
πhappy reading π
saat ini takemichi sudah berada di rumahnya, diantar oleh kakucho teman masa kecilnya, lalu takemichi menunduk berterima kasih kepada kakucho yang mengantarnya pulang langsung masuk ke dalam rumah, tidak lupa dengan tomoe yang selalu dipeluk oleh takemichi.
"hiks...hiks...hiks...huhuhu hwaaaa...hiks...hiks...aku tidak mau jadi perempuan hwaaaa kembalikan aku jadi laki laki tomoe, aku tidak sanggup menjaga kesucian ku" ucap takemichi menangis.
"itulah hukuman untukmu, kau harus bisa menerimanya hingga kau pantas diampuni, maka dari itu, kau lanjutkan untuk menolong orang yang kau anggap penting itu, agar kau tau bagaimana dia memperlakukan mu" ucap tomoe.
"tomoe aku harus apa mengakhiri hukumannya?" rengek takemichi.
"lanjutkan misimu menyelamatkan teman temanmu, mungkin kau akan di ampuni" ucap tomoe.
"apakah aku akan berubah kembali?" ucap takemichi sumringah.
"ntahlah, aku tidak tau, mungkin kau akan menjadi gadis selamanya" ucap tomoe acuh dan melanjutkan tidurnya karena sudah tengah Larut malam.
"hwaaaa terus gimana dong, mereka selalu memegang dadaku, padahal dadaku itu asli" ucap takemichi pundung dipojokan.
"sudahlah, cuma masalah dada saja diperbuat kan, lebih baik kau tidur" ucap tomoe.
"hm baiklah" ucap takemichi.
akhirnya takemichi mengistirahatkan tubuhnya dan menuju alam mimpi, lalu takemichi juga mengganti pakaiannya sebelum tidur, karena tadi dia sudah beli baju tidur perempuan.
mungkin seperti ini takemichi sekarang π ok lanjut.
......................
......................
......................
pagipun datang, takemichi sudah mendaftar di SMA yang kemarin sudah dia datangi bersama hina, lalu takemichi berganti baju sekolahnya dan menuju dapur untuk mengambil roti dan susu untuk sarapan.
setelah itu takemichi berangkat dan tidak lupa dia mengunci pintu rumahnya, setelah itu takemichi tidak lupa memberi tomoe makanan agar tidak lapar.
"loh takemichi! kau kok pakai baju sekolah anak perempuan?" ucap chifuyu yang tadinya akan menjemput takemichi untuk pergi ke sekolah bersama.
"ah chifuyu, aku pindah sekolah" ucap takemichi tersenyum dan membuat chifuyu memerah karena melihat senyuman takemichi dipagi hari.
"k-kenapa kau pindah? bukannya kau anak laki laki?" tanya chifuyu.
"itu dulu sebelum aku masih menjadi laki laki, namun sekarang aku menjadi perempuan dan sejak aku bertemu anak laki laki musuh atau kawan aku jadi takut tidak berani" ucap takemichi merinding(lah terus yang disampimu siapa sih?).
arah sekolah mereka sama dan chifuyu mengajak takemichi sekalian bareng agar tidak sendirian.
"memangnya kenapa?" bingung chifuyu.
"m-mereka...sudahlah, aku tidak mau membahasnya, jadi aku akan bersekolah di samping SMP hina dulu" ucap takemichi malu saat mengalami kejadian dimana dalam sehari ada dua orang yang menyentuh dadanya karena dikira penyumpal.
"lalu kenapa kau malah tiba-tiba menjadi perempuan?" tanya chifuyu.
"a-aku tidak tau, tiba tiba saja saat aku bangun tidur, tubuhku sudah menjadi seperti ini" ucap takemichi menunduk.
"baiklah, aku akan selalu melindungi partner ku ini, sekarang kau sudah menjadi perempuan dan aku sebagai partner mu akan menjagamu dari belakang aibo" ucap chifuyu tersenyum hingga menyipitkan matanya.
"baiklah" ucap takemichi tersenyum lembut, dan itulah membuat chifuyu dag dig dug jeder.
"ya sudah, aku akan ke arah sana, dan aku duluan ya chifuyu dada" ucap takemichi melambaikan tangannya dan dibalas chifuyu.
takemichi akhirnya berbelok dan chifuyu lurus.
"aduh bikin orang jantungan aja, apakah aku terkena sakit jantung ya?" ucap chifuyu yang masih deg degan.
......................
......................
......................
takemichi berjalan memasuki pekarangan sekolah. lalu semua masih tertuju padanya, dengan pandangan semua orang takemichi menjadi gugup dan mempercepat jalannya.
