Cewek Baru Pemikat Hati

Cewek Baru Pemikat Hati
Episode 5. Lapangan


__ADS_3

Ketika itu Udin tidak mau bangun dari tidurnya, ia merasa sangat ngantuk sekali. Padahal teman-teman Udin sudah menunggu di depan rumahnya, karena hari ini mereka akan latihan sepakbola di lapangan. Ibunya berusaha membangunkan Udin namun tetap saja tidak berhasil, ibunya bingung harus menjawab apa ke teman-teman Udin lantaran Udin tidak mau bangun. Dengan berat hati ibunya bilang ke teman-temannya bahwa Udin tidak ikut latihan sepakbola di lapangan.


..."Gimana tante, Udin mau ikut latihan sepakbola?" kata Ali....


..."Maaf ya, hari ini Udin tidak ikut latihan sepakbola." jawab ibu Udin....


"Loh, kenapa emangnya?" kata Roni.


"Udin lagi tidur, katanya ia ngantuk sekali."


..."Oh, ya sudah tante biarkan saja Udin istirahat dulu." jawab mereka berdua....


..."Ya, mohon maaf yang sebesar-besarnya." jawab ibu Udin....


"Ya tante, kami berdua maafkan."


Mereka pun pergi meninggalkan Udin untuk latihan sepakbola di lapangan. Ketika di jalan mereka bertemu Teman-teman mereka yang kebetulan mau latihan sepakbola. Saat tiba di lapangan semua teman-temannya berkumpul karena mau persiapan latihan sepakbola buat besok. Ketika latihan sepakbola, mereka bingung karena tidak ada yang melatihnya dan mengadakan musyawarah untuk menentukan siapa yang akan jadi pelatih. Namun sayangnya tidak ada yang cocok jadi pelatih baru, karena sebelumnya pelatih lama kami telah pindah ke Semarang 2 bulan yang lalu. Tiba-tiba ada seseorang yang datang ke lapangan kami, ia memakai baju pelatih di belakangnya. Kami pun terkejut kira-kira siapa pelatih baru itu dan langsung bertanya.


"Assalamualaikum anak-anak."


"Waalaikussalam pak."


"Apa kabar kalian semua?"


"Baik pak!"


..."Bapak ini siapa ya, kok datang ke lapangan kami?"...


"Saya adalah pelatih baru kalian."


"Pelatih baru?" kata Ali.


..."Perkenalkan nama saya Leo. Leo Jonathan Andreas."...


..."Saya yang akan melatih kalian semua untuk bermain sepakbola. Kalian besok ada pertandingan sepakbola kan?" kata pak Leo....


"Ya pak!"

__ADS_1


..."Baiklah kalau begitu, ayo kita latihan sekarang."...


"Siap pak!"


..."Ini pemainnya sudah lengkap semua kan?" kata pak Leo....


"Maaf pak, kurang 1 yaitu Udin."


"Kemana dia?"


..."Udin lagi tidur pak, tidak bisa ikut latihan sepakbola."...


Kami semua memutuskan latihan sepakbola tanpa Udin, ketika latihan sepakbola kami merasa senang setelah mendapatkan pelatih baru. Meskipun pak Leo baru pertama kali melatih kami, tapi kami tidak pernah bosan. Setelah 2 jam latihan, mereka memutuskan untuk istirahat sebentar sambil membeli makanan dan minuman yang ada di depan lapangan. Ali merasa bingung, kenapa udin belum datang ke lapangan padahal sebentar lagi latihannya sudah selesai. Jam menunjukkan pukul 4 lebih, udin akhirnya bangun dari tidurnya. Setelah bangun, udin terkejut karena hari ini latihan sepakbola di lapangan. Udin langsung tergesa-gesa untuk mandi, selesai mandi Udin berangkat ke lapangan.


Teman-temannya sudah pulang semua sebelum udin tiba. Ketika udin tiba, lapangan sepakbola menjadi sepi, udin kebingungan karena semua teman-temannya tidak ada. Udin memutuskan untuk pulang ke rumah. Saat itu udin bertemu dengan sakura dan menanyakan hal tentang teman-temannya yang latihan sepakbola tadi.


"Sakura!"


"Udin, ada apa?"


..."Kamu tadi lihat teman-teman latihan sepakbola gak?"...


"Oh begitu, ya sudah tidak apa-apa."


"Emangnya kenapa din?"


..."Tadi aku ketiduran terus aku lupa kalau hari ini ada latihan sepakbola."...


..."Ya ampun, kamu kok bisa ketiduran?" kata Sakura....


"Ya, tadi aku kecapekan."


..."Mending kamu minta maaf sama teman-teman. Akuilah bahwa kamu salah....


..."Iya, besok aku akan minta maaf sama teman-teman."...


Udin mengakui perbuatannya karena telah melanggar janji yang telah disepakati oleh teman-temannya dan memutuskan untuk minta maaf. Padahal teman-temannya sudah memberitahunya bahwa sore ini ada latihan sepakbola di lapangan, tapi ia ketiduran. Udin memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari sudah gelap dan berniat mengantarkan Sakura.

__ADS_1


"Sakura."


Iya udin." jawab Sakura.


..."Gimana kalau aku anterin kamu pulang ke rumah?"...


"Eh, ga usah nanti aku ngrepotin kamu."


"Enggak ngrepotin, aku ini ikhlas."


..."Hmm gimana ya, takutnya nanti aku ngrepotin kamu."...


"Santai aja, aku gak repot."


"Baiklah kalau begitu."


Udin pun mengantarkan sakura pulang ke rumahnya. Udin dan Sakura memang sangat dekat sehingga mereka sering bertemu. Karena merasa sangat dekat, udin berniat ingin menjadi pacarnya namun ia masih belum berani mengungkapkan perasaannya. Melihat wajah Sakura yang begitu cantik dan putih, membuat hati Udin menjadi degdegan seolah-olah ia ingin jatuh cinta.


Udin pun tiba di rumahnya sakura. Udin merasa senang karena pertama kali mengantarkan sakura pulang ke rumahnya. Sakura benar-benar bahagia punya teman seperti Udin, ia tampak begitu senang ketika bertemu dengannya. Ternyata saat itu orang tuanya melihat anaknya di depan rumah bersama cowok, orang tuanya merasa heran kira-kira siapa cowok yang bersama sakura. Ketika itu Udin langsung pulang ke rumah sebelum ibunya mencarinya.


..."Sakura, aku pulang dulu ya nanti aku dicariin sama ibuku."...


..."Oh iya, terimakasih banyak karena kamu sudah nganterin aku pulang." jawab Sakura....


..."Ya sama-sama, oh iya besok kamu masuk sekolah kan?"...


"Iyalah, besok kan lomba."


..."Iya kamu benar juga. Oh iya, aku minta maaf sama kamu gara-gara aku berkelahi dengan Rafli."...


..."Iya, aku sudah maafin kamu." jawab Sakura....


"Bye bye sakura."


"Bye bye juga udin, hati-hati dijalan."


"Iya, sakura sayang!"

__ADS_1


"What! kamu bisa aja din."


Orang tua sakura sudah pulang dari luar negeri. Mereka baru sampai di Indonesia tadi pagi.


__ADS_2