Change Into Girl (Tokyo Revengers)

Change Into Girl (Tokyo Revengers)
2. mencoba menerima


__ADS_3

happy reading


setelah kejadian dimana takemichi memutuskan hina, takemichi langsung pulang ke rumah dan mengurung diri.


tuk...


tiba tiba rubah terjatuh dari atas dan mengenai kepala takemichi.


"kau tidak apa apa?" tanya takemichi.


"ini aku takemichi, dewa yang kau temui waktu itu" ucap rubah itu.


"oh kau ternyata, aku kira siapa" ucap takemichi.


"ini semua gara gara kau, aku jadi terkena imbasnya, katanya aku harus menemanimu saat menjalani hukuman" ucapnya.


"baiklah baiklah, maafkan aku ya, aku tidak tau, jadi kau mau menemaniku gitu?" ucap takemichi.


"ya"


"baiklah namamu siapa? aku masih belum tau namamu" ucap takemichi menggosok tengkuknya.


"haih, namaku tomoe, jadi aku yang akan menemanimu saat menjalankan hukuman sampai kau pantas diampuni" ucap tomoe.


"lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanya takemichi.


"kau saat ini masih mempunyai kekuatan untuk melihat masa depan, siapapun yang ingin kau selamatkan, cobalah kau pegang tangan atau anggota badan yang bisa kau lihat masa depannya, misalnya pundak" ucap tomoe.


"berarti kekuatan ku naik level dong" ucap takemichi tersenyum lebar.


"ya bisa dibilang seperti itu, sebelum kau berjabat tangan dengan satu orang, orang yang kedua kali akan kau selamatkan akan meningkatkan levelmu" ucap tomoe.


"huh baiklah kalau begitu, aku akan memulainya saat Sano shinichiro belum mati, apakah bisa aku kembali ke saat aku masih kecil?" ucap takemichi.


"mungkin bisa, namun kau akan tetap menjadi seorang gadis" ucap tomoe si rubah putih.


"aaaaaaaaaaaaaa aku tidak mau jadi perempuan, aku itu diciptakan dari lahir itu laki laki" ucap takemichi frustasi.


"kenapa harus tidak mau? kau begini juga akan sangat bagus jika dari dulu, maka dari itu kau akan cocok menjadi seorang perempuan karena selain tidak bisa bertarung juga kau akan aman sebagai perempuan, apalagi kau cengeng" ucap tomoe sedikit mengejek.


"hwaaaa aku tidak mau, aku malu" ucap takemichi menutup wajahnya.


"haih, kau pantas menerimanya" ucap tomoe.


"baiklah baiklah, aku akan meminta bantuan pada mantan pacar ku, aku sekarang akan menelfon nya" ucap takemichi mengambil benda pipih di kantung jaketnya.


takemichi mulai memencet nomor satu persatu ditelfon itu, lalu menekan tombol.


Tut


Tut


Tut


"hallo takemichi Kun"


"ah hina, bisa kau kerumahku? aku butuh bantuan mu" ucap takemichi Canggung karena habis putus sama hina tadi.


"bisa, aku akan langsung kesana saja" ucap hina langsung mematikan telfonnya.


"hm apakah dia masih marah padaku? setelah aku memutuskan dia?" ucap takemichi bertanya tanya.


"jelaslah, pasti dia masih mencintai mu, mangkanya dia mau membantumu" ucap tomoe.


"hehe"


"haha hehe haha hehe" ejek tomoe.

__ADS_1


tidak lama kemudian pintu diketuk dan takemichi langsung buru buru membukakan pintu untuk orang yang mungkin dia tunggu.


"hai takemichi Kun" ucap hina tersenyum ramah kepada takemichi.


"hai hina Chan, ayo masuk" ucap takemichi tersenyum.


"ada perlu apa takemichi Kun menyuruhku kemari?" tanya hina.


"maaf soal yang tadi, sebenarnya aku masih mencintaimu, namun aku terpaksa" ucap takemichi menunduk.


"tidak apa apa, memangnya ada masalah apa sehingga takemichi Kun terpaksa memutuskanku?" ucap hina.


"sebenarnya aku...anu hina...etto...aku..." ucap takemichi gugup.


"kau kenapa takemichi Kun?" tanya hina penasaran.


"etto emm aku tiba tiba menjadi seorang perempuan, jadi aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita" ucap takemichi menunduk plus malu.


"what, apa, nani, kau jadi perempuan? bagaimana bisa?" tanya hina syok mendengar itu.


"aku tidak tau" ucap takemichi malu.


"jadi kau mau meminta bantuan apa?" tanya hina.


"aku mau tau caranya jadi perempuan itu bagaimana, jadi apa kau bisa membantuku?" tanya takemichi.


"ah tentu saja, aku akan membantumu takemichi Kun, ah maksudku Michi" ucap hina.


