
🌸 Cerita Cinta Mika 🌸
Dug...
Di tengah perjalanan menuju kelas, tiba-tiba ada sosok lelaki yang menabrak tubuh Mika hingga badan Mika oleng dan hampir terjatuh untung saja Lea yang berada di samping Mika secara repleks menahan lengan Mika.
"Apaan si loe Fan sengaja ya nabrak gue,!" bentak Mika ke cowok yang menabraknya tadi, setelah Mika melihat sosok lelaki yang dikenalinya itu. Cowok itu membalikan badan nya menghadap Mika. Lalu menatap Mika dengan tatapan dingin.
"Iya emang sengaja, kenapa loe marah?, " tanya Ifan dengan wajah tengilnya. Sedikit mengangkat kedua alisnya.
"Nyebilin amat si Loe Fan, " celoteh Mika dengan mengeryitkan dahinya tanda kekesalannya dengan sifat cowok yang persis berdiri di hadapannya itu.
"Udah Mik, nggak usah dilayani juga kita masuk aja ke kelas yuk, "ajak Lea menenangkan Mika.
"Iya Mik," Vani ikut-kutan mengajak Mika. Sedang Anatasya dengan wajah berbinar menatap cowok berwajah tampan itu yang sejak lama ia sukai, karena Ifan termasuk cowok populer disekolahnya. Cowok yang selalu mencari masalah dengan Mika itu lelaki yang Anatasya sukai selama ini.
"Dasar cowok aneh!," kata Mika segit sambil berjalan menuju kelas mengikuti ajakan teman-temannya.
"Tunggu!," suara Ifan menghentikan langkah Mika.
"Apalagi ? " tanya Mika ketika cowok itu menghampiri Mika dan mulai menghalangi jalan Mika.
"Fan, loe mau ngapain?" tanya Jiro temen Ifan mencoba membujuk sobatnya itu untuk bersikap tenang.
"Bukan urusan loe, ini urusan Gue sama cewe yang sok kecantikan ini" sewot Ifan menatap Mika tajam. Mika mengernyitkan dahinya, tatapan Mika pun tak kalah tajam dari sorot mata Ifan.
"Apaaan loe bilang Fan, heran gue siapa yang cari masalah sebenernya si?" tanya Mika
dengan tatapan kesalnya.
Tangan Mika mengepalkan erat jemarinya menahan rasa amarah yang mulai menghinggapi hatinya.
"Kenapa suka banget si loe cari masalah dengan Mika " tanya Lea menatap Ifan penuh curiga seakan mengetahui dibalik sikap Ifan yang kasar tertanam cinta untuk Mika. Lea tak membiarkan Mika menghadapi ketengilan Ifan.
Karena Lea merasakan Ifan memberlakukan Mika berbeda dari gadis yang lain nya tapi Lea tak ingin menerka-nerka biarlah Ifan yang harus jujur kepada Mika untuk bisa mengungkapkan perasaannya yang nampak tersimpan begitu lama.
Disampingnya berdiri Anatasya yang memberikan senyum manisnya untuk lelaki yang disukainya itu.
"Heh, apaan si loe Lea, ngapain emang gue nggak ada kerjaan mesti cari ribut ma cewek yang nyebelin kaya gini" Elak Ifan mengalihkan perhatiannya menutupi perasaan sukanya kepada Mika.
__ADS_1
"Iya emang bener lo suka cari masalah sama Mika" bela Vani membenarkan.
"Ah, nggak gitu juga maksud Ifan." Anatasaya malah mendukung cowok yang di sukainya itu. Mata Mika melototi Anatasya dengan sorot yang membunuh, Anatasya yang ketakutan langsung bersembunyi di balik tubuh Lea seakan menghindari tatapan Mika yang tampak marah.
"Udah deh, nyebelin amat si urusan ma cewek-cewek ini apa lagi urusan ma cewek ini," telunjuk Ifan menunjuk tepat di muka Mika, mata Mika menyorotkan amarah.
"Ribet amat urusan ma elo, elo yang cari masalah lo juga yang nyalahin orang, sebel banget gue ma elo Fan" kata Mika nyolot sambil pergi meninggalkan Ifan dan tak menghiraukan cowok itu lagi, di ikuti ke tiga temen-temennya yang membututi Mika dari belakang.
Ifan cuma memperhatikan gadis yang dia sukai dari kejauhan yang diliputi amarah kepadanya. Cinta yang dari dulu Ia rasakan tapi ia tidak pernah bisa mengungkapkannya, karena ketakutan yang selalu menghantuinya.
