CERPEN

CERPEN
INDAH PADA WAKTUNYA


__ADS_3

Indah Pada Waktunya


Indah namanya , umurnya genap enam tahun. Kulitnya putihdengan rambut hitam tergerai panjang. Indah memang cantik, dan hatinya jauhlebih cantik. Indah dibesarkan dengan kasih sayang, dengan kepercayaan, dandengan teladan yang baik dari kedua orangtuanya. Bu Mila dan Pak Faisal memangmembesarkan Indah dengan penuh kasih sayang namun tidak berlebihan. Sejak kecilIndah dididik untuk memegang teguh komitmen yang dibuat. Janji adalah janji,sebisa mungkin harus ditepati.


Segala sesuatu yang dimulai dengan kebohongan akan berakhirdengan kebohongan. Sesuatu yang dimulai dengan kecurangan akan berakhir dengankegagalan. Sesuatu yang dimulai dengan kesombongan akan berakhir dengankehancuran. Sebaliknya sesuatu yang dimulai dengan niat baik dan ketulusan akanberakhir dengan kebahagiaan.


Hari ini Indah ulang tahun, Bu Mila dan Pak Faisal memangtidak pernah merayakan ulang tahun Indah dengan pesta yang mewah. Cukupsyukuran kecil-kecilan di rumah. Namun tidak seperti biasanya, kali ini Indahminta hadiah. “Umi, beliin Indah kaus kaki renda ya... punya temen Indahbaguuuss deh... ada coraknya...”, ujar indah dengan penuh harap, begitu halusintonasinya sebenarnya Bu Mila tak sanggup menolak, tapi apapun yang terjadi,komitmen harus dipertahankan..


“Boleh, nanti Indah ikut Umi ke Swalayan ya, kita beli disanaaja. tapi Indah mesti janji, nggak boleh minta apa-apa lagi.” ujar bu Milapenuh kasih. “Makasi ya Umi, Indah janji nggak akan minta apa-apa lagi, kauskaki itu sudah cukup buat Indah.”. Sesuai janji, sore itu Bu Mila mengajakIndah ke Swalayan dekat rumah. Nggak perlu waktu lama bagi indah untukmenemukan kaus kakinya. Tapi ceritanya jadi lain saat Indah melihat kalungmutiara plastik di etalase kios asesoris kecantikan.


Kalung itu sungguh menarik, warnanya putih mengkilap sepertikalung mutiara sungguhan. Indah bingung, Ia terlanjur janji tidak akan mintaapa-apa lagi. tapi kalung itu begitu menarik baginya. Indah tidak sanggupmenahan hasrat untuk memiliki kalung itu. Lidahnya kelu, ia malu, tapi desakanitu kian kuat. 


akhirnya dengan terbata-bata, Indah berkata “Umi maafin Indahya.. Indah nggak jadi beli kaus kaki renda, Indah mau kalung itu. tapi kalonggak boleh, nggak apa-apa Indah nggak maksa, maafin Indah ya Umi, tapi indahmau kalungnya..” ujar Indah.


Sebenarnya Bu Mila bisa saja membelikan keduanya sekaligus,namun Indah tetap harus memegang komitmen yang dibuat. “Indah boleh belikalungnya, tapi kaus kakinya nggak jadi ya? Karena harganya lebih mahal, Umiakan potong sisanya dari tabungan Indah minggu ini. Gimana, Indah setuju?” .“Setuju Umi, nggak apa-apa deh nggak pake kaus kaki renda juga yang pentingpake kalung mutiara, hehe... makasi ya Umi... Umi baik deh...”

__ADS_1


Akhirnya Bu Mila membelinya dan Indah segera memakainya.Indah semakin terlihat cantik, wajahnya merona ceria sekali. Kalung itu jadimainan kesayangan Indah, tiap hari selalu dipakainya. Indah sering cerita padaBu Mila dan Pak Faisal, betapa sayangnya Ia pada kalung mutiaranya. 


Tidakterasa sebulan telah berlalu, dan Indah semakin tidak bisa berpisah dengankalung mutiaranya. Kemanapun Indah pergi, kalung itu selalu menempel dilehernya, membuat Indah semakin tampak cantik dan menggemaskan.


Malam itu seperti biasa, Pak Faisal membacakan dongengsebelum Indah tidur. menjelang akhir kisahnya, Pak Faisal mengajukan sebuahpertanyaan pada Indah. “Indah..., Indah sayang sama Ayah?” . “Tentu dong yah,Indah sayaaang sama ayah, sama Umi juga... kenapa...?” . 


“Kalo Indah sayangsama Ayah..., Kalungnya buat Ayah ya...?” . “Ya… Ayah, jangan dong yah... Ayahboleh ambil boneka kancil punya Indah, atau si Twingky... atau si Tweety...tapi jangan kalung ini yah...” ujar Indah memelas. “Ya udah... nggak apa-apa...Ayah ngerti kok” , ujar Pak Faisal bijak.


