
Akhirnya semua ini sudah selesai. Setiap ujian telah berhasil diselesaikan tinggal menunggu waktu pengumuman kelulusan tapi, masih ada aja satu hal yang sampai sekarang belum dapat aku selesaikan. Dari awal aku melihatnya sampai hari menjelang kelulusan. Sepertinya aku harus mengungkapkan rasa ini.
Tiba-tiba ada seorang guru yang lewat didepan ku. Aku segera bangunan dari lamunan ku dan menyapanya.
"Eh aku tidak disapa?"
Tiba-tiba sosok yang sedari tadi kupikirkan sudah ada di depan ku.
"Eh...dara"
"Iyaaaa" sambil tersenyum manis
__ADS_1
Gadis manis ini tersenyum dengan lembutnya. Kepalanya yang ditutupi dengan jilbab yang panjang dan tidak boleh sehelai rambut pun terlihat. Menambah kesan terlihat begitu alim. Ia tidak lebih tinggi dari pada aku sehingga masih bisa untuk aku mengelus kepalanya. Karena dia begitu alim, aku jadi ragu untuk menyatakannya. Dia melarang siapapun laki-laki untuk menyentuhnya. Tapi mungkin bukan hanya itu saja alasan ku untuk tidak menyatakannya. Tapi hanya saja dia terlalu tinggi untuk kuraih mungkin. Dia tidak cocok jika bersama dengan ku. Aku bagaikan tanah sedangkan dia langit, dia begitu luas begitu indah. Dia itu adalah langit biru yang tidak bisa kutemui di manapun mungkin pertemuan kami bisa jadi hanya disekolah. Setelah semua selesai mungkin aku tidak akan bisa untuk bertemu dengan nya kembali. Jika aku rindu dengannya aku hanya bisa mengingat kembali kenangan itu.
Saat tu kelas kami mengadakan bakar-bakar. Kami bersenang-senang malam itu tertawa menyanyi. Yaaa menciptakan kenangan indah. Aku membantu membakar sosis, bakso, jagung. Saat itu dara juga ikut membantu membakar dan dia berada disebelah ku. Aku membakarnya sambil bersenda gurau dengan teman-teman ku, mungkin karna ku terlalu lasak aku tidak sengaja menyentuh tangan dara. Aku terkejut dan langsung pura-pura tidak tahu. Mungkin hanya perasaan atau bayangan ku saja bahwa dia melihat ke arah ku. Tapi setelah itu aku melihat kearahnya sambil berharap dia tidak marah. Biasanya dia akan marah kalau tanganya disentuh oleh laki-laki, "kan belum muhrim dosa itu" katanya. Aku malas kalau tiba-tiba dia marah ke aku. Tapi untung dia tidak tau. Aku melanjutkan kan membakar makanan ini. Sambil sedikit mencicipinya, karna aku sedikit haus. Aku meminta tolong kepada temanku untuk mengambilkan air minum.
"Aku juga ya sekalian"
Tapi temanku tidak menghiraukan nya. Jadi dia hanya mengambil kan air untukku. Mungkin lantaran dia haus dia meminta air.
"Boleh?" Sambil memegang gelas minum ku.
Dara mengambil gelas ku dan meneguk beberapa kali air. Aku perhatikan tempat dimana dia minum. Tapi untung saja dia tidak minum ditempat yang sama denganku. Aku sedikit terkejut dia akan memintanya. Ku kira dia bakal meminta nya dari teman perempuan yang ada disebelahnya.
__ADS_1
"Makasih ya"
"Iya"
Setelah itu aku lanjut membakar. Aku rasa ini memang lasak dihari itu, bukan hanya menyentuh tangan saja. Kali ini aku tidak sengaja menyentuh pipinya. Betapa bodohnya aku, orang lasak seperti apa akan menerbangkan tangannya kemana-mana. Sekali lagi secepat kilat aku langsung membuang muka dan pura-pura tidak tau. Setelah beberapa saat aku perhatikan sepertinya dia tidak tau. Hufff sekali lagi aku selamat. Sampai acara selesai pun dia tidak marah padaku justru kami bersenda gurau dengan senangnya.
Jadi nostalgia rasanya saat mengingat kenangan itu. Tidak terasa sebentar lagi aku lulus. Tapi aku belum berhasil mengungkap perasaan ku. Aku takut dia tidak menerimaku. Mungkin perasaan ini lebih baik aku bawa diam saja. Sambil berharap aku dapat melupakannya secara perlahan. Mungkin ini yang disebut cinta dalam diam. Ya betul cinta dalam diam.
Tapi perasaan ini tidak bisa kutahan lebih lama lagi. Aku tidak bisa membawa dia perasaan ini.
"Dera!"
__ADS_1
Aku langsung menarik lengan bajunya. Sepertinya aku telah menginjak ranjau yang hebat. Aku tidak bisa mundur lagi.
"Aku suka sama kamu!"