
🌸 Cerita Cinta Mika 🌸
"Mik, gue mau cerita" seketika suara Lea mengalihkan perhatian Mika dari Handpone nya.
"Eh Ada Apa?," tanya Mika penasaran raut wajah Lea sekan menyiratkan suatu kecemasan.
"Gue, hem... gue" suara Lea terdengar ragu,
"Elo memangnya kenapa?," tanya Mika sembari mengerutkan dahinya seolah bingung dengan sikap sahabatnya itu.
"Mik gue, bingung mau cerita ke siapa," Suara Lea terdengar bergetar seakan ada beben berat yang dirasakannya. Mika meletakan handphone yang di genggamnya perhatiannya tertuju pada Lea yang seolah cemas memikirkan sesuatu yang menjadi beban pikirannya.
"Elo kenapa Le, kok kaya yang gelisah gitu?" tanya Mika merendahkan suaranya agar sahabatnya itu lebih terbuka kepadanya.
"Mik sebenernya gue ngikut elo ke sini karena Nyokap ma Bokap gue lagi ada masalah," seketika Lea menundukan wajahnya mencoba untuk bisa mencurahkan Isi hatinya, untuk sedikit meringankan beban bathin yang selama ini ia simpan sendiri,
"Kenapa emangnya Le ?" tanya Mika seolah ingin mencari tahu.
"Bokap gue, ketahuan selingkuh dengan sekertarisnya dan nyokap gue mengunggat cerai Mik, " sontak wajah Mika terkejut, ketika Lea mencurahkan isi hatinya dan tangan Mika menutup mulutnya seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Lea.
"Masa si Le?" Lea seketika mangangguk dan setetes air bening telah jatuh di kelopak matanya.
"Kok elo nggak cerita si Le?" tanya Mika sambil mengengam tangan Lea serasa ingin menguatkan bathin sahabatnya Itu.
"Sebenernya gue pikir ini semua cuma sebuah rumor doang, awalnya gue gak percaya dan menggangap itu hanya gosip murahan tapi tadi sepulang sekolah nyokap gue nelepon kasih kabar cerai, gue kaget banget tapi gue pasrah awalnya gue pikir ini nggak akan terjadi tapi mungkin Bunda udah mikirin semua ini gue tahu si, sebenarnya tapi gue pura-pura nggak mau tahu gue takut banget Bunda sama Ayah gue pisah," jawab Lea pasrah akan nasib hidupnya.
Mika memeluk Lea dan mengelus-ngelus pungung Lea, ingin sekali menguatkan sahabatnya Itu. Tangis Lea pecah dalam pelukan Mika seolah segala rasa menyakitkan tertumpuk disana. Pantas saja Mika ketika pulang sekolah siang tadi melihat mata Lea sembab. Ketika ingin bertanya Lea seakan menyimpannya dan terlihat bingung menceritakan masalahnya. Lea adalah sahabat yang memiliki sifat tertutup dan sering kali menyembunyikannya bila mendapatkan masalah. Lea sahabat yang satu ini walau sifat nya nampak dewasa tapi ia terkadang sulit untuk bisa mencurahkan isi hatinya. Lea gadis itu tampak sabar dan lebih memendam masalahnya seorang diri, tanpa ingin memperlihatkan kesedihannya kepada ke empat sahabatnya.
"Hiks... Hiks... Hiks... " isak tangis, Lea terdengar pilu.
"Sabar ya Le, semoga semua nya Bisa elo hadapi dengan kuat " Lea menganguk ketika kata-kata Mika hanya bisa menguatkan hatinya tanpa bisa membantunya tapi setidaknya pelukan Mika membuat hati Lea lebih kuat lagi dalam menghadapi masalah yang menderanya. Lea melepaskan pelukan Mika, sambil menatap mika ragu.
"Mika, ketika nyokap gue menelepon nyokap meminta gue membuat keputusan,"
"keputusan ... !? " tanya Mika.
"Iya, gue disuruh milih tinggal ma nyokap gue atau bokap gue , gue bingung banget" Lea memendamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya tangisnya pun mulai pecah membanjiri ke dua telapak tangan yang menutupi wajahnya.
"Lea, lo tenangin dulu perasaan elo sementara ini tinggallah di rumah gue dulu, kalo elo ngerasa bingung "
hanya kata-kata itu yang bisa Mika katakan untuk memberikan solusi dari masalah Lea pasti sulit untuk berada di posisi Lea saat ini.
"Tapi Mik, tapi " Lea berkata ragu.