"ah hehehe" tawa canggung takemichi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"baiklah, ayo ikut aku, kita akan berbelanja kebutuhanmu saat ini juga" ucap hina menarik tangan takemichi.


takemichi yang ditarik hanya pasrah dan menuruti apa yang akan gadis itu lakukan lalu yang menggandeng tangannya itu kemana.


skip


tidak lama kemudian, akhirnya hina dan takemichi sudah sampai didepan mall untuk berbelanja, mereka menaiki taksi dan mulai turun dan memasuki mall tersebut.


"Michi seperti nya ini sangat cocok untuk mu" ucap hina mengambil sebuah baju sekolah berwarna hitam.


"t-tapi hina, itukan baju perempuan, mana sangat terbuka sekali" ucap takemichi memerah.


"takemichi Kun, ini itu memang baju anak perempuan, walaupun rok nya hanya atas lutut, ini memang khusus untuk perempuan seperti kita" ucap hina.


"sudah sana cepat ganti baju" ucapnya lagi dan mendorong takemichi menuju ruang ganti.


beberapa menit kemudian akhirnya takemichi keluar dan hina yang melihat itu langsung tersenyum.


"h-hina, bagaimana menurutmu?" gugup takemichi.



kira kira seperti itulah wujud takemichi saat sudah keluar 👆 abaikan kalungnya.


"wah kau cantik sekali, ayo coba coba lagi" ucap hina sudah menumpuk baju disebelahnya.


seolah olah tersenyum tanpa dosa saat memandang takemichi.


"tapi itu banyak sekali hina!" ucap takemichi menggembungkan pipinya tidak suka.


"sudahlah, ayo cepat, setelah ini aku mau kita jalan jalan ok" ucap hina mendorong kembali takemichi ke ruang ganti.


skip ya, biarkan saja mereka coba coba baju dulu.


takemichi dan hina akhirnya keluar, lalu bergandengan tangan seperti biasa sambil bercanda ria. pikir takemichi menjadi seorang gadis akan susah, ternyata tidak buruk juga, begitulah fikirnya.


akhirnya takemichi dan hina haus, lalu melewati tempat orang yang berjualan minuman Boba dari Indonesia, karena penasaran, akhirnya mereka mampir dan memesan dua.

__ADS_1


"serukan Michi?" ucap hina.


"menurutku tidak buruk, aku sangat terhibur hari ini, terima kasih hina" ucap takemichi tersenyum lebar hingga matanya menyipit.


"sama sama Michi" ucap hina.


akhirnya mereka berbincang-bincang sambil menunggu pesanan datang.


"loh takemichi?" ???


"eh"


"kau takemichi kan?" tanyanya menghampiri.


"i-itu..."


"hey kau berdandan seperti perempuan? oh ayolah, kau cantik sekali" ucapnya


"oh apakah ini dipasang disini? haha" ucapnya meremas dada takemichi.


orang itu langsung terdiam, rasanya asli dan takemichi yang mematung terdapat rona dipipinya malu.


"hey apa apaan kau, kau bisa kena tuntut jika melecehkan wanita!!" ucap hina menepis tangan orang itu dengan kasar.


akhirnya pesanan yang dipesan pun datang. hina menyuruh takemichi untuk minum dan menyuruhnya untuk tenang, hingga akhirnya...


"hiks...hiks... hakkai kun, kenapa kau melakukan itu padaku?" ucap takemichi terisak karena tangan hakkai tadi.


tentu saja hakkai langsung berkeringat dingin karena tangisan takemichi, dia sangat bersalah, dikira takemichi kospley jadi wanita, eh ternyata beneran, kan dia nggak tau.


"i-itu anoo takemichi, maafkan aku" ucapnya terbata.


lalu tidak jauh ada suara yang memanggilnya.


"hakkai, kau sedang apa? eh ada hina juga, bagaimana kabarmu? baik? oh iya, kenapa kau dandan seperti perempuan? kau cantik juga" ucapnya tersenyum.


"y-yuzuha a-aku tadi menyentuh daerah terlarang milik takemichi" cicit hakkai yang berada dibelakang yuzuha.


"maksudmu?" tanya yuzuha bingung.


"dia bukan dandan, tapi perempuan asli" ucapnya memerah merasakan dada takemichi yang dia remas tadi.


"apa!? kau perempuan? bagaimana bisa?" kaget yuzuha bertanya tanya.


"ntahlah Michi tadi bilang kalo bangun tidur sudah jadi perempuan, jadi Michi harus memutuskanku tadi" ucap hina sedih.


"putus? bukankah kalian saling mencintai?" tanya hakkai.


"ya seperti itulah" ucap hina.


"baiklah, aku mau lanjut jalan jalan lagi dengan Michi" ucap hina lagi menggandeng tangan takemichi.


"Michi?" bingung keduanya.


akhirnya mereka mereka berdua melanjutkan jalan jalannya tanpa mengingat kejadian tadi.


.


.


.


.


.


to be continued.

__ADS_1



ni kucing oyen lagi jelasin apa sih?


__ADS_2