"maaf kak, boleh aku bertanya?" ucap takemichi kepada kedua gadis berkepang dua dan satunya lagi rambutnya diurai.
"oh iya boleh" ucapnya.
"bisa tunjukkin dimana kantor kepala sekolahnya nggak? kira kira dimana?" tanya takemichi sopan.
kedua gadis itu langsung menunjukkan arah dimana kantor kepala sekolahnya, lalu takemichi berterima kasih dan menuju arah yang ditunjukkan oleh kedua gadis itu.
setelah sampai akhirnya takemichi mengetuk pintu itu dan ada jawaban menyuruhnya masuk.
"pak saya adalah anak baru" ucap takemichi.
"oh baiklah, dengan hanagaki takemichi ya, Nana sensei, ada murid baru" ucapnya.
"baik pak" ucapnya.
"nah kamu tolong ikuti Nana sensei ya"
"baiklah pak" ucap takemichi menunduk berterima kasih.
takemichi mengikuti kemana guru itu pergi, lalu memasuki kelas dan menyuruhnya untuk menunggu di depan pintu luar.
tampak masih banyak anak anak yang masih ngobrol dan setelah guru memasuki kelas, akhirnya mereka semua diam dan mendengarkan.
"baiklah anak anak, kita mendapatkan murid baru, kalian harus baik dan Salang membantu kedepannya, jadi ayo masuk dan perkenalkan dirimu" ucap nana sensei.
takemichi masuk, lalu tersenyum dan memperkenalkan diri.
"γγγ«γ‘γ―γθ±ε£ζ¦ιγ§γγγ―γγγΎγγ¦γ "
(hallo namaku hanagaki takemichi, salam kenal semuanya)
"wah dia sangat cantik dan imut" ucapnya berbisik bisik.
__ADS_1
"iya dia Kawai"
berbagai bisikan yang didapatkan takemichi, ada yang menghina ada yang suka, lalu tidak lama Nana sensei angkat bicara.
"baiklah takemichi, kau bisa duduk disamping bangku milik sakura, sakura angkat tanganmu" ucap nana sensei.
"baiklah"
tidak lama sebuah tangan muncul dan takemichi segera menghampiri dan duduk disamping gadis cantik disebelahnya.
skip
setelah mengikuti pelajaran, akhirnya para murid waktunya beristirahat dan bersantai, mereka berhamburan dari kelas ke kantin atau ke kelas lain untuk menanyakan satu hal.
takemichi pergi ke kantin dan semua tertuju padanya, lalu takemichi memesan satu porsi kari dan minuman. tidak lama seorang gadis lain menghampiri takemichi saat duduk di kursi sendirian.
"kau anak baru, minggir ini tempat dudukku" ucapnya sok berkuasa.
"tapi aku duluan tadi yang duduk, kau kan bisa mencari yang lain" ucap takemichi menatap gadis didepannya.
"kau ini anak baru blagu banget!!" ucapnya marah.
"santai dong, aku anak baru kesini untuk mencari ilmu, bukan cari musuh, jika kau mau kau bisa duduk disini dan jangan mencari ribut, soal tempat duduk saja di buat ribut, dasar anak perempuan" ucap takemichi tanpa sadar.
"hah kau membentak ku!!! hey asal kau tau ya, aku adalah gadis yang paling cantik di sekolah ini, jadi jauh jauh gih, sana pergi dasar cewek aneh" ucapnya mendorong pundak takemichi dengan jarinya.
"ah sepertinya aku melihat sebuah pertunjukan" ucap seseorang berkepang dua dengan disebelahnya seseorang berkaca mata malas.
"hmm" takemichi menyundul kan kepalanya dari balik cewek yang menghalanginya.
cewek itu menoleh dan melihat jika kedua wowok tertampan sedang ke kantin, otomatis cewek itu langsung tersenyum dan menghampirinya.
"eh kak ran dan kak rindou, berdua aja? dimana yang lainnya kak?" tanya gadis itu dengan sedikit di imut imutkan.
"oh hanagaki, kita bertemu lagi" ucapnya melambaikan tangannya melihat takemichi.
"tsk kenapa mereka juga sekolah disini sih, anj*ng memang" gumam takemichi.
ran dan rindou tampak mendekati takemichi dan tidak memperdulikan ocehan dari cewek tadi, lalu menghampiri takemichi yang memundurkan langkahnya demi selangkah.
BRUK!!
