
Hari itu merupakan hari istimewa, karena sekolahku akan mengadakan lomba antar kelas. Aku sangat bersemangat untuk mengikuti lomba tersebut, karena aku sudah tidak sabar untuk tanding sepakbola. Aku pun bergegas untuk berangkat ke sekolah. Setelah selesai bersiap-siap, tidak lupa aku sarapan terlebih dahulu supaya tidak sakit.
"Udin, ayo sarapan."
"Iya bu."
..."Ini ibu sudah masakin nasi goreng spesial kesukaanmu." pasti kamu suka....
..."Wah, makasih banyak bu." ibu kok tumben pagi-pagi ini baik sama Udin....
..."Lah kamu ini gimana sih, kan hari ini kamu kan ada lomba antar kelas disekolah." jawab ibu...
"Oh iya, udin lupa."
..."Ya sudah kamu makan dulu, ini sudah terlambat lo."...
"Siap bu."
Setelah selesai sarapan, udin langsung pamitan untuk pergi ke sekolah. Saat itu aku bertemu roni dan ali, mereka juga berangkat ke sekolah bersama-sama dan aku langsung mengobrol dengan mereka.
"Halo Roni, Ali."
Hai Udin." jawab Roni dan Ali.
"Oh iya, din kami ingin tanya sama kamu?"
"Tanya apa?"
..."Soal kamu yang dihadang sama cowok dan 3 temannya kemarin di lapangan."...
..."Oh yang itu, aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba cowok itu menghadang ku."...
..."Lah kamu ini gimana sih, kok bisa tidak tau."...
..."Apa jangan-jangan gara-gara kamu menyapa cewek itu yang kemarin lewat di depan lapangan." kata Roni....
__ADS_1
..."Sudahlah jangan dihiraukan, lagian cowok itu tidak punya kemampuan." jawab Udin....
Udin pun meninggalkan mereka berdua supaya cepat sampai di sekolah. Akhirnya mereka sampai di sekolah, semua teman-temannya berkumpul untuk persiapan lomba antar kelas yang akan dimulai hari ini. Udin dan teman-temannya berkumpul di lapangan untuk mengikuti senam terlebih dahulu sebelum lomba dimulai dengan tujuan supaya badan tidak sakit.
Setelah selesai senam, mereka semua berkumpul di lapangan karena lomba akan segera dimulai. Salah satu wali kelas mereka yaitu bu Arina datang dan memberikan mereka peraturan tentang lomba ini. Semua teman-temannya sangat senang dengan bu Arina karena bu Arina pertama kali ini beliau mengajar di sekolah kami setelah sempat 2 bulan tidak berjumpa.
"Assalamualaikum anak-anak."
Waalaikussalam, bu Arina."
"Bu Arina, kapan baru sampai?"
..."Kemarin, ibu sampai di rumah jam setengah 8 malam."...
..."Pasti ibu senang setelah mengajar di Bandung."...
..."Ya, tapi ibu kangen Jakarta karena ingin ketemu sama kalian semua."...
Lomba pun dimulai, seluruh siswa berkumpul di lapangan untuk mendukung teman-temannya yang sedang bertanding. Kebetulan kelasku 11 IPS 5, saat ini kelasku bertanding bola basket dengan kelas 11 Bahasa 3. Lomba pun sangat senang sekali, teman-temanku pada bersorak kegirangan melihat pertandingan yang begitu luar biasa itu. Saat pertandingan sedang berlangsung, tiba-tiba ada yang memanggil namaku dari belakang. Aku pun menoleh ke belakang dan berusaha mencari suara itu, ketika berusaha mencari suara itu Ali mendekatiku dan berkata.
"Aku mau mencari suara itu."
..."Suara apa din," aku tidak mendengar suara apapun....
..."Tadi ada seseorang yang memanggil namaku."...
..."Ah masa sih," perasaanku tidak ada yang memanggilmu. kata Ali....
"Sudahlah aku pergi dulu."
..."Tapi Udin, itu terlalu berbahaya buat kamu."...
Udin pun nekat untuk mencari suara itu. Ali berusaha membujuknya namun gagal karena dikhawatirkan dapat membahayakan nyawa Udin. Ali merasa cemas karena takutnya nanti terjadi sesuatu sama Udin, ia ingin minta bantuan sama teman-temannya tapi teman-temannya sedang menonton lomba. Karena sebentar lagi kelas kami akan bertanding bola basket melawan 11 IPS 5 setelah 10 IPS 3 kalah dari 11 IPS 3 dengan skor 60 - 75. Pertandingan bola basket antara 11 IPS 5 dan 11 Bahasa 3 dimulai, salah satu pemain basket terhebat di kelas kami yaitu bernama Rafael. Rafael Alvin Dinata. Rafael merupakan salah satu pemain basket terhebat yang pernah juara 1 di tingkat Nasional bahkan pernah juara dunia di Amerika Serikat, skillnya luar biasa dan tidak ada yang bisa mengalahkannya. Ketika itu Roni bertanya kepada Ali tentang keberadaan Udin.
..."Ali, Udin tadi kemana kok aku tidak kelihatan?"...
__ADS_1
"Udin tadi pergi."
"Pergi," pergi kemana? kata Roni.
..."Tadi itu dia pergi mencari suara yang memanggil namanya."...
"What!" kamu jangan bercanda.
"Iya sumpah," gue gak bercanda.
..."Waduh kalo terjadi sesuatu sama Udin, nanti kita yang repot." jawab Roni....
..."Aku tadi sudah memberitahu Udin tapi dia tidak mendengarkan."...
Mereka berdua panik dan berusaha mencari Udin. Mereka bingung harus berbuat apa karena takutnya nanti terjadi sesuatu pada Udin, karena saat itu semua teman-teman sedang menonton lomba. Mereka mencoba melaporkan kejadian itu ke guru namun takutnya nanti merepotkan. Tiba-tiba Udin dihadang oleh cowok kemarin bersama 3 temannya. Udin bertanya kepada cowok itu apakah dia yang telah memanggil namanya.
"Akhirnya kita bertemu lagi." kata cowok itu.
..."Oh jadi kamu yang memanggil namaku." jawab Udin....
"Yap benar sekali."
..."Kenapa kau memanggilku?" kata Udin sambil marah....
..."Wow, santai dulu kawan." jangan marah nanti cepat tua Lo, sambil tertawa....
..."Tujuan aku memanggilmu karena aku ingin mengajakmu berkelahi."...
"Oke, siapa takut." ayo sini.
..."Kalau lo kalah jangan nangis." jawab cowok itu....
..."Gue gak akan kalah, gue terima tantangan lo."...
Akhirnya mereka berkelahi. Ternyata mereka berkelahi karena cowok itu tidak suka ada orang yang menyapa cewek cantik meskipun teman satu sekolah. Perkelahian itu berlangsung cukup sengit dan tidak ada orang yang melihatnya.
__ADS_1