CERITA TIDAK TERSRDIA

CERITA TIDAK TERSRDIA
Berkunjung..


__ADS_3

.. Meldo POV ..


Setelah selesai berbicara sama Papa lewat telfon, gua memutuskan untuk mencari Mama, gua mau minta penjelasan atas perjodohan gak jelas ini. Gua kelilingi rumah, dan mendapatkan Mama yang lagi duduk di ruang tamu.


"Ma.." sapa gua dengan nafas yg cukup memburu dan kesal nya setengah mati.


"Ya, ada apa nak? Kenapa kamu? Lagi kesel sama siapa?." Jawab Mama sambil menyambut gua untuk duduk.


"Tolong jelasin sama Meldo, kenapa ada perjodohan-perjodohan segala? Buat apa? Dan, kenapa aku yang di tumbalin sama tua bangka gak berguna itu? Terus Mama pake setuju segala lagi?! Apaan coba!."


"Nak, kamu tenang dulu. Nanya nya satu-satu dong. Dan satu lagi, jangan menyebut Papa kamu dengan sebutan seperti itu ya? Biar bagaimana pun, dia adalah Papa mu."


"Ck, orang tua apaan kayak begitu? Kasar, suka maksa, sok oke lagi. Yaudah, Mama jelasin aja pelan-pelan sama aku kenapa ini semua terjadi."


"Papa kamu dengan rekannya itu teman akrab nak. Sederhana saja, tujuan Papa menjodohkan kamu agar kamu tidak lepas kemana-mana. Dalam artian, kamu tidak jatuh ke pelukan orang lain. Karena Papa sangat ingin kamu menikah dengan anak rekannya itu. Nah, alasan kenapa Mama setuju, karena Mama kenal sama partner Papa kamu itu. Mereka dari keluarga yg baik-baik kok. Dan Mama yakin, anaknya pasti gadis yg baik dan cocok bersanding dengan kamu." Mama menjelaskan dengan senyum lembutnya.


"Astaga maaaaaaaaa? Cuma itu doang? Kalo cuma itu alasannya, kenapa harus sekarang nikahnya? Mah, Mama tau kan aku lagi sibuk banget beresin skripsi aku? Gimana bisa coba aku sempat-sempat nya nikah?." gua mengusap kasar rambut gua dengan stressnya.


"Nak, Mama tau ini berat buat kamu. Tapi percayalah nak, ini semua untuk kebahagiaan kamu."


"Bahagia apaan? Beban yang ada!!!." Ucap gua dengan kesal nya langsung ninggalin Mama.


Sesampainya didepan kamar, gua buka pintu dan masuk, dan kembali menutup pintu kamar dengan kasarnya. Gua benar-benar frustasi sekarang. Gak tau lagi mau berbuat apa. Gak abis pikir sih sama cara Papa yg memperlakukan gua dengan sesuka nya.


----------------


Keesokannya, gua sama Papa berangkat ke kota B dengan menggunakan kereta api. Kota ini termasuk kota kecil di salah provinsi yang sama tempat gua tinggal. Memakan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan. Gua sama Papa masuk dan duduk di tempat yang udah di pesan.


"Nanti tolong jaga cara bicara mu. Jangan bersikap tidak sopan seperti yang sering kamu lakukan sama Papa." Ucap Papa.


"Tergantung.." ucap gua sambil mainin handphone tanpa memandang Papa.


"Kamu ini, entah kapan bisa berubah."


"Bodo!."

__ADS_1


((skip...skip)) Sesampainya di kota B, kita langsung datengin rumah yang mau di tuju. Kita disambut hangat sama sang pemilik. Bener kata Mama, keluarga yang ramah.


"Silahkan masuk.." Ucap sang tuan rumah.


"Terimakasih Adnan. Apa kabar kamu?." ucap Papa gua yang basa-basi nya itu menurut gua basi.


"Baik Rudi. Kamu apa kabar?."


"Baik juga.. Oh iya, ini anakku, Meldo. Yang aku janjiin sama kamu, Nan." ucap Papa sambil nepuk pundak gua.


