
.. Tesi POV ..
Gua balik kerumah dengan 'membopong' semua lelah gua karena udah seharian beraktivitas. Gua langsung masuk kamar dan membersihkan diri. Waktu sekarang menunjukkan pukul 19.45 WIB, masih ada waktu buat makan sebelum tidur, pikir gua.
Saat gua di dapur, gua liat udah gak ada apa-apa lagi yang bisa dimakan, kecuali bahan-bahan yang masih mentah yang ada di kulkas. Akhirnya, gua berinisiatif ngedadar telur aja, karena kebetulan nasi putih masih banyak banget di rice cooker.
10 menit kemudian, telur dadar gua udah jadi, dan langsung aja gua santap karena udah laper banget. Gak berapa lama, tiba-tiba Mama telfon gua.
"hallo Tesi.." ucap Mama di seberang sana.
"Ya kenapa, Ma?." balas gua dengan lembut.
"*Kamu lagi sibuk sayang?."
"Lagi makan sih Ma.. Ada apa, Ma?."
"Maaf nak, Mama ganggu makan kamu."
"Gapapa kok Ma. Bicara aja. Ada hal penting yg mau Mama sampein ya?."
"Akhir pekan ini, kamu pulang ya nak? Mama sama Papa mau bicarain suatu hal sama kamu*."
Seketika gua terdiam dan heran kenapa semendadak ini nyuruh gua pulang?. Akhirnya, gua meng-iyakan permintaan Mama untuk pulang di akhir pekan.
___________________________
__ 08.00 WIB DI KAMPUS __
Gua lagi di kelas nungguin jam matkul pertama dimulai, tapi Dosennya kaga muncul-muncul. Gua jenuh dong, akhirnya gua keluar ruangan sebentar nyari udara seger sambil lihat-lihat halaman kampus. Gua keluar pintu sambil berlari kecil, dan gak disangka.
Brukkkkkkkkk....
Ada seseorang yg nyenggol gua kuat banget sampe gua jatuh. Saat gua menoleh kearah orang yang udah nyenggol gua sampe jatuh itu, seketika gua bengong dan gak berkedip menatap sosok itu ada di hadapan gua sambil mengulurkan tangannya dan berniat untuk nolongin gua.
"kamu gapapa?." tanya Dia sambil mengulurkan tangannya.
Gua tatap tangan itu dengan pikiran yang kosong, dengan sadar atau gak sadar, gua mengulurkan kembali tangan gua untuk menyambur uluran tangan Dia dan gua bangkit.
__ADS_1
"Iya kak, gapapa kok. Makasih." ucap gua dengan senyum sambil nahan sakit di kaki gua.
"Yaudah kalo gapapa. Maaf ya.. Kalo gitu gua pergi dulu." Ucap nya sambil jalan ninggalin gua tanpa rasa bersalah.
Gua terdiam memandang sosok itu dari belakangnya. Ya, Dia Meldo.. Walaupun pertemuan gua sama dia di bumbui pake acara jatuh terlebih dahulu, tapi gua seneng banget bisa ketemu dia dan merasakan genggaman tangannya walau hanya sesaat.
Gak lama, komisaris kelas ngasih tau kalau Dosen hari ini gak masuk. Kesel banget dong semua sekelas, udah dateng pagi-pagi malah gak hadir Dosennya. Karena hari ini cuma satu matkul doang, akhirnya gua memutuskan untuk ke perpustakaan aja menghabiskan waktu disana. Karena ini juga masih pagi dan gua males balik ke kontrakan gua.
__ Perpustakaan __
Gua mengelilingi setiap rak yang ada di perpustakaan itu. Dan gua berhenti di rak bagian Astronomi. Gua memilih beberapa buku mengenai ilmu astronomi. Gua baca-baca dan membolak-balikkan halaman buku tersebut.