"urusan kita belum selesai setelah kau membuat tubuhku lumpuh selama 3 jam kemarin malam" ucap ran mengambil dagu takemichi.
mata biru cerah bertemu ungu, takemichi tampak berkaca-kaca, lalu berkata...
"jika kau tidak melepaskan ku, maka aku akan menyuruh rubah putih ku menggigit dan mencakarmu lagi" ucap takemichi matanya berkilat dan membuat ran langsung meneguk ludah nya.
"haha bagaimana bisa rubah itu akan kau bawa ke mari, pasti rubah itu kau tinggal di rumah" ucap ran.
"oh ya" ucap takemichi tersenyum menyeringai.
"aniki aku tidak akan ikut campur dengan masalahmu, jadi kau urusi hanagaki, aku tidak mau jika aku akan seperti aniki kemarin malam" ucap rindou langsung duduk disebelah para anak laki laki disana menyaksikan takemichi dan ran.
"Rin kok... dasar adek tidak berbakti" ucap ran kesal.
"ahaha sepertinya tidak hanagaki, kami hanya ingin berbicara saja denganmu" ucap ran memainkan rambut kepangnya.
"cepat katakan, aku sudah mau pergi ke kelas setelah ini" ucap takemichi kembali ke tempat duduknya.
lalu cewek yang dari tadi melihat semua kejadian itu lalu dia juga dipermalukan dikantin itu dan diacuhkan, tangannya mengepal hingga kuku jarinya memutih.
"hey kau penggoda!" ucapnya.
"siapa yang aku goda?" ucap takemichi.
"kau, kau menggoda kak ran didepan semua orang" ucapnya menarik rambut takemichi yang pendek.
"akh..." ringis takemichi saat di Jambak oleh gadis itu.
ran yang tidak suka langsung menarik gadis itu dan tidak banyak bicara ran langsung menampar pipi dari gadis yang mengganggu pembicaraan nya tadi dengan takemichi.
sekarang semua orang langsung melihat dan bunyi nyaring yang khas dari tamparan membuat semua mengalihkan perhatian itu kepada dua orang yang populer tersebut.
"berani kau mengganggu pembicaraan ku dengan gadis yang tidak seharusnya kau sunggung, mau kubunuh kau sekarang juga disini!!?" bentak ran, seketika gadis itu gemetar ketakutan.
"haitani cukup" ucap takemichi dengan wajah dinginnya.
"apa kau tidak marah!!?" ucap ran.
"dia hanya gadis yang caper, jadi jangan diladeni, cepat selesaikan urusan kita dan aku ingin segera kembali ke kelas, cepat" ucap takemichi dengan wajah datar.
tidak lama gadis itu berlari dan membuat semua orang menyorakinya, takemichi duduk dan berhadapan dengan kedua orang didepannya itu.
"jadi?" ucap takemichi.
"bergabunglah ke rokuhara tandai, kita akan mengalahkan Mikey jika kedua temannya ada di geng kita" ucap Rin.
"kenapa? siapa yang kalian maksud kedua orang?" ucap takemichi bertanya.
"Draken dan kau, kalian juga harus bergabung dengan rokuhara tandai, dengan itu Mikey akan bisa kami kalahkan" ucap ran.
"haha apa kalian bercanda? aku tidak akan terjun ke dunia berandalan, jika aku terjun ke dunia berandalan pun mungkin aku akan memilih geng mana yang akan aku masuki" ucap takemichi.
"aku menantikan jawaban mu, aku harap kau akan menerima tawaran ini" ucap ran meninggalkan takemichi dan diikuti oleh rindou.
"tsk sialan, apa apaan mereka? jika saja bukan karena geng terkuat 3 dewa muncul, mungkin saja aku tidak akan mengalami hal buruk seperti ini" ucap takemichi.
"hey anak baru, kau kenal dengan mereka?" ucap laki laki didepan bangku meja makan.
"huh mereka adalah haitani bersaudara, dan kami dulu adalah musuh" ucap takemichi bersedekap dada.
"wah jadi kau mantan berandalan?" ucapnya sumringah.
"dulu, sekarang tidak karena aku tidak mau terluka lagi" ucap takemichi membayar makanannya dan mengambil susu kotak untuk dia minum.
akhirnya takemichi kembali ke kelasnya dan mengikuti pelajaran seperti biasanya setelah bel masuk berbunyi.
__ADS_1
skip
akhirnya sekolah sudah usai, takemichi akhirnya pulang dan tomoe langsung meloncat ke arah takemichi setelah menunggu takemichi keluar dari kelas, lalu tomoe merengek minta makan dan takemichi mengangguk.
