
Lima menit kemudian, Rina dan Erika pun datang membawa arang. Lalu, anak lainnya mengikuti di belakang. Mama Rina segera mengambil alat pembakaran dari samping rumahnya.
"Rina, tolong ambil dagingnya di dalam, sekalian sama kecapnya," pinta Mama Rina.
"Iya, Ma."
"Mau gue bantu nggak, Rin?" tawar Rino.
"Nggak usah. Nggak berat juga kok, Rino, ehehe."
"Oke deh, kalau gitu."
Rina sudah keluar dengan membawa sebaskom daging ayam dan daging kambing yang sudah ditusuk serta kecap. Fira yang terkenal suka menolong segera menghampiri Rina dan menyusun daging sate di atas alat pembakaran.
"Uy, bubuhannya! Sini nah, bantuin," ucap Rina sembari masuk ke dalam rumah untuk membuat es teh.
"Kalau sate kambing itu lama ya masaknya, Tante?" tanya Fina.
"Yaa, lumayan lama, makanya direbus dulu baru dibakar," jawab mama Rina.
"Ini sudah mau dikipasin kah, Tante?" tanya Agung.
"Semuanya! Yuk, minum es teh," panggil Rina.
Farish, Lindi, Elisa, Titam, Shalu, Ciwa, Arby, Lani, dan yang lainnya pun segera menghampiri Rina.
"Oh iya, kipasnya belum gue ambil!" ucap Rina.
"Nih, siapa yang mau ngipasin?" Rina sudah membawa beberapa kipas di tangannya.
"Gue aja yang ngipasin," sahut Fahri sambil mengambil dua kipas dari Rina.
"Ceweknya, nih coba bantuin Mamanya Rina!" ucap Fahri.
"Sini-sini kipasnya, gue yang kipasin," ucap Erika.
Akhirnya Fahri dan Erika yang mengipasi satenya. Beberapa menit, digantikan oleh Ciwa lalu yang lainnya. Begitulah seterusnya hingga giliran Shalu yang mengipas. Ketika Shalu baru 2 menit mengipas sate bersama Rido dan Fina, Arby datang menghampiri Shalu.
"Lo duduk aja, Sal. Biar gue yang ngipasin," ucap Arby sembari mengambil kipas yang dipegang Shalu.
"Gue baru-baru aja ngipasinnya, Bi. Lagi pula, gue nggak ada kerjaan juga," sahut Shalu.
"Udah Sal ... Lo duduk aja, nanti capek," ucap Arby dengan nada lembut.
Mau tak mau Shalu mengalah. Ia menyerahkan kipasnya pada Arby, lalu duduk di depan pintu Rina. Sekarang ia bingung mau ngapain. Bergabung dengan yang lain? Shalu bukan tipe cewek yang gampang bergaul, ia saja tak terlalu akrab dengan teman-temannya. Padahal sudah hampir tiga tahun sekolah, namun Shalu masih merasa canggung. Kecuali dengan Ciwa, Fina, Lani, Rina, dan Fahri.
Shalu ingin memainkan handphone untuk mengatasi kegabutannya, tetapi handphone-nya mati.
"Lagi apa , Sal?" tanya Arby yang sudah duduk di samping Shalu.
"Duduk."
"Minum es teh, Sal," tawar Arby.
"Iya." Melihat Shalu hanya menanggapinya, akhirnya Arby menuangkan secangkir es teh lalu , diberikannya kepada Shalu.
"Nih, diminum es tehnya," Arby memperlihatkan senyum pepsodent-nya.
"Makasih, Bi," ucap Shalu sambil menerima es teh pemberian Arby.
'Lo tuh persis air mineral ya, Bi. Rasanya kayak ada manis-manisnya gitu,' gumam Shalu.
'Nah, kan jadi makin manis teh-nya gara-gara senyum lo!' lanjut Shalu yang sedang memperhatikan Arby diam-diam.
"Cihaaa Arby ... sama Shalu," ucap Rina yang baru saja keluar dari dapur dengan membawa semangkuk sambal kacang.
__ADS_1
"Makan pisang, Sal." Arby mengambil satu sisir pisang moli.
"Iya tuh, makan aja pisangnya. Masih banyak kok," ucap Rina. Di rumah Rina memang banyak pisang moli berjejer di samping pintu.
"Oh iya, Rin," sahut Shalu.
Arby memberikan satu buah pisang moli ke Shalu, namun tidak diterimanya.
"Kenapa?"
"Lagi nggak pengin aja."
"Oh , ya udah." Arby pun memakan pisang yang dipegangnya.
