Cewek Baru Pemikat Hati

Cewek Baru Pemikat Hati
Episode 1. Di Rumah


__ADS_3

"Udin bangun,ini sudah jam setengah 7!"


"Iya bu, kurang 5 menit lagi!"


"5 menit apaan, kamu nanti terlambat!"


Udin pun bangun dan kaget ternyata jam sudah menunjukkan pukul setengah 7 lebih. Setelah bangun, Udin langsung tergesa-gesa menuju ke kamar mandi, selesai ke kamar mandi ia langsung berpakaian dan berangkat sekolah.


"Bu, udin berangkat sekolah dulu."


"Eh, kamu gak sarapan dulu?"


..."Udin makan roti tawar saja, soalnya udah kesiangan."...


..."Makanya kalau tidur itu jangan terlalu malam, jadi kesiangan kan."...


..."Ya sudah deh bu, udin berangkat sekolah dulu. Assalamualaikum!"...


"Waalaikussalam, hati-hati udin."


"Iya bu!"


Udin langsung lari tergesa-gesa menuju ke sekolah supaya tidak terlambat, saat berangkat ke sekolah ia bertemu Ali yang kebetulan juga tergesa-gesa.


"Ali!"


"Udin!"


"Kamu bangunannya kesiangan ya din?"


"Kok kamu tau?" kata aku.


..."Ya taulah, setiap berangkat ke sekolah kamu selalu tergesa-gesa. kamu takut dihukum kan?" jawab ali....


..."Sudahlah jangan banyak omong, nanti kita terlambat sampai di sekolah."...


"Oh iya benar, ayo lari." jawab ali.


Kami berdua pun berlari dengan tergesa-gesa. Saat di tengah perjalanan, kami melihat ada seorang bapak yang terjatuh dari sepeda dengan membawa hasil padi dari sawah, kami pun menolong bapak tersebut.


"Bapak tidak apa-apa?" kata kami berdua.


..."Alhamdulillah bapak tidak apa-apa." jawab bapak tersebut....


"Bapak kok bisa jatuh?" kata kami berdua.


..."Ya, tadi itu sepeda bapak licin terkena lumpur." jawab...


...bapak tersebut....


"Ayo pak, kami bantu."


..."Eh, gak usah nak, nanti bapak ngrepotin kalian." kata bapak tersebut....


..."Enggak pak, kami menolong bapak ini ikhlas." jawab kami berdua....

__ADS_1


..."Masyallah, terimakasih banyak karena kalian berdua sudah menolong bapak."...


"Ya pak, sama-sama."


Setelah selesai menolong bapak itu langsung pergi dan meninggalkan kami berdua, kami pun juga pergi ke sekolah. Perjalanan kami ke sekolah sangat jauh sehingga kami harus berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 2 km, tapi bagi kami berjalan kaki merupakan cara yang tepat daripada naik sepeda motor karena hemat tenaga.


Setelah beberapa lama kemudian, kami pun sampai di sekolah. Namun sayangnya gerbang sekolah sudah ditutup, sehingga kami terpaksa menunggu di luar gerbang.


..."Waduh udin bagaimana ini, gerbang sekolah sudah ditutup dan kita tidak bisa masuk."...


..."Tenang ali, kita pasti punya pacar supaya bisa masuk kelas."...


"Caranya?"


"Kita tanya sama pak Hendro saja."


"Emang diijinkan masuk?"


Kami pun memutuskan untuk menemui pak hendro supaya bisa diijinkan masuk ke kelas. Kebetulan saat itu pak hendro sedang menonton televisi sambil sarapan dan inilah kesempatan kami.


"Assalamualaikum pak Hendro."


..."Waalaikussalam, kalian berdua ngapain disini?"...


"Pak, ijinkan kami berdua masuk ke kelas."


..."Tidak bisa!" kalian berdua sudah melanggar peraturan sekolah dan wajib menunggu sampai upacara selesai....


"Pliss pak, biarkan kami berdua masuk."


Akhirnya upacara bendera pun selesai, setelah itu datanglah pak Rahman. Pak rahman merupakan wakil kesiswaan yang tugasnya menangani siswa yang melanggar peraturan sekolah. Ia langsung menemui pak hendro dan mengijinkan mereka berdua masuk ke kelas.


"Ali, Udin kalian berdua boleh masuk."


"Alhamdulillah, makasih banyak pak."


"Tapi ada syaratnya."


"Apa pak?"


..."Kalian berdua harus dihukum untuk membersihkan kamar mandi, wc dan halaman sekolah."...


..."What!" Banyak sekali pak hukumannya, boleh dikurangi ga?"...


..."Kalau kalian minta dikurangi, justru sebaliknya saya tambah hukumannya." Mau?...


"Tidak pak!" Kami ikhlas.


Setelah selesai membersihkan 3 tempat tadi, kami pun masuk ke kelas untuk memulai pelajaran. Saat itu suasana kelas ku ramai karena banyak teman-teman yang mengobrol dan aku pun duduk di kursi belakang sambil melihat hp.


Ketika melihat hp, tiba-tiba ada temanku yang datang dan mendekatiku. Ia duduk di sampingku lalu aku terkejut, karena barusan memanggil namaku.


"Halo Udin."


"Hai."

__ADS_1


"Kamu lagi ngapain?" kata cewek itu.


"Aku lagi melihat hp." jawab aku


"Kamu kok tau namaku?" kata aku.


..."Iyalah, aku diberitahu sama teman kamu." jawab cewek itu...


"Namanya?" kata aku.


"Depannya A." jawab cewek itu.


"Ali?"


"Ya benar sekali."


"Nama kamu siapa?"


..."Nanti saja kalau istirahat, aku beritahu." Oh iya gimana nanti kita ketemu di kantin....


"Baiklah, nanti istirahat aku akan ke kantin."


Cewek itu langsung pergi meninggalkan kelasku. Tak lama kemudian ibu Salwa datang dan masuk ke kelas kami. Ibu Salwa merupakan guru matematika favorit kami di SMAN 20 Jakarta, beliau mengajar kelas 12.


"Assalamualaikum warahmatullahi wr.wb!"


"Waalaikussalam wr.wb!"


"Selamat pagi anak-anak!"


"Pagi bu!"


..."Wah semuanya kompak banget, mumpung masih pagi harus perbanyak semangat."...


"Iya bu."


..."Oh iya, anak-anak kalian kan kedapatan tugas matematika ya dari ibu."...


"Iya bu."


..."Silahkan tugasnya dikumpul di meja ibu, nanti ibu koreksi dan dinilai."...


"Waduh gawat!" kata Udin.


"Kamu kenapa din, kok gawat?" kata Satria.


..."Aku belum mengerjakan tugas." jawab Udin....


..."Lah kamu kemarin ngapain di rumah, kok tidak mengerjakan tugas?" jawab Satria....


..."Aku kemarin ketiduran setelah latihan sepak bola."...


Aku pun masuk dan bilang ke bu Salwa karena tidak mengerjakan tugas. Aku merasa gemetar dan gugup harus berbuat apalagi karena aku tidak mengerjakan tugas.


Setelah selesai bilang ke bu Salwa, aku siap menerima hukuman yaitu berdiri di depan kelas sampai istirahat sambil dilihat teman-teman ku.

__ADS_1


__ADS_2