CINDElLLINA

CINDElLLINA
Farhan


__ADS_3

Dellina melangkah dengan gontai memasuki lorong rumah yang dihiasi cahaya remang remang. hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya. Di tentengnya kresek putih berisi bahan makanan yang tadi dibelinya dipasar rakyat, ingin sekali ia mengantar plastik kresek itu ke dapur namun rasa lelahnya memilih untuk langsung menuju kamar dan segera dapat merebahkan diri.


"memalukaaan..sangat memalukan.." ucapnya lirih saat menatap seberkas wajah kusut di cermin, fikirananya teringat dengan moment wawancara tadi pagi mustahil sekali bisa lolos. tidak dipermalukan lebih lanjut saja ia merasa sudah sangat beruntung, dellina sadar bahwa ia tidak boleh berharap lebih dengan pekerjaan ini, semua sudah tergambar dengan jelas.


Dellina segera membuka jas hitam yang ia kenakan, mengeluarkan ujung baju dari selipan rok spanya. terasa lega setelah seharian berusaha untuk tampil dengan sangat rapi. dilepasnya satu persatu jepit lidi yang ia gunakan yang spontan membuat gelungan keongnya berhamburan dan membuat rambut indahnya tergerai.


dellina menggaruk kepalanya dengan cepat dan kuat karna rasa gatal yang ia tahan sedari tadi seraya menghempaskan tubuhnya di atas ranjang pink di sudut kamar.


"ibuuu...nasibku takkan seburuk ini bila ibu masih ada disampingku buu.."


bulir bulir bening terasa hangat mengalir dipipinya saat menatap foto wanita disamping lampu tidur.


hati dellina terasa sangat sakit karna tiba tiba teringat dengan kematian ibunya tiga belas tahun yang lalu karena kecelakaan mobil.


beliau meninggal sesaat setelah berhasil memergoki suaminya berselingkuh, mobilnya terjungkal masuk kedalam jurang hingga beliau meregang nyawa.


Dellina cantik yang saat itu berusia 12 tahun itu menyaksikan dengan jelas mobil ibunya melesat. ketika itu ia sedang berada di mobil lain bersama kakeknya.


taklama setelah ibunya meninggal sang kakekpun menyusul, satu bulan lamanya beliau terkena serangan struk dan akhirnya tak dapat bertahan mendampingi cucu cucunya yang baru saja kehilangan seorang ibu.


dellina memiliki seorang adik laki laki yang masih balita. setelah kejadian naas itu mereka berdua diasuh sendiri oleh ayahnya. betapa ia sangat menyelasi perbuatanya yang mengakibatkan anak anaknya tak meliliki ibu lagi. oleh karena itu ia mutuskan untuk tidak akan menikah lagi.


Dalam lamunanya dellina teringat dengan sosok pria yang bernama rangga. sosok pria yang terlihat sangat dingin dan datar. tatapanya sangat mengerikan saat ia melontarkan pertanyaan saat wawancara tadi pagi.


"kalau di fikir fikir kyakmya aku juga gk mau punya bos kaya pak rangga.." gumamnya lirih kepada dirinya sendiri.


"memang ganteng, tapi kayaknya tempramen deh, dih amit amit kalo dapat bos kaya dia.." membayangkan itu seketika leher dellina terasa merinding.


Dellina berusaha membuang semua pemikiran aneh yang ada di kepalanya saat ini, di lihatnya jam dinding yang sudah menunjukan pukul 8 malam, perut yang terasa keroncongan itu mengingatkanya pada belanjaan yang tadi entah sudah dia letakan dimana, matanya yang sayu menyisir setiap sudut ruangan, dan terlihat kresek putih di samping pintu kamar, dellina berusaha untuk bangkit untuk membuat makan malam namun apa daya rasa kantuknya lebih menguasai hingga ia kembali merebahkan diri di pinggir ranjang dan lanjut terlelap dengan diiringi musik dari cacing cacing demo di perutnya.

__ADS_1


***


Suara riuh kendaraan kota mulai memekakan telinga. Tombol klakson yang ditekan berulang ulang oleh sopir membuat gendang telinga seperti ditusuk tusuk, orang orang yang sejak tadi menggu di halte mulai beranjak dan berdesakan memasuki pintu busway yang juga di tumpangi dellina.


Dellina terlihat duduk di bangku tengah dekat jendela sebelah kanan, dipandanginya para penjual kaki lima yang berbaris di pinggir jalan saat busway yang ia tumpangi melintas di depan mereka, jalanan yang padat, kepulan asap dimana mana membuat fikiran dellina semakin semrawut.


