Change Into Girl (Tokyo Revengers)

Change Into Girl (Tokyo Revengers)
15. pahlawan


__ADS_3

happy reading


takemichi keluar dari bengkel, dia masih memikirkan tentang Mikey tadi, namun apa yang terjadi sudahlah terjadi.


takemichi menelusuri jalan yang dimana banyak orang yang berlalu lalang, dia lalu melihat jika ada seseorang disana.


"eh siapa itu? sepertinya dia sedang terluka" ucap takemichi menghampiri sebuah gang yang dia lewati.


"hm eh" kaget takemichi saat mendekati orang itu.


akhirnya takemichi mendekat dan melihat jika ada seorang pemuda yang hampir seumuran dengannya.


"hey kau kenapa? apakah kau masih bisa bangun" tanya takemichi mendekat dan dia melihat jika pemuda itu babak belur karena pukulan yang menimpanya.


buru buru takemichi mengangkat dan membopong anak itu keluar dari gang dan membawanya ke rumah sakit.


"huh...huh...huh...berat sekali" ucap takemichi menyeka keringatnya.


skip


akhirnya takemichi yang sampai dirumah sakit membawanya kedalam, karena takemichi melihat selain luka yang ada disekujur tubuhnya, dia melihat ada luka tusukan disana.


akhirnya takemichi meminta tolong kepada suster disana dan membawanya masuk ke salah satu ruangan untuk mengoperasi anak tersebut.


"adek bisa tolong ditelf orang tuanya?" ucap suster itu.


"maaf sus karena tadi saya menemukan anak itu digang saat saya melewatinya, jadi saya tidak tau keluarganya" ucap takemichi yang menatap polos kearah suster itu.


"hm jadi seperti itu ya, kalau begitu bisa tolong dibantu untuk mengisi data data ini? karena pasien didalam harus segera dioperasi" ucap suster memberikan sebuah kertas berisikan data.


"tapi aku nggak tau dia siapa sus, aku juga nggak tau namanya" ucap takemichi.


"jika begitu nanti saja kita tanyakan setelah dia sudah selesai ditangani dokter" ucap suster itu tersenyum lalu mencubit pipi gembil takemichi.


setelah suster itu bilang seperti itu, akhirnya takemichi bisa lega, lalu duduk diruang tunggu.

__ADS_1


tidak lama setelah itu dokter keluar dan melihat disana hanya ada takemichi, tidak banyak bertanya dokter itu menghampiri takemichi yang melamun.


puk


tepukan dipundak takemichi sukses membuat takemichi berjingkit dan menoleh kearah sang dokter.


"bisa bicara sebentar nak?" ucap dokter itu.


"bisa dok" ucap takemichi mengangguk, setelah itu menekori dokter yang menuju salah satu ruangannya.


setelah itu takemichi disuruh duduk di bangku yang tersedia dan saling berhadapan satu sama lain.


"bisa kau jelaskan bagaimana bisa dia terluka dibagian perut?" tanya dokter itu.


"maaf ya dok, saya akan menjelaskan ini semua sekali lagi, pada saat itu saya melihat pemuda tadi terluka di sebuah gang saat saya melewati gang itu, lalu saya mendengar erangan orang kesakitan dan saya mendekati pemuda itu, lalu saya melihat jika tadi ada yang masih menancap disana, lalu saya membawanya ke rumah sakit ini tanpa berpikir panjang" ucap takemichi memberikan penjelasan.


"hm baiklah kalau begitu, apakah bisa mengisi data diri adek disini? biar saya bisa mengetahui jika kamu yang menolong pemuda ini" ucap dokter itu.


"tapi buat apa?" tanya takemichi polos.


"hm baiklah" ucap takemichi mengisi semua data dirinya.


setelah itu takemichi berpamitan pulang karena harus pulang tepat waktu, jika tidak bundanya pasti akan memarahinya, walaupun bundanya tidak semarah ibu ibu yang lain, ibunya takemichi ini sangat lembut dan penyayang, jadi takemichi dibesarkan dengan rasa cinta dan kasih sayang yang melimpah.


***


takemichi pulang menuju rumahnya, dia masih kepikiran tentang hidupnya yang selalu penuh misteri.


dia benar-benar sudah lelah memikirkan hal tentang ketua Toman yang dia lihat saat itu, namun dirinya hanya mampu melihat betapa berkharismanya orang tersebut.


tidak terasa, takemichi sudah sampai di depan rumah, dia pun masuk.


"tadaima, ayah bunda Michi pulang" ucap takemichi masuk ke dalam.


"okaeri Michi, bunda ada didapur sayang" ucapnya.

__ADS_1


takemichi masuk dan mendapati hanma yang membaca koran dengan ditemani kue kering dan kopi. melihat itu takemichi langsung menerjang hanma dan duduk dipangkunya.


"ayah!!!" ujar takemichi memeluk erat ayahnya itu.


hanma tidak keberatan, walaupun takemichi bukan anak kandungnya, dia sayang anak angkatnya ini. hanma membalas pelukan takemichi dipangkuannya itu, lalu mencium pipi sang putra.


"bagaimana tentang tawuran favorit mu itu hm?" tanya hanma.


"apa kau tau ayah? saat aku pulang dari bengkel, aku tadi melihat ada anak seumuranku yang tertusuk dan aku membawanya ke rumah sakit loh" ucap takemichi bangga karena menolong nyawa seseorang.


"hm apakah kau membantunya tanpa mengetahui orang yang kau tolong?" tanya hanma.


"ya ayah, aku tadi menolong nya, aku bisa menjadi pahlawan dan menolong orang lain yang lebih lemah dariku" ucap takemichi tersenyum.


"nak tidak perlu seperti itu, menjadi pahlawan? kurasa tidak perlu deh, cukup menjadi dirimu sendiri saja itu sudah cukup, kau bisa menjadi pahlawan saat hanya ada seseorang yang membutuhkan bantuan saja" ucap hanma.


bukannya hanma ingin melarang takemichi agar tidak bisa menjadi pahlawan, namun dia sebagai ayah tidak ingin anaknya itu menjadi seperti kehidupan dulu. dia dulu harus berjuang dan selalu melindungi orang tersayang nya, jadi hanma tidak ingin melihat anak angkatnya ini menjalani kehidupan yang penuh akan luka kembali.


"ayah apakah aku dulu adalah anggota Toman?" tanya takemichi menatap hanma.


"hm apa kau mau mendengarkan cerita Michi?" tanya hanma.


"mau ayah" ucap takemichi.


"dahulu kala, ada seorang pelompat waktu. dia melihat jika mantan pacarnya itu mati karena suatu insiden yang menewaskan adik kakak. seseorang yang berumur 26 tahun melihat berita itu dan membuat dirinya terkejut.


dia hanyalah pekerja disebuah rental CD dan gajinya hanya pas pasan untuk makan dan sewa rumah sehari hari. dia hidup dalam kesendirian tanpa ada yang mendampingi.


pada saat dirinya ingin menaiki kereta, sebuah tangan tiba tiba mendorongnya hingga orang itu harus tertabrak kereta.


Dan bla bla bla..." hanma menceritakan sebuah kisah tentang perjuangan dirinya dan takemichi hanya menyimak hingga cerita itu selesai.


"jadi dia harus berjuang keras untuk menyelamatkan teman temannya ya ayah?" tanya takemichi.


"ya sayang, baiklah sudahi dulu ya, ayo kita ke dapur untuk makan, bunda sepertinya sudah memasak makanan yang enak kayaknya tuh" ucap hanma menggiring sang buah hati menuju meja makan.

__ADS_1


__ADS_2