CINDElLLINA

CINDElLLINA
keong sawah 1


__ADS_3

"saudari dellina anindita.." seru wanita cantik dan seksi dari arah pintu masuk, namun tak ada sahutan dari arah tempat duduk calon kariawan.


"Dellina anindita.." panggila kedua dilakukanya lebih lantang, barisan orang orang tersebut tampak celingukan mencari pemilik nama.


"Dellina anindita.." wanita itu mulai geram dan lebih mengraskan panggilanya lagi.


seorang lelaki dari barisan itu mengulanginya.


"Dellina..dellina..mana dellina..??"


"iyaa..saya dellina.." dengan gagap dellina menjawab panggilan keras yang baru ia dengar, tanganya memasukan alat make up secara terburu buru ke dalam tas dan bergegas melangkah menuju ruangan.


"saudari dellina..silahkan masuk.."


"iya..terimakasih mbk.." delina melangkah dengan senyum merekah sangat ramah, namun wanita di depanya nampak masih kesal karena kerongkonganya sakit setelah beberapa kali berteriak,


Dellina sangat gugup, ini adalah wawancara kerjanya yang ke 21 kali dalam 5 bulan terahir, setelah insiden perkelahian di toko tas beberapa bulan lalu. Dellina harus rela di pecat secara tidak hormat karena terbukti membuat onar di tempat kerjanya.


"bruuk.." tubuh dellina seketika ambruk tepat di samping daun pintu.


"ouuh shiiit..." gumam dellina dalam hati, muka meringis menahan sakit di sekitar lutut dan lengan yang terasa panas membuatnya sedikit mengaduh.


dilihatnya tas jinjing yang tersangkut di


gagang pintu yang sengaja tidak di buka seperti pasanganya.


" sial bener ni tas item, ngapain pake nyangkut coba.." dellina bergumam lirih sambil mencoba bangkit dari posisinya.

__ADS_1


Dari arah belakang terlihat sosok pria muda yang maskulin mengenakan jas hitam, namanya Rangga Sutedja, ia mulai mendekat ke arah pintu, perawakanya tinggi dan tegap warna kulitnya coklat serasi dengan kacamata hitam yang baru saja ia lepas dari tempatnya, tampak sorot matanya tertuju pada gadis yang baru saja terjungkal beberapa meter di depanya, ia terhenti sejenak menunggu gadis itu berlalu namun amggapanya ternyata salah, gadis itu tak sedikitpun beranjak.


dengan langkah santai ia memiringkan tubunghnya saat melewati gadis yang masih sibuk mengusap lutut dan merapikan pakaian. Pria itu mengerutkan dahi dan sedikit menahan tawa saat melihat gelungan keong yang mengkilat, ia merasa silau saat memandang tanpa meggunakan kacamata hitam.


"tatanan rambut macam apa itu.." gumamnya dalam hati seraya berlalu menuju barisan kursi para petinggi perusahaan, belum pernah ia melihat sekretaris di perusahaan yang membuat gelungan mirip seperti keong sawah seperti itu.


yaa..dellina mencoba peruntunganya menjadi seorang sekretaris, ia bingung harus melamar kerja kemana lagi, sebelumnya ia pernah bekerja di perusahaan retail namun ia harus terkena phk karena perusahaanya bangkrut, kemudian bekerja di perusaan percetakan namun ia juga di pecat karena ketauan menjadi provokator demo saat gajinya tak dibayar selama 6 bulan, yang terahir ia bekerja sebagai spg mall dan mengalami pemecatan kembali, rambut gelung keong yang ia gunakan saat ini adalah gaya yang biasa ia kenakan saat menjadi spg mall, entah mengapa dellina suka sekali gaya itu, mungkin terlihat rapi seperti pramugari.


Meskipun pekerjaan sebelumnya tak ada yang sejalan dengan job deskription seorang sekretaris namun dengan berbekal ijazah sarjana dari universitas swastanya ia tak akan menyerah, ia akan terus maju mencari pekerjaan yang akan menjadikanya seorang yang sukses di masa depan.


Beberapa saat kemudian dellina sudah berdiri tegak dengan tas jinjing yang baru saja ia ambil dari gagang pintu, ia melangkah dengan sedikit gontai menuju barisan kursi yang sudah disediakan, terlihat 5 orang pelamar sepertinya sudah terlebih dahulu duduk rapi disana.


Seorang pria paruh baya tersenyum tipis sambil mempersilahkan dellina duduk di kursi paling pinggir namanya Pak suryo, dia adalah salahsatu orang kepercayaan di perusahaan ini.


