
Mata Kuliah yang gua gadangi selama 90 menit itu akhirnya selesai. Gua simpen barang-barang gua kedalem tas dan langsung aja ke kantin buat menyerbu beberapa makanan. Tapi sebelum keluar kelas, gua datengin mereka dulu untuk ngasih info mengenai acara Natal Fakultas yang gua baca di Mading tadi.
"Hei, Nita... Rain.." Sapa gua ke mereka dan beranjak dari kursi gua.
Mereka menoleh ke arah gua..
"Oh ya, 3 hari lagi acara Natal Fakultas, lu pada dateng gak?." gua bertanya kepada mereka dan berharap mereka dateng, soalnya gua pengen banget dateng ke acara itu.
"Tesi... Gua harap lu ngga lupa ya sama agama guaa. Hmm.." Jawab Nita.
"Hahahaha yaampun Nit, sangking senengnya nih Gua lupaa hahah. Maaf ya Nit, gak bermaksud gua."
"Iya Tes gapapa kok. Emm Rain, mending lu sama Tesi dateng aja ke acara Natal itu. Dan... Pasti tau sendiri kan siapa yang akan jadi Fotografer di acara itu Natal itu? Yang akan mengambil moment-moment indah di acara itu. Ya gakk?." Nita ngeledek gua sambil senyum-senyum genit dan ngeliatin gua.
"Ya pasti si Meldo lah.. Pangeran impian Tesi, yang sampai sekarang belum sedikitpun melirik Tuan Putri Tesi.. Hahahaha." Rain ikut-ikutan ngeledek gua juga. Asli kesel gua.
"Dihh apaan sih kalian. Udah ah yuk ke kantin. Lama deh." Kata gua yang langsung jalan ke arah luar dan mereka membuntuti gua dari belakang.
...Meldo POV...
Sekarang gua lagi di perpustakaan nyari-nyari buku buat referensi proposal gua. Ya! gua pengen banget cepet-cepet Sempro, sidang, dan wisuda. Bosen banget gua kuliah. Pas gua lagi cari-cari buku, tiba-tiba gua di kagetin sama beberapa Junior gua.
__ADS_1
"H-h-hai Kak Meldo.." Sapa seorang gadis berambut panjang dan kulit sawo matang tersebut.
"Hai, kak meldo hehe.." Sambung temannya.
"Oh hai.." Gua bales sapaan mereka dan tersenyum.
"kak Meldo nyari buku ya? Mau kita bantu gak?." Tawar gadis itu.
"Makasih untuk tawarannya. Tapi kakak bisa cari sendiri kok. Soalnya ini untuk referensi proposal kakak."
"Oh gitu.. Yahh sebentar lagi kak Meldo bakalan lulus dong. Hmm kita gak bisa lagi liat kakak.."
"Oh iya kak.. See you."
Gua langsung melangkah dan menuju meja penjaga perpustakaan untuk melakukan peminjaman Buku. Ada 3 buku yang saat ini gua pinjem.
"Hei bro.."
Tiba-tiba gua di kagetin dengan sapaan Ruslan..
"Eh elu.. Kenapa?."
__ADS_1
"Masih mau disini apa gimana? Gua mau ngajak lo ke kantin, yahh berbincang-bincang santai lah." Tawar Ruslan yang menyenderkan tangannya di punggung gua.
"Oke.. Tapi bentar, gua tanda tanganin Kartu Peminjaman Buku dulu.."
"oke.."
..Tesi POV..
Gua, Nita dan Rain berada di kantin dan duduk di bangku pojokan yang menjadi tempat favorit kita kalo ke kantin. Sembari menunggu makanan datang, gua celingak-celinguk liatin orang-orang. Dan saat gua muterin bola mata gua kearah pintu masuk kantin, gua ngeliat 'Dia'. Mata gua gak lepas dari pandangan indah itu. Gua seneng banget liat liat dia walaupun hanya dari jauh kayak gini, tanpa sepengetahuan dia. Setiap lihat dia, gua cuma bisa berangan-angan dan mengharapkan sesuatu yang gak akan terjadi, yaitu menjadi Kekasih Hati nya.. Gak akan.. Gak akan pernah terjadi.. Halu gua ketinggian..
.
.
.
.
.
Haii terimakasih sudah baca.. Ditunggu part berikutnya yah :)
__ADS_1