"Fan, lo kenapa si bukan nya kalo suka tu ungakapin aja kali, bukan malah di tutupin kaya gini, akhirnnya Mika salah paham kan ke elo?" celoteh Jiro yang menatap Ifan dengan iba.
"Gue nggak bisa, Gue takut banget kalo Mika menolak gue" lirih Ifan dengan wajah sendu.
"Karena elo cowok yang populer disini, jadi elo takut di tolak Mika gitu? alasan lo tu selalu kaya gitu nggak masuk di akal tahu dasar ceme " ledek Jiro memanasi Ifan, yang membuat Ifan harus menghela napas berat.
"Gue suka aja berantem ma Mika" semburat senyum terlintas di wajah tampan Ifan.
"Aneh amat si lo fan, orang mah suka tuh di ungkapain, elo malah ngajak berantem mana ada cewe tahu kalo sebenernya lo tu suka dia" tanya Jiro merasa heran dengan sobatnya itu.
"Nanti pas saatnya juga gue pasti ngomong kok" jawab Ifan dengan tenangnya.
"Saatnya kapan? keburu kelulusan cuy, jangan sampe elo kehilangan Mika, gara-gara diembat ma orang secara Mika banyak yang naksir cuy" kata-kata Jiro penuh penekanan kepada Ifan seakan mengancam.
"Nggak akan, gue yakin Mika suatu saat nanti bakal suka gue juga" kata Ifan penuh dengan percaya diri.
Selama pertama memasuki sekolah untuk pertama kalinya sebenarnya Ifan telah menyukai Mika ketika ia untuk pertama kali melihat seorang gadis di taman sekolah
dengan sorot matanya yang bersinar aura cantik yang alami yang baru pertama kali ia lihat sehingga membuat jantung Ifan bergetar dua kali lipat dari biasanya.
Pesona kecantikan Mika telah membuat Ifan Jatuh cinta, tapi gadis itu lagi-lagi tampak dingin dan terlihat jutek.
Berbanding terbalik dari Mika, Ifan adalah sosok lelaki yang lembut tapi karena kelembutan Ifan tak bisa memenangkan hati Mika untuk mencari sebuah perhatian dari Mika, Ifan dengan sengaja merubah cara dia bersikap kepada Mika, sifat dan tingkah lakunya yang selalu ingin mencari perhatian dari Mika, dengan selalu ingin mencari masalah dengan gadis itu.
Ketika memasuki kelas sembilan, Mika pun berbeda kelas dengan Ifan semenjak itu Ifan selalu bersikap ingin mencuri pehatian dari Mika dengan selau mencari masalah dengan Mika. Karena Ifan ingin selalu Mika mengingatnya. Tetapi gadis itu selalu saja tampak bersikap dingin kepada semua cowok yang berada di sekolahnya, padahal Mika terkenal sebagai salah satu gadis cantik yang banyak diperebutkan oleh cowok-cowok tampan dan populer disekolahnya, tapi Mika masih saja tampak belum bisa membuka hatinya kepada cowok manapun juga.
Dan Ifan terkadang sangat bingung dengan sifat dan tingkah laku Mika, di saat banyak gadis menikmati masa remajanya dengan menjalin suatu hubungan yang bernama pacaran, Mika malah tampak berbeda, gadis itu malah menikmati masa remajanya dengan tanpa di temani seorang pacar, dan Ifan selalu ingin mencari tahu sosok lelaki yang seperti apa yang mampu menaklukan hati Mika nantinya, tapi sampai saat ini Ifan belum menemukan jawabnya.
🌸🌸🌸🌸🌸
Mika meraih bangkunya dan duduk dengan kesal. Mengingat-ngingat kembali tentang kejadian pertemuan tadi dengan Ifan yang menjengkelkan hatinya, Mika melipatkan kedua tangannya sembari menekukan sirat wajahnya, sorot matanya tajam menerawang dengan penuh rasa amarah di dalam dadanya.
"Mik elo nggak apakan?" tanya Lea, dengan menghampiri Mika di ikuti ke dua sahabatnya Anatasya dan Vani.
__ADS_1
"Nggak apa-apa cuma agak kesel aja, Ifan itu kenapa si sikapnya aneh gitu ke gue setiap ketemu gue, Dia kaya yang benci bawaannya pasti ngajak berantem perasaan dulu dia baik-baik aja deh, Aneh!" curhat Mika pada ke tiga teman-temannya.
"Mungkin dia lagi ada masalah atau Dia lagi sensi kali" jawab Vani menimpali.