"trimakasih pak.."sapa dellina pada lelaki tua itu..meskipun sudah tua namun terlihat rapi dengan stelan jas hitam serta sepatu mengkilat yang terlihat mewah saat dibawa melangkah menuju tempat duduknya.


"selamat siang saya ucapkan kepada bapak ibu yang hadir dalam ruangan ini, kebetulan sesi kali ini kita kedatangan tamu terhormat ceo perusahaan kita yaitu bapak Rangga Sutedja, Selamat bergabung Pak Rangga.."


Mendengar sambutan dari Pak Suryo, Rangga segera berdiri dan sedikit menganggukan kepala, anggukanyapun langsung di sambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin yang ada dinruangan.


"iterview atau seminar..rame banget.."


gumam ragga dalam hati.


Saat ini adalah sesi perekrutan sekretaris untuk rangga, entah sudah berapa kali dia ganti sekretaris, ada yang di pecat ada juga yang mengundurkan diri karena tak tahan memiliki atasan seperti rangga. Sikapnya sombong dan arogan, belum lagi sifat perfectionisnya.


"Baiklah langsung saja saya mulai ya, kepada bapak ibu calon pegawai kami harap perhatianya, Perusahaan kami merupakan perusahaan ternama di wilayah asia, untuk itu kami sangat berharap bapak ibu adalah orang orang yang memiliki kemampuan seperti yang kami harapkan, seperti memiliki kualitas dan reputasi yang tidak main main." tegas pak suryo membuat ke enam calon pegawai nampak beringsut dan menegang.

__ADS_1


" Langsung saja kita mulai, bapak ibu boleh memaparkan cv masing masing, saya akan menunjuk secara acak, dan bapak ibu direksi yang di depan boleh memberikan pertanyaan apa saja kepada calon pegawai dan harus dijawab sungguh sungguh serta jawaban yanh sebenar benarnya, bagaimana bapak ibu..mengerti?"


tanya pak suryo kepada semua hadirin yang ada di ruangan, semua tampak mengangguk tanda mengerti.


" baiklah langsung kepada bapak yang paling ujung" mata pak suryo tertuju pada lelaki tampan dengan perawakan tegap mempesona. lelaki itu segera berdiri sambil merapikan kemejanya.


"terimakasih atas kesempatanya, bapak ibu yang terhormat perkenalkan saya Bambang Prayogo, saya dari bekasi. Lelaki itu dengan sangat yakin dan percaya diri memperkenalkan identitas, pengalaman serta background pendidikannya. Semua orang tampak kagum dibuatnya, terbukti dari sorak tepuk tangan dari orang orang yang ada di ruangan itu, para petinggipun tersenyum dan mengangguk anggukan kepala, tidak ada pertanyaan mendetail dari para petinggi itu semua sudah merasa puas dan jelas.


"Baik..Cukup Pak Bambang..silahkan kembali duduk..Selanjutnya Nona, emm maaf maksud saya Ibu yang berbaju biru, silahkan..", pak suryo sedikit kikuk akibat kekeliruanya.


Wanita cantik dengan tinggi kurang lebih 165 cm saat mengenakam heels 10 cm tampak berdiri dengan sangat anggun dan sexy, tubuhnya yang ramping berbalut kemeja biru dipadu dengan rok span putih membuat semua mata lelaki terpana olehnya.


"Bapak ibu yang terhormat perkenalkan saya Clarissa safina, saya dari Jakarta, sebelumnya saya pernah bekerja di perusahaan xxxxxx di jakarta barat sebagai sekretaris, saya lulusan UI jurusan manajemen, Jelas wanita itu dengan raut wajah ceria dan menggemaskan hingga membuatnya seperti malaikat menyihir semua kaum adam yang ada di ruangan.


Dari semua kaun adam yang terpana hanya satu yang tampak tak bergeming, Rangga Sutedja, dia hanya memainkan bolpoint di atas kertas dengan goresan goresan yang tak


berbentuk.


Perekrutan kali ini dia tak begitu tertarik, ia tak peduli siapa yang akan jadi sekretaris, ia mengganggap bahwa semua kariawan sama saja tak ada yang dapat mengimbanginya, hingga ia diam tak mengeluarka satu katapun kepada orang orang di depan bahkan yang ada di sampingnya.


terimakasih sudah membaca..😉


jangan lupa lritik dan saranya yaa..


kali ini episodenya bersambung yaa..😊


Buah manggis buah pepaya

__ADS_1


Salam manis untuk Pembaca😍😍😍


__ADS_2