CINDElLLINA

CINDElLLINA
SPG Mall


__ADS_3

"Doooorrr..."


"Astaghfirrullaah...resek iih" teriak dellina saat rani tiba-tiba muncul dan mengejutkanya.


"hehehe..santai aja dong, giat amat kerjanya.." ledek rani sambil ikut membereskan tas-tas mewah di hadapan dellina.


"Hari ini weekand, udah minum extrajoss belum?" ledek dellina seraya menyunggingkan senyum di bibir indahnya.


rani hanya menjawab dengan tawa kecil sambil terus mengemas tas-tas mewah yang tampak belum rapi.


Melihat pakaianya berantakan dellina melangkah menuju cermin besar di samping rani. "mingir-minggir..mau ngaca bentar.."


"yaelaah..biar apa sii..?" tanya rani dengan nada sedikit meninggi.


"biarrr tau dirrriiiii..." dellina menjawab dengan penuh penekanan.


hahaha..resek lu del..rani tertawa riang saat mendengar banyolan rani..seisi toko mendadak riuh dengan gelak tawa.


Dellina bekerja di salahsatu mall besar di jakarta pusat. ia menjadi spg toko tas branded yang harganya bisa digunakan untuk membayar sewa rumah selama bertahun- tahun bahkan beberapa didalamnya bisa untuk membeli prumnas seperti yang saat ini ia tempati. bekerja sebagai spg tentunya mengharuskan dellina tampil selalu rapi dan menawan. Polesan make up tebalpun tak pernah hilang dari wajah cantiknya saat ia berada di jam kerja.


Dellina tampak menarik bagian bawah jasnya, tak lupa ia merapikan bibir merahnya yang sedikit berantakan saat ia memoles lipstick secara terburu-buru.


"Udah cantiik kok..yang mau di beli itu tasnya, bukan yang jaga del,.ya kalle ada pangeran mampir ke toko tas gini, adanya cuma emak-mak sosialita yang rempong dan sombong" jelas rani sambil membuat wajah lucu sedikit mengejek.


Dellina tak menciut, dengan senyum lebar ia mencubit pipi temanya itu dan melontarkan kalimat yang menggelikan


"ya..kali aja mak mak rempong itu punya lajang ganteng..karna lihat kita cantik terus dikenalin ke anaknya..kalo jodohkan gk ada yg gak mungkin".

__ADS_1


Seisi toko dibuat semangat dengan kata-kata dellina, para spg yang juga bekerja disitu mengangguk serempak tanda setuju, beberapa mulai merapikan baju dan melihat wajah mereka ke cermin.


Dellina adalah gadis yang periang, dimanapun ia berada pasti akan memancarkan aura dan pengaruh positif terhadap orang-orang disekitarnya . Sudah 6 bulan ia bekerja di toko itu, sebelumnya ia pernah bekerja di berbagi perusahaan tapi semua kandas karna terjadi pemecatan masal maupun resign secara suka rela.


Mata Dellina memandang lekat cermin yang ada di depanya, tampak sepasang mata indah menghiasi parasnya, serta hidung yang tidak mancung alias pesek terdapat tahilalat kecil hampir tak terlihat, entah mengapa hidung mungil itu malah menjadi sesuatu yang menarik di wajahnya menambah kesan manis khas wajah orang indonesia, di kerjapkanya dua mata bening dan bulat itu, sebenarnya ia sedikit mengantuk siang ini, ia bekerja sedari pagi karna weekand, ia dan rekannya rani memilih lembur beberapa jam, lumayan untuk memenuhi dompet seorang gadis yang notabenenya memiliki segudang kebutuhan, dellina tampak sangat bersemangat siang ini, ia memutar tubuh kecilnya mengikuti lantunan musik lembut yang terdengar di telinganya, tubuh kecil seperti anak SMA namun sangat seksi saat ia mengenakan kemeja pink berbalut jas hitam ketat dan sangat maching dengan rok span yang ia kenakan. Tatanan rambut gelung keong khas spg mall pun terlihat serasi menjulang di belakang kepalanya.


Jam dinding toko menunjukan pukul 13.30 wib. Keadaan toko masih sepi dari pengunjung, hanya terdengar suara musik lembut memanjakan telinga yang berasal dari speaker, berbeda dengan keadaan di luar toko yang menyajikan dentuman keras musik band namun suaranya tidak sampai terdengar ke dalam toko tas brended tempat dellina bekerja. Hari ini adalah weekand dan bertepatan dengan aniverserry mall maka dari itu pihak mall sengaja mengundang band nasional yang ternama untuk menghibur para pengunjung.


"kau sudah siap rani?" tanya dellina yang sedaritadi masih menghadap cermin dan sibuk mengoreksi penampilan. ia tak menghiraukan dimana keberadaan sahabat yang ia ajak bicara.


"selamat siang nyonya, silahkan masuuk"


ternyata pengunjung sudah mulai berdatangan. untung rani sudah siap berdiri dan menyambut mereka di depan pintu.


mendengar suara sahabatnya itu dellina menoleh dan ikut serta melayani para customer begitu pula rekan dellina yang lain.