"Iya tapi kenapa mesti ke gue juga pelampiasannya" tanya Mika lagi, seolah tidak mengerti dengan tingkah Ifan yang aneh.
"Perasaan lo aja kali Mik," ujar Anatasya dengan tampak tak membela sang sahabat. Mika mendengus kesal.
"Elo lagi Nat, bela-belain Dia mulu, nyebelin baget sih" sewot Mika pada Anatasya yang membuat gadis itu jadi salah tingkah dan serba salah, disatu sisi Ia ingin membela sahabatnya disisi yang lain cowok yang diam-diam dia sukai nggak mungkin juga ia bisa salahkah. Bukankah cinta menutupi hati dan perasaan hingga cinta nampak terlihat sempurna di matanya. Anatasya terpaku dan menundukan pandangannya, ada sesal yang tersalip di dalam hatinya.
"Sory Mik, gue kan cuma mau ngomong aja, nggak boleh ya? ngasih pendapat," tanya Anatasya memelas.
"Bukan gitu nat gue kan temen lo masa lo kaga ada bela-belanya ke temen deket lo sendiri, malah terus ngebela cowok yang nyebelin itu," Mika meraih dan langsung mengenggam tangan Anatasya merasa seolah bersalah dengan perkataannya.
"Habisnya diakan ganteng Mik, " jawab Anatasya polos, mata Mika membulat menatap Anatasya tajam sambil mengangkat kedua alisnya, dan mulut sedikit terbuka, seakan terperangah melihat keluguan dari seorang Anatasya, tapi ke dua sahabatnya Lea dan Vani terkekeh mendengar keluguan Anatasnya.
"Hahaha, dasar ada-ada aja lo nat," kata Vani sedikit meledek, sedangkan Anatasya tertegun dengan wajah tersipu Malu.
"Hehehe, kamu tu nakal ya! " Lea ikut-ikutan sambil mencubit pipi Anatasya gemes. Mika mendekatkan wajahnya pada Anatasya.
"Dasar lo Nat, mentang-mentang ganteng gue sahabat lo maksudnya nggak di belain gitu? terus mentang-metang dia ganteng lo rela buang gue? " gerutu Mika sembari menatap wajah Anatasya curiga.
"Jangan-jangan lo, suka ma Ifan ya?" tanya Sahabat-sahabatnya berbarengaan membuat Anatasya jadi salah tingkah.
"Bukan gitu, cuma Gue... " kata-kata Anatasya terbata, seakan Ia bingung untuk menjawab kecurigaan teman-temannya, tampaknya Anatasya sulit untuk mengelak lagi.
"Cuma apa?" tanya Lea ketika melihat sikap Anatasya yang berubah gerogi, dan tersipu malu.
"Itu karena ... Dia kan ... hem ... cowok, kita mesti ngalahkan takut kalo ada apa-apa gimana, kita sendirikan yang susah hehehe" jawab Anatasya mencari alasan yang tak masuk diakal, tapi sorot wajah Mika berubah adem Ia seakan ingin mengerti maksud yang di katakan Anatasya, walau ia tahu Anatsaya didalam hatinya mungkin menyukai Ifan tapi ia tak berhak menekan sahabatnya itu. Sampai akhirnya bell sekolah berbunyi.
Tetttttt tetttttt tettttt ...
Pertanda siswa dan siswi harus sudah berada di dalam kelas karena waktu istirahat sudah selesai. Marcella berlari-lari kecil sampe napasnya terengah-engah.
"Gue belom terlambatkan, guru kita belom datangkan?" tanya Marcella sedikit cemas.
"Belom, makanya jangan pacaran mulu," kata Vani dengan dijawab riuh ledekan dari teman-temannya itu, tapi Marcella hanya menyiratkan wajah penuh kasmaran, layak nya gadis yang baru merasakan jatuh cinta.
#Bersambung
🌸Hai 🙋 Readers yang baru gabung baca Novel ku ini Terima kasih banyak ya 😘🙏 udah mau mampir salam kenal untuk kalian semua, jangan lupa Like & Komentar terbaik nya dan masukan ke dalam Favorite kasih bintang 5 juga ya Terima kasih banyak Raaders , TerLove 💞 Love buat kalian semua🌸 jangan lupa selalu Vote Novel "Cerita Cinta Mika".
Ifan Areska.
Suho exso terpilih sebagai Visual Ifan si Cowok Aneh dan tampan yang menyukai Mika secara diam-diam, mampuhkah Ifan meluluhkan hati Mika dengan membuat Mika jengkel kepadanya. Ikuti terus kisah cintanya di Novel 🌸 Cerita Cinta Mika 🌸
__ADS_1