
Rachel tertidur dilengan Ricky,
Ricky begitu merasakan kebahagiaan bersama Rachel...
hanya bersama Rachel, Ricky bisa menjadi apa adanya,tak menutupi apapun,tak bisa berbohong,dan nyaman tentunya....
Rachel yang begitu mandiri dan suka kebebasan,justru malah membuat Ricky khawatir, khawatir dia tak dibutuhkan oleh Rachel....
Ricky terus berusaha akan tetap mendampinginya hingga maut memisahkan.
pagi pun menjelang,,
Rachel yang sudah cantik membangunkan Ricky....
"ky banguuun,dari tadi kamu aq bangunin susah deh...."
"nanti ketinggalan pesawat ky,Ayo cpetan..."
"belum sarapan juga kamu..."
Rachel mengguncang tubuh Ricky.
"aq ga mau pulang,mau sama kamu aja..."
jawab Ricky sambil menutup kepalanya dengan selimut.
"wah,ngaco nih orang...."
"bangun ga,cepet bangun...."
"aq cuma sebulan kok,setelah selesai aq langsung pulang."
Rachel menjelaskan.
Ricky bangun dengan lesu,kemudian segera mandi....
Ricky sudah bersiap,saat akan keluar Ricky menarik Rachel,,
Ricky menc*** bibir Rachel yang kini menjadi candunya,
berjalan perlahan,mendorongnya ke arah tembok....
Rachel melingkarkan tangannya dileher Rachel,dan memperdalam c***** itu....
Ricky terus melu*** bibir Rachel,hingga mereka terasa sesak...
Ricky melepaskan ciumannya kemudian menempelkan keningnya dengan kening Rachel,,
"love u chel,jaga diri kamu baik-baik,terus cepet pulang."
Rachel hanya mengangguk tanda mengerti...
Ricky pun mencium sekilas kening dan bibir ranum Rachel,,
kemudian mereka keluar apartemen menuju bandara ....
saat sampai di bandara ada telpon masuk ke hp Rachel...
__ADS_1
SEPTA .....
"assalamualaikum,"
sapa Rachel.
"lagi dimana,"
tanya septa.
"bandara ..."
ucap Rachel.
"mau kemana,nanti jadi kan ??"
tanya septa lagi.
"jadi donk,ke cafe aja..."
pinta Rachel.
"oke,aq tunggu di cafe sekitar jam 1 siang aja ya,sekalian kita makan siang,"
ucap septa.
"ok,see u ... assalamu'alaikum."
ucap septa lagi.
tutup Rachel.
Ricky dari tadi mendengarkan percakapa mereka,penasaran siapa si penelepon yang sok akrab itu...
saat Rachel sudah mematikan tlponnya Ricky siap dengan pertanyaan yang mengganjalny.
"siapa...?"
sinis Ricky.
"septa."
jawab Rachel santai.
"iya,septa itu siapa maksudnya..."
"ngapain dia nelpon kamu,nanya-nanya segala.."
tanya Ricky detail.
Rachel hanya heran melihat respon Ricky tak biasnya dia marah-marah...
"dia temennya bara,dia tau aq buka beberapa usaha,jadi dia mau nanya-nanya aja tentang usaha,mau belajar banyak katanya sih..."
ucap Rachel,
"alaaaah,alesa aja itu sih mau deketin kamu,lagian ngapain sih si bara ngenal-ngenalin kamu sama temnnya..."
__ADS_1
kesal Ricky.
"dia orang asli sini ky,dia diminta bara buat bantuin aq cari apartemen,dia juga yang kasih tau lokasi bagus buat buka usaha disini..."
"kamu kenapa sih ngomel-ngomel,udh mau pulang malah marah-marah."
bingung Rachel.
"pokoknya aq ga mau ya kamu deket-deket sama dia,"
"kamu bilang kalo kamu itu udh punya calon suami,biar dia kapok."
"jangan kasih harapan palsu ke dia,nanti dia baper."
"lagian kenapa kamu baru bilang pas aq mau pulang sih,kemaren-kemaren kamu ga cerita."
Ricky ngedumel.
"kamu ga nanya ..."
ucap Rachel singkat.
"udh sana nanti ketinggalan pesawat, bhay-bhay Ricky...."
Rachel mendorong Ricky sambil melambaikan tangannya.
"aq ga jadi pulang,aq mau liat si septa dulu."
Ricky membalikkan tubuhnya.
Rachel menarik tangan Ricky,
"jangan macem-macem ky,jangan becanda."
"aq ga becanda chel..."
Ricky seriyus.
"liat aq...."
"cuma ada kamu dihati aq ky,cuma kamu yang ambil first kiss aq,cuma kamu yang bikin hari-hari aq berbeda,jadi kamu cukup percaya sama aq,aq ga mungkin aneh-aneh."
ucap Rachel sambil memegang wajah Ricky.
"aq bisa jaga diri aq baik-baik ky."
"pulang ya,banyak yang nungguin kamu dirumah."
"nanti aq tlpon kamu"
Ricky pun terkesima atas pengakuan Rachel,,
bukan Ricky tak percaya pada Rachel,tapi lebih ke si septa,dia mencurigai septa punya maksud lain.....
akhirnya Ricky luluh,dan pulang ke kota...
Rachel pun kembali ke cafe,,
__ADS_1