"Tapi apanya gue sahabat elo, elo boleh cerita apa aja ma gue, gue yakin ketika elo udah mulai tenang elo bisa berpikir lebih bijaksana lagi gue tahu gue nggak bisa berbuat apa-apa elo sekarang dalam keadaan tertekan, gue minta elo sabar dan tenangin dulu perasaan elo ya le " kata-kata Mika terdengar menenangkan perasaan Lea walau saat ini perasaan Lea seakan memendam kekecewaan yang teramat dalam untuk ke dua orang tua nya.
"Mik gue malu mesti tinggal di rumah elo, " Jawab Lea seakan ragu, pikirannya bergelut dalam kekalutan yang sulit.
"Malu kenapa si, nyokap gue kan baik elo tahu sendirikan," ucap Mika mengingatkan.
__ADS_1
"Iya,"
"Terus?,"
"Iya tapi gue, harus tinggal di rumah elo apa yang akan ada dipikiran nyokap elo dan kak tio," dtanya Lea masih dengan perasaan yang takut membebani Mika karena selama ini Lea jarang sekali meminta bantuan pada sahabat-sahabatnya walau dalam keadaan terdesak sekali pun tapi saat ini Lea merasa dalam posisi yang sangat sulit untuk memilih.
"hemmmm... " Mika mengambil napas dan mengeluarkan nya lagi pelan,
"Nyokap gue pasti seneng karena gue ada yang menemani tidur hehehe" sontak Mika tersenyum Kalem.
"Terus Kak Tio?,"
"Kak Tio Juga samalah beb, siapa si yang nggak seneng lihat ade nya ada yang nemenin, " Jawab Mika sambil terkekeh, Mika Memeluk Lea yang sudah tampak tenang Lea membalas pelukan Mika dengan lembut.
"Makasi ya Mik," sahut Lea terharu karena Mika sudah mau perduli padanya.
Lea tahu keempat sahabatnya itu hanya Mika yang mungkin bisa lebih diandalkan karena Mika tampak lebih dewasa dibanding ke empat sahabatnya itu.
🌸🌸🌸🌸🌸
Beberapa jam Kemudian Tio sudah terbangun dari tidurnya Mika Langsung pergi menghampiri kakak nya. dibarengi Lea sahabatnya ketika Bi Kimi memberi tahu keadaan Tio.
Mika menyodorkan air di gelas kaca kepada Tio seketika Pria itu langsung menghabiskan nya.
"Gimana kak sekarang apa masih sakit?," tanya Mika menatap Tio yang sudah di banjiri keringat dingin dikeningnya sontak Mika langsung mengelap keringat dengan tisu yang ada di tekas meja tempat tidur Tio.
"Alhamdulillah udah baikan " Ujar Tio dengan senyum sumringah nya seakan telah sembuh total,
"Kakak mau aku ambilkan makanan," Tanya Mika seakan mencemaskan lambung kakak nya yang sedang sakit.
"Hem... " Seketika di jawab dengan angukan oleh Tio.
"Baik nya ku buatkan bubur ya Kak biar kak tio makan yang lembek-lembek dulu " ujar Lea menawarkan bantuan nya. Tio dan Mika saling bertatapan.
"nggak usah biar Bi Kimi saja yang bikin " kata Tio tak enak hati.
"Iya biar aku suruh saja mbok Narti ya, " Ketika Mika akan beranjak pergi Lea langsung menahan nya dengan tangan nya.
"Biar gue aja Mik, gue bisa kok membuat bubur inshaAllah nggak bakalan bikin kakak Lo itu mules-mules hehe " kata Lea meyakinkan sambil tersenyum.
Tio dan Mika saling bertatapan seketika Tio langsung mengangguk mengisyaratkan mengijinkan Lea untuk membuatkan bubur untuknya.
"Hehehe, baiklah asal jangan dikasih racun aja ya, Hehee " canda Mika, Lea langsung membulatkan bola matanya seakan melototi Mika, tapi Mika membalas dengan mengerlingkan mata dan menyungingkan sebentuk senyum.
"Tapi racun cinta nggak apa-apa ya, Hahaha " canda Tio semakin membuat pipi Lea tersipu malu.
"Ah Kakak ada-ada aja mana ada racun cinta," sahut Mika sambil memukul lengan Tio pelan Membuat mereka bertiga tertawa berbarengan. Lea seketika itu juga langsung pergi untuk membuatkan bubur untuk Tio yang sedang sakit.
🌸🌸🌸🌸🌸
"Bagaimana pendapat Kakak apa Lea boleh untuk sementara tinggal disini Kak?" tanya Mika setelah menceritakan masalah Lea yang sangat rumit.
