kata Halim.
" baik pak bos" kata aisyah.
Asiyah tersenyum karena masalah yang di pikirkan nya tadi sudah selesai.
" makasi ya pak bos" kata Aisyah.
" iya Sama sama" kata Halim.
" apa mau di antar kamu Aisyah?" kaya Halim.
" gak usah pak, tidak enak bapak sudah bantu Ai jadi tidak mukin Ai menyusahkan bapak" kata Asiyah.
" tidak apa Aisyah, kamu karyawan saya jadi wajar saya bantu" kata Halim.
" iya pak, tak apa pak bapak bos yang baik" kata aisyah.
mengapa ada perasaan lain saat Halim menyatakan bahwa Aisyah sebagai karyawan wajar di bantu,
__ADS_1
" aduh ngapain sih berharap lebih sudah bersyukur sudah di bantu malah berharap lebih" gumam aisyah.
" eh Aisyah koq malah melamun lagi?" kata Halim.
" hehe tidak ada koq pak" kata Aisyah salah tingkah.
" bagaimana mau saya antar pulang?" kata Halim menawarkan lagi.
" Ai naik ojek saja pak bos karena ojek nya langganan kan kasian jika di batalkan " kata Aisyah.
" oh baik lah Aisyah " kata halim.
bagi Halim jarang ada wanita jika di ajak pulang bersama jarang menolak tapi Aisyah Malah menolak ajakannya.
" baik Aisyah saya pamit dulu ya" kata Halim.
" baik bapak, hati hati di jalan " kata aisyah.
" iya Aisyah terima kasih ya" kata Halim.
mereka pun pulang ke rumah nya masing masing.
sementara Sarah sudah menghubungi ria untuk di ajak bertemu.
drrrtt drrrttt drrrtt
ponsel ria berbunyi.
" iya halo' kata ria .
" iya halo ini Tante Sarah mama tiri Halim" kata Sarah.
" oh iya Tante Sarah,apa kabar Tante?" kata ria.
" baik ria, bisa kita bertemu?" kata Sarah.
" bisa Tante, di mana ketemuan nya Tan?"
" di cafe juragan saja ya ria" kata Sarah.
" baik Tante " kata ria
" berangkat dari sekarang ya?" kata Sarah.
" baik Tan" kata ria.
Sarah bersiap siap untuk berangkat ke cafe juragan untuk menemui ria.
Sarah sudah menyusun rencana untuk ria. Sarah berharap ria bisa di ajak bekerja sama dalam memuluskan rencana nya.
Sarah menggunakan mobil yang biasa dia bawa untuk bertemu ria.
dengan kecepatan sedang Sarah melaju mobil nya.
ria yang juga semangat untuk bertemu Sarah sudah tidak sabar ingin cepat bertemu dengan Halim.
Suatu keberuntungan bisa bertemu Halim seorang pengusaha sukses.
__ADS_1
ria berdandan dengan cantik dan menggunakan baju yang seksi. ria dengan yakin bahwa dia akan bisa membuat Halim jatuh cinta pada nya.