"Janjiin? Emang gua barang langka apa?." bisik gua ke Papa dengan kesalnya.


"Cepat salam calon mertua mu. Yang sopan. Cepat sana." Papa sambil dorong-dorongin gua.


"Om.. Tante.." ucap gua sambil mengulurkan tangan mereka secara bergantian.


Gak lama kemudian, datang seorang gadis yang teriak sambil ngomong siapa yang datang kepada Mama Papa nya. Saat sampai di ruang tamu, Dia terdiam, mematung, melongo sambil liatin Gua. Aneh ini cewek, asli.


"Tesi, kenapa kamu begitu? Sini." ucap Papa nya.


"Kenapa sih liatin gua mulu?." ucap gua ke Dia karena gua emang gak nyaman banget sama reaksi nya.


Sebelum di jawab, kita semua duduk di kursi ruang tamu dengan tenang. Namun, jawaban pertanyaan gua tadi gak di gubris sama ni cewek. Yang ada dia malah nunduk mulu.


"Tesi, ini kenalin, yang didepan kamu namanya Meldo, dia akan menjadi calon suami mu. Dan yang di sebelah sana, ada Om Rudi, yang akan menjadi calon mertua mu." Mama nya menjelaskan.


Seketika, ni cewek melotot memandangi gua dan Papa secara bergantian. Aneh banget kerak-kerik nya. Setelah itu dia merengek gak mau di jodohin. Ternyata gua sama dia sejalan. Gua juga males di jodohin kayak gini.


"Bener Pa, Om, Tante. Bener apa kata cewek ini. Kita ini masih muda, masih banyak yang harus dikejar. Kenapa sih nikahnya buru-buru begini? Perihal menikah itu bukan hal yang mudah. Lagian Papa, Om dan tante udah ngerasain lika-liku pernikahan, masa gak bisa sih ngedukasi anaknya dengan baik? Dan malah memaksa anaknya nikah." ucap gua dengan kesal.


.. Tesi PoV ..


Gua seperti tersambar petir, hanyut di sungai amazon dan bertarung melawang king kobra yang ada disana. Menikah dengan Meldo? Gua gak ngerti, ini memang takdir atau gimana. Gua memang suka banget sama dia. Gak terbilang deh segimana naksir nya gua sama dia. Disisi lain, gua seneng sih di jodohin sama Dia. Tapi, pernikahan yang terbilang mendadak ini membuat kaget dan bingung.


Gak lama, tiba-tiba Papa Meldo buka suara.

__ADS_1


"Pernikahan ini diadakan lebih cepat, lebih bagus."


"Hah? Bukannya nunggu gua selesai wisuda dulu?." ucap Meldo.


Gua heran, Dia kenapa kayak gitu ngomong sama Papa nya?


"Kelamaan. Kamu ini hanya berfokus pada karir saja. Tidak pernah memikirkan masa depan bersama seorang istri. Makanya Papa bantu kamu memikir soal itu."


"Ck, gila ya."


Suasana jadi hening sejenak.


"Eh, lo ngomong dong. Lo juga gak mau kan perjodohan ini terjadi?." ucap Meldo ke gua yang buat gua sontak langsung kaget.


"Gua juga udah usaha bujuk Mama Papa kak. Tapi gua gak punya kekuatan apa-apa lagi. Gua udah nangis semalaman tapi tetap gak ada hasil." ucap gua dengan takut.


"Tunggu, lo manggil gua dengan sebutan kak?."


"Kita sekampus, kakak kating aku. Aku udah tau kakak. Padahal kita sering ketemu, masa iya lupa."


"Mana sempet gua nginget-nginget orang yang gak penting."


"Meldo, jaga omongan kamu." ucap Papa Meldo tiba-tiba.


Si Meldo berdiri dari duduknya dengan gaya yang sok gagah.


"Yaudah, sekarang nikahnya!!! Buruan siapin semuanya." ucap Meldo dengan lantangnya dan dia langsung jalan keluar. Dan itu membuat gua dan lain nya tediam terpaku.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca..


__ADS_2