
"di blokir...."
"iya nomer gw dia blokir ..."
"aaaaaaach...."
kesal Ricky sambil mengacak-ngacak rambutnya serta kasurnya...
"kenapa diblokir sih cheelll..."
"begooo,gw emang bego..."
Ricky marah-marah sendiri didalam kamarnya.
dia kembali merenungkan kebodohannya kemarin.
saat setelah pulang dari rumah bunda Rachel,dia memang sempat meragukan hubungannya dengan Rachel,,
dia berfikir belum siap untuk berumah tangga.
namun kini,tak melihatnya beberapa hari saja Ricky seperti anak ayam kehilangan induknya.
apalagi sekarang Rachel pergi menjauh dan memblokir nomernya,,
Ricky benar-benar kacau..
dia tak bersemangat lagi melalui hari-harinya,,
"siaaal....kenapa hp gw mati disaat yang ga tepat."
dia membanting kembali hp barunya,teringat akan nomernya terblokir....
mamy yang mendengar teriakan dari kamar Ricky menghampirinya,dia ingin tau apa yang terjadi dengan anak kesayangannya itu.
mamy mengetuk pintu kamar Ricky...
tok....tok....tok...
"bang...ada apa...?
tanya mamy dari balik pintu.
Ricky tak menjawab,
dia masih terduduk lemah dibawah kasurnya sambil menghadap luar jendela.
mamy yang tak mendapat jawaban dari dalam kamar kemudian memaksa masuk,dan ternyata tak dikunci kamarnya...
mamy melihat kamarnya berantakan dan hp yang tergeletak di bawa,dengan sang anak yang nampak berantakan duduk dilantai ...
"astagfirullah bang,ada apa..."
panik sang mamy menghampiri Ricky.
Ricky yang ditanya hanya diam tak menjawab..
"bang,jawab mamy ada apa ...???"
__ADS_1
mamy yang penasaran kemudian mengambil hp Ricky dilantai.
mamy melihat beberapa panggilan keluar Rachel...
sekarang mamy tau,pasti karna Rachel.
mamy menekan tombol telpon,menghubungi Rachel kembali,,
namun sayang tak tersambung...
"percuma mih,udh diblokir..."
"Rachel memblokir nomer Ricky mih..."
jawab Ricky lemah.
"kenapa,Abang bikin salah....?"
"cerita ke mamy bang,ada apa..."
tanya mamy yang benar-benar penasaran.
kemudian Ricky menceritakan semua yang terjadi..
dia menyesal pernah meragukan perasaannya pada Rachel..
"Gapapa bang,ini cuma salah paham."
"kamu temui dia,jelaskan semuanya...."
saran mamy.
"dia pindah,pindah kemana?"
"dia ngambil kerjaan ke Yogya,dia pegang cafe baru disana.."
"dia pasti kesal sama Ricky mih,makanya dia terima kerja disana.."
Ricky menyesali yang terjadi.....
"Yogya ga jauh bang,deket...."
"kalo Abang ga mau kehilangan dia,temui dia."
Ricky seperti mendapat angin segar,ucapan mamy benar..
dari tadi dia benar-benar tak bisa berfikir,seperti buntu,,
namun saat mendengar pesan mamy,dia mulai semangat kembali.
Ricky tiba-tiba bangun dan hendak pergi..
"mau kemana bang,?"
tanya bunda panik.
"Ricky mau ijin manager mih,minta libur beberapa hari,mau nyamperin Rachel."
__ADS_1
"kamu ga mau coba tlpon Rachel dulu.."
"kan nomer Ricky diblokir mih."
"nih pake hp mamy....
mamy memberikan hp'nya sambil tersenyum.
"jangan terburu-buru,tenangkan fikiran mu,kalau difikir dengan tenang,semua ada jalan keluarnya..."
ucap mamy sambil mengusap kepala Ricky dan berlalu.
Ricky seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru,
dia amat senang dan malu akan tingkahnya..
Untung ada mamy...
"mamy emang paling the besssst...."
ucap Ricky senang.
kemudian dia mengetikkan nomer Rachel yang dia lihat dihp barunya,menggunakan hp mamy.
menyambung......
tuuuut....
tuuuuut......
tuuuut.....
Ricky merasa tegang,namun panggilannya belum juga diangkat....
tuuuuut......
tuuuuut.......
"assalamualaikum."
sapa Rachel.
"walaikumsllam."
jawab Ricky.
Rachel langsung memutuskan tlponnya.....
Ricky kembali menghubungi,namun tlponnya ditolak oleh Rachel.
Ricky pun mengirimkan pesan agar Rachel membacanya.
Ricky menjelaskan semua dalam pesan tersebut.
namun tak ada tanda telah dibaca olehnya,tentu saja tak ada balasan.
setidaknya dia sudah mendengar suara Rachel,meskipun hanya beberapa detik....
__ADS_1
Ricky juga lega,sudah menjelaskan pada Rachel,meskipun tak direspon..