Esok malamnya, di akhir ceritanya, Pak Faisal kembalimengajukan pertanyaan yang sama pada Indah. “Indah..., Indah sayang sama Ayah?”. “Tentu dong yah, Indah sayaaang sama ayah, sama umi juga… emang kenapa…?”.“Kalo Indah sayang sama Ayah..., Kalungnya buat Ayah ya..?”. “Ya... Ayah,jangan dong yah... Ayah boleh ambil boneka beruang punya Indah, atau si bantalkingkong kesayangan Indah, tapi jangan kalung ini... Indah sayaaang banget samakalung ini... ” ujar Indah memelas sambil matanya barkaca-kaca.


“Ya udah...nggak apa-apa.. Ayah ngerti kok... Indah tidurnya yang lelap ya, tapi jangankesiangan, bangunnya pagi pagi ya sayang...”ujar Pak Faisal, mencoba mencairkansuasana.


Air matanya menetesi pipi-pipinya yang halus, matanya berkaca-kaca, tangannyayang mungil menggenggam erat kalung mutiaranya. Dengan terbata-bata Indahberkata, “Ayah.. Indah sayaaanng banget sama Ayah.. sama Umi juga.. Indah jugasayang sama kalung ini.. tapi Indah lebih sayang sama ayah dan Umi… jadi…kalung ini buat ayah aja..” ujar Indah disela-sela isak tangisnya.


Melihat ketulusan Indah, Pak Faisal terenyuh hatinya. Sambiltersenyum, ia berkata “Indah… Ayah sama Umi juga sayaang sama Indah, makasihIndah mau ngasih kalungnya ke Ayah. Boleh Ayah ambil kalungnya sekarang..?”.Dengan senyum yang tulus, Indah mengulurkan tangannya.. sambil tersenyum, Indahberkata “Boleh.. Indah ikhlas kok.. lagian kalung ini nggak ada apa-apanyadibandingkan kasih sayang ayah sama umi..” ujar Indah dengan tulus.

__ADS_1


Dengan perlahan sambil menatap mata Indah, Pak Faisalmengambil kalung itu dari tangan Indah dan memasukkan kalung itu ke saku celanapanjangnya. Kemudian… Pak Faisal merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan kotakkecil berwarna merah dan memberikannya pada Indah. “Makasih Indah, Bapak banggasama Indah.. sebenarnya bapak mau ngasih hadiah ini sebulan yang lalu.. tapisepertinya sekaranglah saat yang tepat.. dibuka ya hadiahnya..” Ujar PakFaisal, setengah berbisik. 


Dengan cekatan, tangan mungil Indah segera bergerakmembuka kotak kecil itu, muka Indah tiba-tiba merona, berwarna merah muda,indaaahh sekali..


ternyata kotak kecil itu berisi…………………… “kalung mutiara yangasli!”.


Sahabat, sedikit renungan yang dapat kita petik dari ceritadi atas, terkadang kita terlalu terikat dengan apa yang telah kita capai dankita inginkan. Entah itu berupa kekayaan, kedudukan, pangkat, jabatan,pasangan, atau apapun. Kita selalu merasa berat untuk kehilangan benda atauorang yang sangat kita sayangi. Seperti Indah yang demikian sayangnya padakalung mutiara imitasi-nya. Namun tahukah sahabat, seperti Pak Faisal,sesungguhnya seperti itulah Allah membimbing kita.


Terkadang Allah mencabut kedudukan kita, mengambil kekayaankita, mengambil orang yang sangat kita sayangi, melalui kuasanya. SebenarnyaAllah sedang menunggu.. Apakah kita akan melepaskan segala kepalsuan yangmelekat pada diri kita atau tidak. Sekali kita melepaskan kepalsuan yangmelekat, saat itu juga, Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang asli, yanglebih bersinar, dan abadi.


Sahabat, mudah2an kita dapat mengambil sedikit pelajaran darikisah kalung mutiara tersebut. Beberapa waktu yang lalu, saya dapat sms dariseorang sahabat di Malang. Sebuah puisi tentang kaktus dan kupu-kupu.. tolongdisimak ya.. Ketika aku meminta setangkai bunga yang indah, Allah memberikukaktus berduri. 


Ketika aku meminta binatang mungil nan cantik, Allah memberikuulat berbulu. Ketika Aku meminta kebijaksanaan, Allah memberiku setumpukmasalah untuk diselesaikan. Aku sedih, protes, dan kecewa.. betapa tidakadilnya ini. 


Namun kemudian.. Kaktus itu berbunga, indaaah sekali,berwarna-warni. Ulat itu pun berubah menjadi kupu-kupu yang cantik, Danternyata, setumpuk masalah itupun dapat diselesaikan.

__ADS_1


Itulah jalan Allah, ‘INDAH PADA WAKTUNYA”, “Allah tak memberiapa yang kita harapkan, tapi Allah memberi apa yang kita perlukan. Kadang kitasedih, marah dan kecewa. Tapi jauh diatas segalanya, Allah sedang merencanakanyang terindah buat kita”.


“Perjalanan hidup itu ibarat sebuah hari, Dini hari adalahmasa dimana lembar baru tercipta, Pagi hari adalah masa kanak-kanak dimanamimpi digantungkan. Siang hari adalah masa dewasa dimana mimpi dikejar dandiraih. Senja hari adalah masa tua dimana mimpi dinikmati, sedangkan malamadalah masa untuk mengakhirinya dengan istirahat panjang.. Sahabat, semogahidup ini sebaik perjalanan hari-harimu”.


__ADS_2