
"Ini kembaliannya, terima kasih"
"Kaito aku mau istirahat dulu"
"Oke"
Hawa diluar terasa sangat dingin. Ku ambil sebatang rokok dari kantong ku. Padahal dulu sekali aku enggan untuk menghisap benda ini. Entah kenapa semakin tua benda ini menjadi hal yang paling kubutuhkan. Semakin lama kuhirup semakin tenang rasanya. Membuat kulupa akan beratnya masalah, dan membuat kulupa akan dia walau hanya sebentar.
Istirahat ku selesai. Kubuang puntung rokok ku. Merapikan kembali bajuku dan beranjak masuk.
"Selamat datang"
"Begitukah cara mu menyapa pelanggan"
Aku terkejut dan langsung memalingkan muka ku.
"Eh! Ratna"
"Ya begitu lebih baik...lama tidak berjumpa"
"Ya"
Mataku tiba-tiba tertuju kepada seorang pria yang ada disebelahnya.
"Oh kenalkan ini Randy"
"Kenalkan aku Boby"
"Aku Randy"
"Sudah lama ya kita nggak ketemu, terakhir kali pas wisuda kuliah" ratna memulai pembicaraan
"Ya"
Kami mulai berbicara panjang. Membicarakan masa lalu. Dia tidak begitu berubah, masih tetap dia yang dulu. Ceria, riang, dan senyumnya tidak pernah berubah. Tetap senyum yang kusuka.
"Kalau begitu kami pulang dulu"
"Oh iya"
"Bye"
"Kawan mu?" kaito bertanya
__ADS_1
"Iya"
"Dari yang kulihat sedari tadi sepertinya kau menyukainya"
"Ah masa aku terlihat seperti itu...lagi pula sepertinya dia sudah punya pacar"
"Yang sabar nak" sambil menepuk pundakku
***Kekasih, taukah kau dari mana datangnya kecewa? dari dia yang kau anggap istimewa***
Jam kerja ku sudah selesai. Aku bersiap-siap untuk pulang. Diperjalanan pulang aku terus mengingatnya.Tidak kusangka aku akan bertemu dengan dia kembali. Hal yang kuanggap kenangan itu kembali menghantui pikiran ku. Wajahnya terus terbayang tapi, apalah daya ku dia sudah milik yang lain. Aku lebih baik melanjutkan hidup tanpa perlu mengingatnya.
Sesampainya dirumah aku langsung bersiap untuk mandi dan mengganti pakaian ku. Sebelum aku menyalakan sebatang rokok sambil melihat langit malam diluar.
"Woyyy Boby"
Tiba-tiba ada seorang wanita memanggil namaku.
"Siapa itu?...woy haru apa yang kau lakukan malam-malam disini"
"Hehehe apa aku butuh izin mu untuk jalan-jalan di malam hari?"
Dia adalah haru. gadis yang tinggal beberapa blok di dekat sini. Haru sering jalan-jalan bersama anjing dan kadang dia juga suka ngajak aku buat nemani dia. Entah kenapa dia suka sekali mengangguku.
"Jadi kau khawatir dengan aku ya"
"Ih ge-er ngak lah"
"Hihihi kamu tersipu malu... Lagi pula aku ngak sendiri aku di temani oleh momo"
"Momo?"
"Iya momo siapa anjing manis disini kalau bukan momo" sambil mengelus anjing peliharaannya
"Ooo jadi kau sedang membawa anjing mu jalan-jalan"
"Mungkin...bisa jadi juga karna aku ingin melihat mu"
"Hmmmmm"
"Kalau gitu aku pulang dulu"
"Tunggu haru biar aku mengambil jaket ku dulu"
__ADS_1
Aku segera masuk kembali kedalam dan mengambip jaket ku.
"Biar aku menemani mu pulang"
"Haaa yakin ini kan udah malam emang kau belum mau tidur"
"Tidak apa-apa biar aku menemanimu"
Aku akhirnya pergi menemani haru sampai kerumahnya.
"Terima kasih ya boby udah nemanin pulang...kamu mau masuk dulu?"
"Nggak usah aku langsung pulang udah malam"
"Maaf ngerepotin"
"Biasa aja kok lagian rumah ku tidak begitu jauh hanya beberapa blok... Kalau gitu aku pulang dulu"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dipagi hari aku sudah diributkan dengan lantunan musik dari hp ku.
"Siapa yang nelpon pagi-pagi begini"
Aku segera mengangkatnya.
"Halo"
"Astaga jam segini rupanya kau masih molor buka pintu mu ini aku diluar" langsung mematikan
Aku terkejut dan langsung bangkit dari tidur. Segera kubuka pintu.
"Kau rupanya" boby menyeringai
"Begitukah kau menyapa teman lama mu ini"
"Ya ya ya"
"Jadi apa aku udah dibolehkan masuk? Lihat ini sudah cukup bukan" sambil menunjukkan makanan yang ada di kantong plastik
"Iya silahkan"
"Hehehe"
__ADS_1