Change Into Girl (Tokyo Revengers)

Change Into Girl (Tokyo Revengers)
3. kesialan


__ADS_3

🎉happy reading 🎉


takemichi dan hina masihlah jalan jalan, lalu mereka juga pergi ke taman kota buat nongkrong, mereka berdua duduk berbincang sambil memakan makanan ringan, tidak lama takemichi ingin membeli sesuatu dan pergi meninggalkan hina sendiri.


"Yo hina, sendirian saja?" ucap seseorang menyapa hina.


"oh Draken kun, kau juga sendiri? aku tadi bersama Michi" ucap hina.


"Michi?" bingung Draken.


"iya Michi, maksudku takemichi Kun" ucap hina.


"hah diamana dia?" tanya Draken menengok kanan kiri.


"hina!! nih aku membawakan mu minum" ucap takemichi berlari dan duduk disamping hina.


"loh takemichi kau kok dandan kayak perempuan sih?" ucap Draken bingung.


"hmm aku nggak dandan" ucap takemichi.


"terus?" ucap Draken.


"Michi tiba tiba saja menjadi perempuan, tadi kami habis belanja langsung main hingga sekarang" ucap hina.


"tunggu? gimana gimana? perempuan? lalu caramu mau terjun ke dunia berandalan gimana?" tanya Draken beruntun.


"sini duduk" ucap takemichi menepuk bangku disampingnya.


Draken pun menuruti apa kata takemichi dan duduk disampingnya bersama kedua gadis itu.


"begini, soal aku menjadi perempuan karena aku mati tertembak saat tiga hari lagi akan menikah dengan hina" ucap takemichi mengambil nafas.


"terus terus?" ucap hina penasaran.


"lalu aku tau jika Mikey kun menjadi seorang kriminal dan aku tertembak saat bertemu dengannya, alhasil kami terjatuh dari gedung bowling tak terpakai yang waktu itu kami berdua memang diatas gedung itu, lalu saat Mikey kun telah menembakku, dia mau terjun bunuh diri dan aku yang masih hidup ini menangkap tangannya, lalu alhasil kami jatuh berdua dari sana, saat aku bangun, aku sudah jadi perempuan" ucap takemichi menjelaskan dengan panjang lebar.


"jadi kau dari masa depan?" ucap Draken.


"yah seperti itulah, tadi aku sempat bertemu hakkai kun, namun dia..." ucap takemichi terputus dan langsung matanya berkaca-kaca melihat Draken.


"kau diapakan hm?" tanya Draken dengan tersenyum kesal.


"area dada Michi tadi dikira mainan oleh hakkai kun, dia meremas dada Michi" ucap hina.


"hm kenapa dia bisa memegang sesuatu yang terlarang disitu? jika aku bertemu dengannya, sudah habis dia" ucap Draken.


"sudahlah, lebih baik kita jalan jalan lagi yuk" ucap takemichi.


"kau nggak cape apa? kita kan tadi udah jalan jalan, apalagi kita tadi bawa belanjaan banyak banget" ucap hina.


"hehe maaf, jadi kita mau pulang atau gimana?" ucap takemichi nyengir.


"lebih baik kalian kuantar saja bagaimana? aku akan membawakan belanjaan kalian sebagai laki laki disini" ucap Draken.


"apanya, apa aku juga dulu bukan laki?" ucap takemichi cemberut.


"hadueh" ucap Draken tepok jidat merasakan takemichi yang seperti itu.


akhirnya Draken membawakan belanjaan keduanya. tadi draken membawa motor, namun diparkir diparkiran. Draken membawa belanjaan keduanya lalu takemichi dan hina berjalan, Draken menuntun motornya berjalan dengan kedua gadis cantik itu.


"oh iya, kau kan sudah jadi perempuan, lalu apa yang akan kau lakukan saat ini takemichi?" tanya Draken.


"hm sebenarnya aku ingin menyelamatkan semua orang, namun aku harus menerima konsekuensi karena harus masuk dalam takdir kalian, lalu aku juga ingin membantumu membawa kembali Mikey kun" ucap takemichi tersenyum.


"jika kau tidak bisa, lebih baik kau tidak usa terjun ke dunia berandalan lagi, nikmati saja waktumu untuk bersekolah dan berkarir lalu memilih suami yang baik, jangan ikut ikutan berandalan seperti kami lagi" ucap Draken.


"sebenarnya cita cita ku dari kecil adalah ingin menjadi berandalan no 1 dijepang, namun aku begitu lemah saat aku mempunyai kekuatan ini, jadi aku tidak mengingat cara bertarung dan hanya bisa terkena pukulan terus menerus dari berandalan lain" ucap takemichi menunduk.


"haih ya sudah, lebih baik percepat jalannya dan kita akan sampai rumah" ucap Draken menghela nafas.


akhirnya mereka pulang bertiga dan tidak lupa berjalan kaki dengan cepat karena hari sudah malam.


......................


......................