"tomoe aku tadi bertemu dengan haitani" ucap takemichi telepati.
"hm begitukah?" ucap tomoe.
"ya dan dia mengajakku untuk bergabung ke salah satu geng 3 dewa" ucap takemichi.
"lalu apakah kau menerimanya?" tanya tomoe.
"mereka masih menunggu jawabanku, lalu aku akan bergabung kemana, padahal aku sudah tidak mau berada di dunia berandalan karena aku sekarang adalah seorang perempuan" ucap takemichi erat memeluk tomoe.
takemichi terus berjalan dan mampir ke sebuah warung ramen. takemichi membuang susu kotaknya dan memasuki kedai tersebut.
"pak ramennya dua ya" ucap takemichi tersenyum.
"lapar ya neng, kok persennya dua?" tanya si penjual basa basi.
"nggak kok pak, kebetulan rubah saya suka makan ramen, jadi aku mau membelikannya untuk teman makan" ucap takemichi.
"rubah kok dikasih makanan manusia, apa nggak bahaya neng?".
"rubah saya sering makan ramen kok pak, jadi dia sudah sering, bahkan pencernaannya sudah sering diperiksa" ucap takemichi.
"ah begitu, nih silahkan dinikmati" ucapnya tersenyum ramah.
"terima kasih" ucap takemichi.
skip
setelah selesai makan, takemichi mulai membayar dan langsung pergi dari kedai itu, lalu takemichi juga pulang dengan berjalan kaki seperti biasa.
"hm sepertinya ada yang mengikutiku" ucap takemichi.
"dibelakang memang ada yang mengikutimu, tidak hanya satu orang, namun dua orang" ucap tomoe.
"hm langsung lari atau gimana?" tanya takemichi.
"kurasa mereka ingin mengawasimu dan menangkap mu, entahlah lebih baik kau kabur dari mereka dari pada terkena sial" ucap tomoe melompat dari gendongan takemichi.
"hm baiklah dalam hitungan...
1
2
4
takemichi berlari setelah menghitung, lalu kedua orang itu juga mengejar takemichi yang berlari.
takemichi berlari mengikuti tomoe hingga kehilangan jejak darinya.
"aduh tomoe dimana" ucap takemichi kebingungan
takemichi bergumam dan sambil ngos ngosan karena lari, dia sekarang kehilangan jejak tomoe, lalu apa yang harus dia lakukan sekarang?.
tidak lama takemichi berlari dan mengendap endap, tangannya ditarik dan dibungkam oleh seseorang.
"akh lepas..."
"sssst kita bisa ketahuan" ucapnya meletakkan satu jari dibibir pink takemichi.
"kau..." ucap takemichi melihat orang yang ada didepannya itu tersenyum.
"ah hanagaki, ternyata kau perempuan ya" ucapnya tersenyum menyebalkan.
"hanma, lepaskan aku!!! bajing*n apa yang kau lakukan hanma!!!" ucap takemichi berteriak karena hanma mengapitnya ditembok lalu takemichi yang tidak bisa melawan karena tenaga hanma yang lebih kuat dari takemichi.
"sssst tenang sweetie, kita akan melihat kesenangan kali ini" ucap hanma.
"apa maksudmu!! lepaskan aku bajing*n" ucap takemichi membentak takemichi.
"kita lihat, pahlawan mereka yang masih berada di tanganku ini, mereka akan berekspresi seperti apa ya" ucap hanma masih menahan takemichi dipelukannya.
"hanma lepaskan aku!!!" ucap takemichi berteriak.
"biar aku menaklukkan mu kucing liar" ucap hanma, takemichi langsung terkejut saat dia digendong ala karung beras oleh hanma dan takemichi langsung memberontak karena hanma yang menggendongnya seperti itu.
"hwaaa hanma!!! turunkan aku, atau kau akan tau akibatnya!!!" ucap takemichi memukul mukul punggung kekar milik hanma.
"aku akan menutunkanmu saat kita melakukan kesenangan" ucap hanma menyesap rokoknya yang dari tadi dia apit dijarinya.
"tunggu, dia mau dibawa kemana? sepertinya kita kecolongan" ucap seseorang yang mengejar takemichi tadi melihat takemichi yang dipaksa ikut.
"mari kita beri tahu bos dulu, lalu kita lanjutkan perintah darinya" ucapnya meninggalkan tempat itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
to be continued.
hai Minna π kalo aku up nya cepat berarti aku bisa berfikir encer ya, kalo aku lama up nya berarti masih nggak punya ide buat nerusinnya, jadi dimohon berabar yaπ.
__ADS_1