
**flashback.
"aaaach...."
teriak Rachel terjatuh di tangga rumahnya.
Rachel pun merasakan sakit di'kaki serta perutnya...
saat darah mengalir deras tiba-tiba kepalanya pusing dan tak sadarkan diri....
dia tak mengingat apa pun...
dia hanya ingat bermain di'taman bersama seorang anak laki-laki tampan,,
anak itu memanggilnya mami..
mereka bermain dengan gembira,,
berlari kesana kemari...
samai sesuatu terjadi..
entah apa itu....
tiba-tiba Ricky menggendong sang anak yang menangis...
tangisannya sangat kencang,hingga menyentuh hati Rachel,,
seketika Rachel tersadar,namun dia tak bisa membuka matanya,,
dia merasakan Ricky berbicara padanya,hingga mendengar sang anak menangis,,
namun tubuhnya kaku,tak dapat digerakkan...
dia terus mencoba,dan akhirnya dia bisa merespon dengan menggerakkan tangan serta kakinya,,
hari terus berlalu,namun Rachel terus berusaha sekuat tenaga untuk menormalkan tubuhnya,,
hingga tubuhnya kejang....
dan dia tak ingat apapun lagi....
seketika matanya terbuka lebar,,
banyak perawat dan dokter didepannya....
"Bu Rachel bisa lihat saya..."
tanya dokter.
Rachel pun menatap sang dokter...
"saya dimana..."
bisik Rachel.
"ibu dirumah sakit Bu..."
"ibu ingat nama ibu..."
tanya dokter lagi.
Rachel hanya mengangguk'kan kepalanya...
"suami saya dimana dok..."
__ADS_1
bisik Rachel lagi.
"ada diluar Bu,nanti kami panggilkan..."
"kami periksa Bu Rachel dulu ya sebentar..."
setelah pemeriksaan selesai,dokter pun memanggil Ricky...
Ricky masuk dan menatap Rachel,,
Rachel senang melihat sang suami dihadapannya...
dia tersenyum manis,dan bersyukur masih diberi kesempatan untuk hidup....
"terimakasih..."
kata yang selama ini dia ingin ucapkan pada sang suami yang setia mendampinginya.
bahagia dan haru yang dia rasakan saat ini...
namun ada sedikit rasa penyesalan juga yang dia rasakan,,
dia menyesal tak pernah mendengar ucapan sang suami,,
hingga dia terjatuh,mencelakai dirinya serta bayi dalam kandungannya....
"bayi,iya bayi..."
"dimana anak q..."
tanya Rachel dalam hati....
hingga Ricky datang dan menghampirinya,pertanyaan itu terus berputar dikepalanya.
**at the moments.
Ricky menggenggam tangan Rachel...
"badannya udah enakan sayang .."
"kalo masih ada yang sakit bilang aja ya..."
ucap Ricky menatap dalam sang istri.
"anak kita dimana..."
tanya Rachel.
"tenang aja,jagoan kita dirumah bunda."
"dia udah keluar dari rumah sakit seminggu yang lalu..."
"kamu inget ga..."
tanya Ricky.
Rachel pun menggeleng-geleng kepalanya.
"gapapa kalo ga inget."
"yang penting sekarang kamu udah sehat..."
Ricky terus tersenyum menatap Rachel.
"kenapa...."
__ADS_1
tanya Rachel.
"aq ga bisa bayangin hidup aq kalo ga ada kamu..."
"jangan kaya gini lagi ya..."
"maafin aq kalo selama ini aq bikin kamu kesel terus..."
"tapi jangan kamu hukum aq kaya gini lagi ya..."
"aq takut...."
Ricky bersedih.
Rachel memegang pipi Ricky.
dan menghapus air mata Ricky....
"i love u papi..."
singkat Rachel.
kata yang selama ini tak pernah diucapkan Rachel...
kata yang selalu dinanti-nantikan'nya selama ini,,
kata yang bagaikan sejarah baginya...
kini diucapkan langsung oleh sang istri tercinta,,
Ricky pun terharu...
dia makin meneteskan air matanya hingga tak tertahan,,
"love u to sayang..."
"love u more...."
"always love u...."
ucap Ricky sambil menciumi tangan Rachel.
mereka pun menikmati waktu bersama,,
mengganti hari-hari haru kemarin....
"kamu laper ga...?"
tanya Ricky.
"kamu laper...?"
tanya balik Rachel.
"ditanya kok malah nanya balik..."
"aq ga laper,lagian tadi suster bilang kan ga boleh makan dulu..."
jawab Rachel.
"kalo kamu laper kamu boleh makan dulu,nanti kesini lagi..."
"ga ah,aq mau disini aja sama kamu..."
"begini aja udah bikin aq kenyang kok sayang..."
__ADS_1
Ricky memeluk tubuh Rachel.