......................


mereka mulai berada di kawasan yang mulai ramai, lalu beristirahat disebuah bangku pinggir jalan.


"huhu aku capek" rengek takemichi.


"sama" ucap hina.


"sepertinya kita emang kejauhan maninnya" ucap takemichi.


"ya iyalah, kalian main jalan kaki, lah aku kan kesini pake motor, jadi nggak capek" ucap Draken.


"yah kan kita niatnya tuh mau jalan jalan, bukan motoran, jadi kita jalan lah" ucap takemichi.


"yaudah gimana nih, mau pulang pake motor di imbang atau gimana?" ucap Draken.

__ADS_1


"huh diimbang aja, kasihan hina nanti dicariin orang tuanya, kalo aku kan udah biasa" ucap takemichi.


"oke" ucap Draken menaiki motornya dan mengajak hina menaiki motornya.


"terus Michi nunggu disini sendirian gitu?" ucap hina.


"ya gitulah, udah tenang aja, aku dah biasa" ucap takemichi.


"um ok" ucap hina menaiki motor.


"bay bay Michi" ucap hina melambaikan tangannya.


"bay"


PLUK!


"takemichi, kau tidak pulang? aku sudah lapar nih" ucap tomoe tiba tiba muncul di pangkuan takemichi.


"bukannya kau dewa ya" ucap takemichi.


"iya, tapi kan aku disini rubah, jadi kau harus membelikan ku makanan manusia" ucapnya melungker memeluk ekornya yang putih dan berbulu itu dipangkuan takemichi.


takemichi malah mengelus rubah itu dan merasakan kehangatan dari bulunya.


"haih baiklah, aku akan beli makanan, sebelum itu aku mau menelfon seseorang agar dia tidak mencariku saat aku tidak ada disini" ucap takemichi.


"baiklah".


tomoe melihat takemichi memegang hp nya dan berbicara. setelah itu menghampiri tomoe untuk takemichi gendong dan memeluk tomoe menuju jalan raya untuk menyebrang.


"takemichi, kau beri aku makan murahan seperti makanan kucing, kupastikan hukumannya akan kutambah" ucap tomoe saat melihat toko makanan kucing.


"hehehe tau aja mau kukasih makanan kucing" ringis takemichi.


"ayo makan makanan manusia, atau aku akan menghukum mu jika tidak menuruti keinginanku" ucap tomoe.


"baiklah baiklah" ucap takemichi pasrah.


hari semakin malam, takemichi semakin kedinginan walaupun menggunakan sweater ditubuhnya, namun ada kehangatan dari tomoe dan takemichi semakin erat memeluknya.


"ah disana ada warung ramen, kita beli itu aja yuk" ajak takemichi sumringah.


"terserah, asalkan bukan makanan sampah" ucap tomoe acuh.


takemichi menghampiri warung itu sambil memeluk tomoe, lalu takemichi juga mendengar suara keributan dan kegaduhan seperti tawa disana.


"takemichi tunggu!! jangan ke sana!" ucap tomoe, namun takemichi sudah memasuki warung itu dan melihat sejumlah anak anak berandalan yang berkumpul menikmati ramen disana sambil tertawa.


"aku sudah masuk tomoe" bisik takemichi.


BRAK!!


suara meja digebrak dan menimbulkan suara yang membuat takemichi berjingkat, orang itu nampak menghampiri takemichi dan membuat takemichi bergetar halus saat orang sangar itu melihatnya tajam.


"hahaha kita mendapatkan gadis cantik, malam ini kita berpesta" ucapnya mengangkat kepalan tangannya keatas sambil bersorak.


"maaf sepertinya aku ada urusan, saya permisi dulu" ucapnya ingin pergi sebelum tangan kekar melilit tangannya yang putih dan mungil.


"gadis imut, kenapa kau ingin pergi? kita belum bersenang senang loh" ucapnya tersenyum.


"t-tapi aku ada urusan tadi, terus aku juga masih membawa belanjaan orang" ucap takemichi gemetar.


"hey kenapa buru buru? kita tidak akan menyakitimu dan akan pelan pelan" ucapnya menyeringai.


"maaf aku harus pergi, dan aku tidak mengerti ucapan mu" ucap takemichi.


"oh apakah kau mau bermain?" ucapnya tersenyum.


"bermain apa?" tanya takemichi menatap orang itu polos.


takemichi hanya takut jika bertemu berandalan seperti mereka, takemichi akan dipukuli, begitulah fikirnya, tetapi mengapa berandalan yang ada didepannya malah mengajaknya bermain? itulah pertanyaan nya.


"oh gampang, kita akan bermain diatas tempat tidur" ucapnya tersenyum.


takemichi mengedipkan matanya berkali kali, mencerna apa yang di katakan oleh orang yang di katakan didepannya itu.