"Akhirnya ... masak juga satenya," ucap Ciwa.
Rina langsung keluar mengambil sate-sate yang sudah matang.
"Kuy, makan! Satenya udah jadi," ucap Rina.
"Lha, pada kemana semua, nih?" lanjutnya saat melihat temannya hanya sedikit.
"Beli es, Rin. Kalau Titam sama Erika cari ice cream," sahut Fina.
"Oh, iya kah? Ya udah, panggil dulu," ucap Rina lalu membawa sebaskom sate ke dalam rumahnya.
Akhirnya Ciwa dan Shalu yang memanggil teman-temannya.
"Jadi, udah masak nih? Yeey!" ucap Elisa lalu berjalan cepat ke rumah Rina. Yang lainnya pun mengikuti.
"Yaah, kita yang manggil, kita juga yang ditinggal," ucap Ciwa.
***
"Fina, Lani, kalian nggak makan sate?" tanya Shalu.
"Nunggu kalian," sahut Lani dan Fina bersamaan.
"Beh ... kalian ini setia kawan deh, hahahah," ucap Ciwa.
"Iya, dong, Fina, gitu loh," ucap Fina.
"Kenapa kalian nggak masuk? Yang lainnya udah pada makan, tuh," ucap Agung.
"Lani, Shalu, Fina, Ciwa. Ayo nah makan. Nanti habis loh," ajak Rina.
"Iyaa, ini otw." Mereka pun masuk ke rumah Rina.
"Eh, Shalu. Ayo, duduk sini," ucap Arby mempersilakan Shalu duduk di tempat yang sebelumnya ia duduki. Sedangkan, ia sudah berdiri.
"Eits, sebentar dulu," lanjutnya sambil mengambil beberapa tusuk sate, lalu keluar.
"Dasar, Arby. Ngambil banyak lagi, dia," ucap Ciwa cemberut.
Akhirnya mereka duduk dan menikmati satenya di iringi canda tawa.
"Eh, yang lainnya pada liat nggak? Pas tadi Putri mau bakar satenya, satenya langsung mau dibakar di arangnya. Hahahah," ucap Jidan.
"Yaelah, namanya juga baru pertama kali-"
"-Makan sate." Vera melanjutkan perkataan Putri.
"Ih! Maksud gue, baru pertama kali bakar sate!"
__ADS_1
"Oh iya, tadi ada yang lagi pdkt loh," ucap Lindi.
"Wah, siapa tuh?" tanya Likas.
"Si Arby sama Shalu," sahut Ciwa sambil melirik ke arah Shalu.
"Siapa yang pdkt?" tanya Arby yang tiba-tiba muncul di balik pintu.
"Nah, muncul orangnya, hihihihihi." Tawa Jidan sukses mengundang tawa teman-temannya, karena suara tawanya mirip kuntilanak.
"Assalamu'alaikum," ucap Erika dan Titam yang baru saja selesai mencari ice cream.
"Wa'alaikumsalam," jawab yang lainnya.
"Iissh ... sate gue mana?" rengek Erika.
"Yaah, tinggal dikit satenya. Kalian lambat sih ..." ucap Rina.
"Kalau mau, masih ada sate kambingnya kok," lanjutnya.
"Nggak-nggak. Sate ayam aja, nanti tekanan kalau sate kambing," sahut Titam.
Walaupun satenya sisa sedikit, Erika dan Titam tetap memakannya.
Setelah selesai makan, Rina membereskan piring-piringnya untuk di cuci dibantu oleh Shalu dan Fina.
"Gue aja, Fin, Sal, yang nyuci," ucap Rina.
"Nggak, Rin. Kan kita yang makan, jadi ya kita juga yang nyuci," sahut Fina.
"Udah deh, yang adil, kita bertiga yang nyuci," ucap Shalu.
"Oke."
***
Usai mencuci piring, Vera mengajak untuk berfoto bareng. Akhirnya mereka mengabadikan foto mereka sebelum perpisahan berlangsung.
"Makasih ya, semuanya udah datang," ucap Rina.
"Sama-sama, Rin," sahut mereka serentak.
"Makasih juga ya, Rin satenya hehehe," ucap Rino.
"Oh iya, btw satenya mantap, Rin. Thanks ya, dari kita semua," ucap Jidan.
"Iya, sama-sama, hahahah siapa dulu yang buat," ucap Rina.
"Semuanya dong! Hahaha."
Setelah puas berfoto bareng, mereka pun pamit pulang ke rumah masing-masing
..End..
Haiii. Aku up lagi nih. Jangan lupa kasih vote ya kalau kalian suka:)
__ADS_1