__ADS_1
Wajah Tio seakan menyiratkan keraguan ia seolah-olah bingung memberikan jawaban pada adik tersayangnya Tio mengaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal merasa sangat bingung, ketika Mika bertanya pendapatnya. tapi walau begitu Tio pasti tak bisa melarang Mika karena rasa setia kawan Mika sangat lah tinggi hingga Mika di sukai banyak sahabat-sahabatnya.
"Tapi, belom tentu keluarga nya mengijinkan nya Mik " sela Tio sambil menatap Mika seolah tidak ingin terlalu mencampuri kehidupan keluarga Lea.
"Tapi Kak, Lea mau kemana kalo aku nggak bisa menolong nya, Keluarga besar Lea banyak yang tinggal di luar kota sedang Lea sekolah disini dan sebentar lagi kelulusan tidak mungkin Lea memilih salah satu orang tua nya, saat ini Lea masih dalam keadan tertekan Kak kalo Lea sudah tenang mungkin Lea bisa kembali dan memilih kepada siapa, ia akan tinggal nanti nya untuk saat ini aja Kak," bujuk Mika agar Tio menyetujui ide nya.
"Mika, ibu nya Lea tidak mungkin menyetujuinya " jawab Tio dengan tegas.
"Tapi Lea untuk saat ini ingin menenangkan pikiran nya dulu Kak, kalo Kakak mengijinkan Aku tinggal minta ijin Tante Alana, pasti orang tua Lea mengerti kasihan Lea kak " rengek Mika memaksa.
"Hem " seketika Tio berpikir.
"Baiklah kak tio yang akan mengantarkan nya kerumah Lea, agar kak Tio bisa berbicara pada keluarga Lea biar Lea bisa dijinkan untuk sementara waktu tinggal di sini" atas desakan Mika, seketika Tio menyetujui nya.
"Tapi kak Tio kan lagi sakit," tanya Mika ragu menghawatirkan kondisi kakak nya.
"Saat ini, kak Tio sudah mulai agak mendingan InshaaAllah bisa nganterin Lea kerumah nya untuk mendampingi nya berbicara pada orang tua nya Lea, "
"Baiklah Kak terima kasih, ya kak" seru Mika sambil memegang kedua telapak tangan Kakak nya mengisyaratkan rasa terima kasih nya dan tersenyum manis. yang di sertai angukan dari Tio.
"Masalah Lea biar kak tio aja yang meminta ijin pada mamah, "
"Ok baik lah Kakak terima kasih banyak kakak ku sayang " ujar mika senang. Beberapa menit kemudian Lea pun membawa bubur buatan nya dan menyerahkan nya pada Tio seketika itu Tio pun langsung melahap nya sampai habis.
"Kak tio Rakus," ujar Mika sambil terkekeh menertawai kelakuan Kakak nya yang tak biasa tampak rakus.
"Habis nya bubur nya sangat enak calon istri yang ideal," jawab Tio dengan mulut yang masih dipenuhi dengan bubur yang dilahap nya. dan membuat Lea tersipu malu,
"Apaan si kak Tio, Lea kan masih Smp, calon istri dari hongkong," Mika menepuk legan Tio, membuat Tio mengaduh kesakitan, dan Lea tampak tersenyum senang ketika Tio tampak menyukai bubur buatan nya. ada hati yang bergetar ketika Tio menyebutnya 'istri ideal'.
"Sakit Mik, hehehe" Tio terkekeh.
"Ah dasar aja Kakak ini rakus" sela Mika meledek kakak nya seketika Tio melirik Lea yang berada di samping Mika,
dan tak terasa debaran di hati Lea mulai merasuki dadanya.
Deg... deg... deg...
Lea sekan merasakan perasaan yang aneh ketika sepasang bola mata indah itu menatapnya dengan senyum tampannya.
#Bersambung
🌸Hai 🙋 Readers yang baru gabung baca Novel ku ini Terima kasih banyak ya 😘🙏 udah mau mampir salam kenal untuk kalian semua, jangan lupa Like & Komentar terbaik nya dan masukan ke dalam Favorite kasih bintang 5 juga ya Terima kasih banyak Raaders , TerLove 💞 Love buat kalian semua🌸 jangan lupa selalu Vote Novel "Cerita Cinta Mika".
__ADS_1
Lea Zarra Tsyana.
Rose terpilih menjadi Visual nya Lea sahabat Mika yang berkarakter dewasa, lembut dan baik hati, Lea sahabat yang pinter dalam menyembunyikan masalahnya dan perasaannya, Lea menyukai Tio yang adalah kakak Mika mampuhkah Lea meluluhkan hati Tio nantikan selalu kisah Cintanya di Novel 🌸 Cerita Cinta Mika 🌸