"kemana lagi aku harus melamar kerja..?" gumamnya dalam hati


" ya Allah bantu hamba dalam mendapatkan pekerjaan.."


sudah berhari hari dellina mengurung diri dirumahnya, berharap ada telfon dari salahsatu perusahaan yang telah ia datangi namun tak ada satupun yang memanggilnya kembali.


otak dellina sudah buntu, terlebihlagi isi dompetnya yang hari demi hari kian menipis, pikiranya tak hanya tentang bagaiman makan esok hari tapi juga kepada adik dan ayahnya. adiknya masih sekolah SMA dan ayahnya sudah sakit sakitan. Selama ini dellina menjadi tulang punggung keluarga.Meskipun mereka tidak tinggal satu rumah namun setiap bulan dellina akan mengirim sejumlah uang ke rekening ayahnya, kini sudah genap 2 minggu dellina tak mengirimkan uang, ia tak berani menelepon karena takut ayahnya bersedih dan semakin jatuh sakit saat tahu dellina anaknya dipecat dari pekerjaan.


"biib biib..." smartphone dellina berdering tanda pesan singkat telah masuk. dibukanya penutup tas yang ada di depanya, tanganya mulai meraih smartphone berwarna pink dengan silikon karakter.


"cckk..pesan email..kiraain.."


"ayaah lagi ngapain yaa..farhan jugak, udh brgkat sekolah belum..apa mereka masih punya uang hari ini..?"


dellina membuang nafas dengan kasar, pikiranya merancau kemana mana.


"diing..diiing..diiing.." smartphone dellina kembali berdering, kali ini deringnya terdengar berbeda, ia tahu itu pesan dari farhan adiknya. karna dellina selalu mengganti nada dering khas khusus untuk panggilan dari farhan dan ayahnya.


["kaak.."] demikian isi pesan singkat itu.


["eeh..adek kakak...ada apa dek..?] balas dellina dengan emotikon senyum ceria.


["kakak apa kabar..? udh sarapan belum? ini farhan dan ayah sarapan lontong.." ]farhan juga membalas dengan emot sedang makan.

__ADS_1


[" udah dong..ini kk lagi di bus, mau berangkat kerja.." ] mengetahui ayah dan adiknya sedang sarapan membuat dellina sedikit merasakan lega, setidaknya mereka sedang baik baik saja.


["kk masih ada uang..?" ] deg, pesan farhan membuat jantung delina seakan lompat dari tempatnya.


"bagaimana ini, pasti farhan minta kirim uang, sudah 2 minggu aku telat mengirimkan uang" gumam dellina dalam hati.


["punya dek, maaf ya kk telat ngirim. gaji kk belum dibayar perusahaan.]


[maksud farhan bukan itu kk, kk beneran masih punya uang? farhan ada uang habis gajian dari ko alim, kalo kk gk punya uang bisa farhan kirim..]


begitulah farhan, perasaanya sangat tajam jika sesuatu terjadi pada dellina, terlebih lagi dellina tak pernah sekalipun telat mengirimkan uang untuknya, hingga sekarang ia curiga terjadi sesuatu.


[ciyeee,,,gajian lagi, gkusah repot repot ngirimin kk, ditabung aja atau beli makanan untukmu dan ayah juga dek..] dellina membalas dengan kalimat menggoda.


["hati hati dijalan ya kk.."] balas farhan lagi, farhan adalah adik laki laki yang sangat baik dan penurut kepada kakaknya dellina. dikampung ia terkenal sebagai seorang remaja yanh pintar dan mendapat beasiswa di sekolahnya, tidak hanya itu ia jugak tidak malu jika harus membantu dellina mencari uang sebagai penjaga toko di sebuah warung kelontong milik orang cina di kampungnya.


kalau pagi farhan sekolah, sore tepat setelah asar farhan akan bekerja hingga larut malam, ia merasa kasihan dengan kakaknya yang harus menjadi tulang punggung keluarga, terlebih lagi dia adalah seorang lelaki yang kelak dewasa dan harus bisa melindungi keluarganya, sedini mungkin ia harus belajar bertanggung jawab setidaknya terhadap dirinya sendiri.


saat dellina sedang mengetik pasan untuk farhan tiba tiba masuk notifikasi banking yanh bertuliskan dana masuk sebesar lima ratus ribu rupiah.


pesan banking itu membuat dellina menitikan bulir bulir air mata.


"ternyata adikku farhan sudah beranjak dewasa, kakak janji farhan kakak akan bekerja keras untuk menyekolahkanmu hingga sukses, itu janji kk sendiri untukmu dan untuk ibu" batin dellina dalam hati.


[ kakaak baik baik ya disana, jaga kesehatan..kalau ada masalah jangan dipendam sendiri disini ada farhan yang akan selalu siap mendengar keluh kesah kakak..]


farhan mengirimkan pesan kembali, dellina hanya diam menatap layar smarphon dengan senyum yang mulai memgembang.


terimakasiiih...

__ADS_1


kritik dan saran selalu saya harapkan ya teman teman..😊😊


__ADS_2