Sekilas ada orang lewat di samping gua, dan terdapat kertas jatuh dari buku yang dia bawa. Tapi, itu orang keburu ilang dan cepet banget jalannya. Gua ambil kertas itu, dan terdapat tulisan : Jika aku mendapatkan kebahagiaan yang tidak ada akhirnya, maka aku akan menggegamnya dan tidak akan melepaskannya.
Gua langsung berpikir kalau ini orang pasti terpuruk banget atas kehidupannya, ataupun dia lagi mengalami masalah besar. Karena kata-kata nya lumayan puitis, gua memutuskan untuk menyimpan kertas itu.
------------------
Akhir pekan pun tiba, waktunya gua pulang kerumah. Gua pulang naik kereta api. Perjalanan cukup panjang dan memakan waktu sebanyak 4 jam. Dan akhirnya, gua sampe di stasiun asal kota gua tinggal. Disana udah ada Mama dan Papa yang nunggu lobby stasiun.
"Mama.. Papa.." gua teriak manggil mereka.
__Pukul 19.00__
Kita duduk di ruang keluarga sambil nonton TV, kita diam untuk sesaat sambil menyaksikan acara yang ada di televisi itu. Karena bosen, akhirnya gua buka percakapan.
"Ma.. Pa.. Kenapa Mama Papa nyuruh Tesi buru-buru pulang?." tanya gua mencoba membuka suasana.
"Ya memang Papa gak boleh nyuruh anaknya pulang? Emang kamu gak kangen sama Papa dan Mama?." jawab Papa
"Engga gitu kok Paa.. Pengen tau aja."
"Yasudah, kalau gitu Papa langsung terang-terangan aja ya?."
"Hah? Emang ada apa sih Pa?."
"Nak, Papa sama Mama sepakat mau menjodohkan kamu dan kamu akan segera menikah."
__ADS_1
Seketika aliran darah gua serasa berhenti seketika, mata gua gak berkedip, jantung gua berguncang gak karuan.
"HAHHHHH?? NIKAH??? APAAN SIH PAH? MAH? INI LAGI GAK BERCANDA KAN?." Gua reflek ngomongnya sambil ngegas, abisnya kaget banget.
"Begini nak, Papa sudah berbicara ini pada calon mertua mu. Papa juga sudah bilang kalau kamu mau fokus kuliah. Tapi beliau itu malah memaksa dengan kasihannya. Pada akhirnya, Papa dan Mama menyetujui. Bagaimana dengan kamu?."
"Nak, kamu bisa kok pikirkan ini terlebih dahulu." lanjut Mama.
"Astaga Pah, mah, emangnya aku ini kucing main dikawinin gitu aja? Aku bahkan gak tau siapa calonnya, gimana bibit bebet bobotnya, gimana kalo misalkan dia orang jahat? Atau dia om om? Atau dia pria hidung belang? Hiiiiiiiii Mama Papa apaan sihhh?? Aku gak mau aghhh." gua langsung beranjak ninggalin ruang keluar ga dan kembali ke kamar.
Gua merenung, gak abis pikir sama keputusan Mama Papa yang buat gua jantungan dan berpikir keras. Apaan coba? Anak masih kuliah maen nikah-nikahin aja.
-------------
.. Meldo POV ..
Gua baru selesai membersihkan diri, dan tiba-tiba handphone gua bunyi, Papa nelpon gua? Tumben, pikir gua.
"Ya?." ucap gua melas.
"Besok pagi Papa jemput, kita ke kota B untuk menemui calon istri serta calon mertua mu. Berkemas lah. Bawa barang secukupnya saja. Karena kita gak lama disana. Hanya lamaran." ucap Papa dengan santai nya.
"*HAH???? WOI PAH, GAK BISA GITU DONG? APAAN SIHH.?."
"Gak usah membantah, cepat tidur*."
Tuttuttut... Telponnya langsung di matiin sama Papa. Gua gak ngerti sama jalan pikirannya Papa. Dia berbuat semaunya atas hidup gua. Kesel banget.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Thanks yg udah baca.