"Silahkan di lihat-lihat nyonya..dipilih yang mana yang nyonya suka, apabila nyonya butuh bantuan jangan segan untuk memanggil kami. kami juga memiliki barang baru hari ini, baru saja datang dari korea, nyonya tinggal sebut saja merek apa yang nyonya inginkan".


Sahabat dellina itu sangat lihai memainkan kata-kata saat bersama customer. banyak dari mereka yang termakan rayuanya sehingga yang tadinya hanya ingin lihat-lihat malah tiba tiba kepincut membeli tas brended dengan harga selangit . meski begitu tidak semua customer bersedia mendengarkan ocehanya, ada juga yang merasa risih dan tidak nyaman dengan kehadiran spg yang seakan-akan membuntuti dari belakang.


" kalo ada yang cocok nanti saya panggil, gak usah ngintilin gtu deh ,,kaya gk kenal aja" cetus salahsatu customer berparas cantik, tubuhnya langsing dan sexy berbalut dress ketat berwarna kuning, namanya sisil dia adalah salahsatu pelanggan di toko ini, semua spg toko sangat hafal wajah sombong dan mulut busuknya. mendengar bentakan itu berangsur rani pindah melayani customer lain. rani sudah biasa di perlakukan seperti itu, namun sifat sabarnya tak pernah ia urungkan, lagipula jika ia bukan orang yang sabar manamungkin bisa akur bertahun tahun dengan sahabatnya yang bernama dellina yang sejatinya memiliki sifat grusa grusu tak sabaran, cerewet dan gak mau kalah. Rani adalah satu-satunya sahabat dellina dari SMA, mereka sempat berpisah saat dellina menempuh pendidikan di perguruan tinggi sedangkan rani langsung mendapatkan kerja setelah lulus SMA, namun sahabat sejati memang tak bisa berpisah lama mereka dipertemukan kembali saat bekerja di toko ini.


Di sela-sela kesibukan tampak seorang wanita sekitar umur 50an tahun memasuki toko dengan gaya yang sangat anggun, meskipun sudah tua namun aura kecantikanya masih terpancar. rambut pendek di atas bahunya tersisir dengan sangat rapi melengkung kedalam. syal hitam terbuat dari kumpulan bulu angsa terpaut dipundaknya menambah kesan mewah dan berkelas. Dellina memandang takjup kepada wanita itu, bahkan pengunjung lain terlihat berbisik-bisik dan menunjukan ekspresi kagum dibuatnya.


Namanya Maya hendrokusumo, orang orang menanggilnya nyonya maya, dia adalah istri pemilik perusahaan majalah terbesar se asia. tidak ada yang tidak mengenalnya, bahkan profil keluarganya hampir setiaphari menghiasi layar televisi indonesia.


"apa masih ada yang model ini dek?"

__ADS_1


suaranya lembut membangunkan lamunan dellina yang seolah tersihir oleh pemandangan barusan.


" m..maaf nyonya" dellina terbata menjawab pertanyaan nyonya maya.


"baru saja terjual beberapa menit yang lalu," tambahnya, dengan mata tertuju pada gambar tas yang terpampang di layar handphon.


"wadduh..saya terlambat ya..ada model lain?"


tanya nyonya maya selanjutnya.


" ada nyonya,, sangat special merek h***s,, modelnya bagus kami belum sempat menampilkanya di display..kalau nyonya berkenan akan saya ambilkan" tawaran delina meyakinkan customernya.


mendengar itu wajah nyonya maya tampak antusias dan menyerukan agar tas tersebut segera dibawa ke hadapanya. senyum ramah Dellina merekah tak lupa ia mengarahkan nyonya maya untuk duduk di kursi vip saat menunggunya mengambil barang yang di maksud.


beberapa saat kemudian dengan hati-hati dellina membawa tas berwarna kuning yang amat terlihat elegan, tangan kanannya tampak memegangi handle tas dan tangan kiri menyangga bagian bawah , ia tak sabar menunjukan barang itu kepada customernya. namun belum sempat iya menyerahkanya kepada nyonya maya ia dikagetkan dengan sisil yang mengambil paksa tas tersebut.


" oooouuhhhh...cantiknyaaa...!!" sisil berteriak seperti kuntilanak, sebagian orang terkejut mendengarnya terlebih lagi nyonya maya.


Nyonya maya kenal betul wanita itu. wanita ular yang sudah lama berkencan dengan si tua bangka Hendrokusumo suaminya. ia sangat mencintai suaminya itu namun rasa cinta berubah menjadi benci saat setelah wanita itu hadir ditengah-tengah usia senjanya yang bahkan sudah tak pantas untuk terlibat skandal seperti itu.


Entah dari mana kunti itu muncul begitulah sebutan yang diberikan para spg kepada sisil, dellinapun tampak bingung ia tak tau harus berbuat apa. terlebih lagi ia melihat wajah nyonya maya yang seakan siap menerkam wanita yang tak jauh dari tempat duduknya.


"oowwwh...pertempuran lagi kaaaahhh,,???" dellina menjerit dalam hati, fikiranya sudah menerawang seakan tahu keonaran apa yang akan terjadi di ruang megah itu. Spg lainpun tampak lemas dan saling berpandangan satu sama lain..


sekian episode 1 kali ini..mohon dukunganya


salam manis dari author, maafkan apabila masih banyak typo 😇😇😇

__ADS_1


Tiichaan


__ADS_2