
"Woi fajar!!"
"Eh apa?"
"Dipanggilin malah diam aja"
"Hehe iya" sambil tersenyum polos
Mana mungkin aku tak terdiam melihat senyum mu. Itu adalah hal yang mustahil bagi ku. Kau adalah alasan setiap kali melewati kelas mu. Selalu mengintip mu setiap aku berjalan. Tapi, sayang kau tak pernah melihat kembali.
"Traktir dong heheh"
"Enak aja kau yang harusnya traktir masa aku mulu...ya kan rin?"
"Iya masak kami terus" arin menambah
"Sesekali apalah salah nya mel"
"Seenak mu aja mintalah sama bapak mu" amel menjawab
"Kita tidak boleh sering-sering merepotkan orang tua kita kan sudah besar"
"Dan juga kita tidak boleh sering merepotkan orang lain fajarrr"
"Hehe kau kan baik orangnya jadi kan gak pa-pa...betul aku kan rin"
"Terserah kau lahh" arin membalas
Terserah apa yang mau kalian bilang. Apalagi tujuan ku sebenarnya bukan itu. Aku hanya ingin melihat mu saja. Hanya itu tujuan ku. Melihat senyum mu sudah bisa membuat ku bahagia.
***Sayang ku, jangan lihat aku hanya dengan matamu, lihat lah aku dengan hatimu***
__ADS_1
Sepertinya waktu ku untuk melihatnya sudah mulai habis. Masa sma ini akan segera berakhir. Hal yang tersendat dihati belum juga diungkapkan. Maklum semua orang takut untuk ditolak.
"Mel kau dipanggil tuh" menunjuk ke orang yang memanggilnya
"Eh iya" amel segera berjalan menemui orang yang memanggilnya
Tinggal lah kami berdua aku dan arin.
"Sebenarnya kau suka sama amel kan?" arin bertanya
"Eh apa-apaan sih ngak lah" dengan membuang mukanya
"Jangan berbohong aku udah tau kok"
"Hehehe...ketahuan juga ya padahal aku udah capek-capek nyembunyin biar nggak ada yang tau malah ketahuan"
"Dari cara mu menatapnya saja sudah bisa ketebak"
"Cieeee kamu sering merhatiin aku rupanya yaa"
"Hahaha"
"Jadi kau nggak ada rencana mau ngungkapin gitu" Arin bertanya
"Entah, aku juga nggak ngerti aku cukup menikmati saat-saat seperti ini...tapi, disisilain aku mengharapkan sesuatu yang lebih...jadi aku masih bingung"
***Kekasih, pada akhirnya aku terlanjur menikmati waktu ini
Sehingga aku lupa kau langit aku tanah***
"Kalian lagi bicarain apa?" amel tiba-tiba datang
__ADS_1
"Eh nggak bicarain apa-apa kok" fajar menjawab
"Jar!" ada seseorang yang memanggil fajar dari kejauhan.
Perlahan dia mulai ketempat fajar.
"Disini kau rupanya kantinlah yok"
"Fakri rupanya kirain siapa manggil...nanti bapak masuk nggak"
"Tu kau dari tadi keluar ngapain"
"Eh bukannya kau jamkos jar?"
Amel bertanya
"Mana ada jamkos dia aja yang ke wc nggak balek-balek"
"Hehe tu kayak mana cara kau keluar" fajar bertanya
"Izinlah apalagi"
"Memanglah kalian berdua ni" arin memarahi
"Udahlah kami masuk lagi kami nggak mau dikategorikan murid seperti kalian" amel memarahi dan beranjak pergi
***Kekasih, kau mirip seperti angin hanya menyejukkan sebentar***
Kring...kring.kringg
Begitu cepat waktu berlalu, bel pulang sudah berbunyi. Aku yang sedari tadi berada dikantin beranjak keluar dan memasuki kelas kembali untuk mengambil tas. Karna bel pulang pas sekali dengan azan ashar aku salat dulu di mushola sekolah. Setelah salat aku kembali memasang sepatu dan beranjak pulang. Disaat itu ku kembali melihat mu tengah asik memainkan hp mu. Kau tersenyum manis sambil memainkannya. Ingin sekali ku menyapa mu. Ingin sekali aku mengatakan isi hati ku. Tapi, apalah daya ku, kau terlalu tinggi untuk diraih tidak cocok dengan orang seperti ku.
__ADS_1
***Sekali lagi aku menyerah untuk menggapai mu kekasih
Aku akan menikmati sisa waktu yang kita miliki***