Cerita Cinta Mika

Cerita Cinta Mika
Terpaksa Berbohong


__ADS_3

🌸 Cerita Cinta Mika 🌸



"Hello sayang bisa kita ketemuan malam ini aku jemput ya? " suara Deris menggema ketika Marsella menganggkat vidio call disebrang sana seorang kekasih dengan senyum yang lebar menyapanya dengan senyum manisnya.


"Hem, Aku nggak bisa yang Papah pasti marah kalo aku keluar malam-malam begini" tolak Marsella dengan halus menyiratkan wajah yang gelisah ketika Deris mengajaknya.


"Aku kan pingin malam mingguan yang sama pacar aku," rajuk Deris manja dan sedikit memaksa.


"Hem, Aku nggak bisa yang Papahku pasti ngelarang maaf ya sayang," kata Marsella sehingga membuat Deris agak mendengus dengan kesal.



"Masa untuk malam minggu aja nggak boleh si emangnya Papah kamu nggak ngalamin masa muda yang, " suara Deris terdengar agak keras wajahnya tersirat kekecewan yang membuat Marsella tak enak hati. Entah sudah berapa kali setiap malam minggu Marsella selalu menolak ajakan pacarnya itu.



"Maaf yang, gimana lagi, aku juga bingung Papah belom bisa kasih kepercayaan ke aku katanya aku masih kecil jadi belom bisa dibebasin pacaran dulu," kata Marsella pasrah mencoba memberi pengertian kepada Deris. Tapi saat ini Deris seakan tidak mau mengerti perasaan Marsella, karena sudah beberapa kali Ia harus selalu mengalah untuk bisa mengerti kekasihnya itu.



"Ah ..., Kamu tu udah gede yang, masa nggak bisa kamu paksain untuk ketemu sama aku sekali ini aja, Aku kan kangen, dan kamu pasti selalu menolak ajakanku terus! " bujuk Deris bersikeras, bola matanya menatap wajah Marsella tajam seakan ia protes karena ajakannya selalu ditolak sang pacar.


"Baiklah, Aku akan pikirkan caranya ya agar bisa keluar bareng kamu, kamu maunya kita ketemuan dimana?" ucap Marsella mengalah.

__ADS_1


"Ok siap, entar aku tungguin di simpang jalan arah ke rumah mu itu ya, entar aku jemput disana ya yang, " ucap Deris bersemangat.



"Baiklah entar aku telepon kamu kalo aku udah sampe disana ya yang."


"Ok, gitu dong yang" sahut Deris wajahnya kembali tersenyum senang.


"Kalo begitu aku siap-siap dulu ya yang, " Pamit Marsella dan langsung mematikan vidio callnya setelah Deris mengijinkannya.


Marsella berfikir keras alasan apa yang harus ia katakan pada papah dan mamahnya. Mugkin mamah akan mengerti tapi sifat papah yang keras tak mungkin mengijinkan Marsella untuk pergi keluar rumah apalagi untuk bisa berkencan dengan Deris. Memikirkannya saja bulu kuduk Marsella seakan merinding melihat papah akan memarahinya. Selama ini papah adalah papah yang bijaksana tapi untuk urusan berpacaran Marsella belom di berikan lampu hijau oleh sang Papah, Marsella belom bisa berterus terang karena Marsella yakin kalau papanya tidak akan mengijinkannya karena masih Smp dan Marsella harus fokus belajar karena sebentar lagi pun Marsella akan menghadapi Ujian kelulusan.


Marsella nampak gelisah Ia berjalan mondar-mandir di kamarnya mencari ide apa yang harus Ia katakan pada papahnya, nanti.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Pah, " Sapa Marcella dengan ragu, Marsella mengingit bibirnya menutupi rasa gelisahnya tak hentinya dadanya berdebar keras karena untuk pertama kalinya Marsella berniat untuk membohongi Papanya. Johan papah Marsella langsung membalikan badannya.



"Iya ada apa?," tanya Johan seketika repleks langsung menatap wajah anak gadisnya.


"Pah, Aku. hem... Aku... boleh minta ijin pergi keluar nggak!" kata Marsella terputus-putus seakan ragu untuk berucap,


"Mau kemana kamu nak?" tanya Johan penuh tanda tanya

__ADS_1


"Hemm... " Marsella tampak berfikir sejenak, mencari alasan yang tepat untuk bisa bertemu Deris.


"Hem, Pah aku mau kerja kelompok bolehkan sama Vani kok." seketika ide itu terlintas di benak Marsella.


"Malam-malam begini?" tanya Johan sambil mengeryitkan dahinya seakan tidak percaya dengan alasan sang putri.


"Iya pah aku mau kerumah Vani dulu pah karena temen-temen sedang berkumpul di sana aku mesti mengerjakan tugas sekolah pah, bareng sama temen-temenku," kata Marsella menjelaskan dengan senyum yang di buat-buatnya, Marsella bertingkah kikkuk, ia terpaksa berbohong untuk sang kekasih. Sebenarnya Marsella sekan merasa bersalah karena telah membohongi papahnya, tapi di satu sisi Marsella pun merasa takut Deris marah kepadanya.


"Ok baiklah pulangnya jangan, malam-malam ya biar mang lisman mengantarkan kamu ke ruman Vani" kata Johan mengijinkan.


"Ehm ... nggak usah Pah temen-temenku menjemput ku ko Pah entar aku bareng sama mereka aja ya pah " tolak marsella dengan halus.



"Ok baiklah kalo begitu, Kasih tahu juga mamah ya" Johan pun akhirnya mengijinkan anaknya. disambut senyum sumringah dan angukan dari wajah Marsella.



"Terima kasih pah, entar Marsella ngomong ke mamah ya sella siap-siap dulu ya pah," Pamit Marsella sambil pergi ke kamar nya untuk bersiap-siap dan berdandan dengan cantik untuk menemui kekasihnya.


#Bersambung


🌸Hai 🙋 Readers yang baru gabung baca Novel ku ini Terima kasih banyak ya 😘🙏 udah mau mampir salam kenal untuk kalian semua, jangan lupa Like & Komentar terbaik nya dan masukan ke dalam Favorite kasih bintang 5 juga ya Terima kasih banyak Raaders , TerLove 💞 Love buat kalian semua🌸 jangan lupa selalu Vote Novel "Cerita Cinta Mika".


__ADS_1


Marsella Jeniita Maura.


Jenni terpilih menjadi visual nya Marsella sahabat Mika yang berkarakter ceria, periang tapi sedikit keras kepala, Marsella yang dikianati kekasih dan sahabat nya merasa shyok dan menjadi lebih pendiam dan tertutup pada setiap lelaki yang menyukainya, mampuhkah Marsella keluar dari trauma yang di deritanya, nantikan selalu kisah cintanya di Novel 🌸 Cerita Cinta Mika 🌸


__ADS_2