"bermain diatas tempat tidur? bagaimana caranya? aku tidak pernah mendengar tentang permainan seperti itu? bahkan kalo bermain bekel atau engklek, pasti nggak akan bisa?" Ucup takemichi bertanya tanya dengan wajah polosnya.


tampak orang didepannya ingin tertawa, namun dia tahan, melihat gadis sepolos ini fikirnya pernah bertemu, namun dimana?


"aniki, lebih baik jangan mengisenginya, toh kau sudah banyak mempermainkan wanita, jadi jangan mempermainkan gadis polos ini" kata sang adik dari orang berambut kepang tersebut.


"sudahlah takemichi, lebih baik kau meninggalkan tempat ini, dari pada dapat pasalah" ucap tomoe.


"hm boleh aku pergi?" tanya takemichi.


"tunggu! aku seperti pernah melihatmu, namun siapa? ah bukan, diakan laki laki, mana mungkin akan menjadi perempuan?" ucapnya.


"maksudmu siapa?" tanya takemichi.


"apakah yang kau maksud hanagaki?" ucap sang adik.

__ADS_1


"yah itu, oh iya apa kau kelurga atau siapanya?" tanyanya.


"yah kau mirip dengannya, oh tunggu aku pernah melihat takemichi yang didandani seperti ini waktu aku kecil dulu, memang sangat mirip" ucapnya menghampiri takemichi yang mundur satu langkah semakin erat memeluk tomoe.


GRRRRR


"tomoe" ucap takemichi melihat rubah putih dipelukannya itu menggeram.


"anu kaku chan..." ucap takemichi tanpa sadar.


"kau beneran takemichi!!?" ucapnya terkejut dan membuat takemichi berjingkat.


"heh sungguh hanagaki!!?" ucapnya semakin mendekat ke arah takemichi.


"dasar manusia bodoh, kenapa kau malah membuka identitas mu!?" ucap tomoe.


takemichi semakin menunduk takut, dia tadi keceplosan saat melihat kakucho teman masa kecilnya, jadi dia langsung memanggil namanya.


"tidak kusangka kau akan berdandan seperti ini, lalu kau menggunakan apa untuk menyimpan penyumpal dadamu?" ucapnya tersenyum sambil mengarahkan baton ke pipi mulus takemichi.


"a-aku tidak...kyaak" ucap takemichi terhenti dan berteriak saat tangan itu menyentuh area dada sama seperti hakkai tadi.


"eh ini asli" ucapnya syok.


takemichi berkaca kaca, dadanya tidak lagi lagi disentuh dan tidak perawan lagi, dia ingin menangis saat itu juga, dada yang dari tadi dia tutupi oleh tomoe rubah putih yang dia peluk malah kecolongan lagi.


akhirnya takemichi menangis karena dadanya yang tidak kunjung dilepaskan.


"hiks...hiks... k-kalian laki laki mesum, memegang dadaku seenaknya hiks..." ucap takemichi gemetar dengan air mata menghiasi pipi gembil nya yang putih bersih dengan semburat merah di pipi tersebut.


"ran apa yang..." ucap kakucho, ran lebih meremasnya lagi.


"hawaaaaaa" tangis takemichi semakin menjadi.


GRRRRRRRR CROUCH.


tangan ran langsung berdarah karena tidak kunjung berhenti meremas dada takemichi yang berisi.


"tkc binatang sialan" ucap ran yang ingin memukul rubah itu dan seketika rubah itu meloncat dan mencakar wajah tampan ran.


"wakakaka rasain, mangkanya pemiliknya dilecehin, rubahnya yang marah kan" ucap kakucho tertawa sambil memegang perutnya.


tampak terlihat cakaran dan gigitan tomoe diwajah ran, lalu tomoe yang sudah selesai dengan acara cakar mencakar itu langsung ke pelukan takemichi kembali.


kakucho yang masih melihat takemichi menangis langsung memberinya minum dan mengarahkan takemichi untuk duduk. melihat takemichi terisak dengan wajah yang memerah karena menangis dan air mata yang tersisa membuat takemichi semakin imut. apalagi saat memeluk rubah putih itu, seperti memeluk boneka pikir kakucho.


"apakah kau sudah tenang?" tanya kakucho menenangkan gadis disampingnya itu.


"hm" dehem takemichi mengangguk.


"baiklah, apa kau mau pulang? biar aku antar ok" ucap kakucho.


takemichi mengangguk dan kakucho langsung menggandeng tangan mungil takemichi menuju parkiran.


tentang ran, rubah putih sudah melumpuhkan ran dengan kekuatannya agar tidak bisa bergerak dengan wajah dan tangannya yang penuh cakaran dan gigitan.


sang adik hanya melihat prihatin lalu mengajaknya pulang. tenang aja, ran akan bisa bergerak lagi saat sudah 3 jam berlalu.


"itulah jika sering melecehkan wanita, kau akan tau akibatnya" ucap adiknya memapah ran yang kaku.


.


.


.


.


.


.


to be continued.


kukasih bonus









__ADS_1



buat wallpaper atau simpanan galery mungkin bagus >.<


__ADS_2