
"maaf non, ini sudah ada yang punya.." seru dellina dengan nada khawatir
"aku yang pegang duluan jadi akulah yang berhak memilikinya " ucapan sisil yang tak masuk akal dan seolah merasa benar membuat dellina sedikit geram.
"bukanya non sisil sudah belanja 2 tas ya hari ini.,besok bakal ada edisi baru non, lebih bagus dari ini" rayu dellina dengan menunjukan gambar tas yang akan datang esok hari. tapi semua itu hanya sia sia, sisil bukanlah wanita yang mudah menyerah dengan pilihanya, lebih tepatnya ia adalah seorang yang sangat egois.
"heeii..lancang ya mulutmu..walaupun saya beli 3 atau 5 tas hari ini,, kalau saya mau besokpun saya bisa beli lagi,,10 sekalian.." sisil sejenak menghentikan ocehanya, tak ada yang berani meladeni..
"ooww aku tau hal seperti itu gak akan muncul di benakmu bahkan satu tas saja belum tentu lunas kalau kamu cicil seumur hidup..haah kasiaaaan "
wajah cantiknya seakan berubah menjadi nenek sihir sejalan dengan cacian yang keluar dari mulutnya, semua orang memandang dengan sangat heran. mengapa wanita secantik itu sangat bersikukuh memiliki tas yang sebenarnya tak pantas dipakai wanita seumuran dia.
dellina memejamkan matanya, mukanya memerah menahan malu. namun sebisa mungkin ia tahan amarahnya "maaf non..bukan itu maksut saya..tapi"
belum sempat dellina menyelesaikan kata-katanya dengan cepat nyonya maya menyela
" ambillaaah..saya akan cari yang lain,," nyonya maya memalingkan wajahnya seakan tak sudi memandang wanita gila itu.
"eeeeh..nyonyaa besaar..ternyata anda yang mau tas ini..maaf yaa udah saya duluan yang pegang.." seru sisil dengan melebarkan mata seolah olah iya baru tau ada orang di tempat duduk itu.
nyonya maya hanya diam tak bereaksi. walaupun batinya geram sebisa mungkim ia menjanga wibawanya di depan para pengunjung toko. ia tau semua orang mengenalnya.
"berikan saja padanya, lagi pula saya tak sudi memiliki barang yang sudah dia sentuh, saya akan datang lain waktu" mata nyonya maya tertuju kepada sisil..ia kemudian beranjak dari tempat duduknya.
" kalau bekasku tadi malam masih mau kan?"seru sisil dengan nada tinggi matanya tertuju pada nyonya maya, semua orang terdiam seolah menerawang apa maksuy perkataan wanita itu"
nyonya maya terkejut dengan ucapan sisil hatinya berbisik menimbang sesuatu.
sebenarnya apa yang ia inginkan apa dia sudah bosan dengan tua bangka itu, hingga mencoba memancingku membuka semuanya,,tidaak..aku tidak boleh terpancing.
__ADS_1
" siapa kamu,,? apa kita sebelumya pernah bertemu..? tanya nyonya maya dengan berpura-puta tidak mengenali sisil.
oohohohooo...sudah lupa yaa? udah mulai pikuun,,? hahaha..teriak sisil dengan nada sedikit meninggi.
Sisil sengaja memancing wanita di hadapanya itu, dia istri lelaki tua yang sejak 4 tahun terahir ini membiayai hidup mewahnya . ia ingin semua orang tau bahwa ia adalah simpanan lelaki kaya raya itu. sisil menjalin hubungan denganya bukan karena rasa cinta melainkam hanya obsesi semata namun karna ia terlanjur hamil dan memiliki seorang anak yang masih berusia 3 tahun mau tidak mau ia harus berjuang menjadi istri sah juga, semua itu ia lakukan demi anak semata wayangnya.
dengan santai nyonya maya menanggapi kelakuan sisil. ia tak ingin jika media tau, perusahaan suaminya akan terancam gulung tikar jika skandal dengan wanita itu terungkap oleh publik.
" oh iya..maaf ya..apa kau teman anaku? kalian seumuran.."
"haha..aku bukan teman anakmu..aku lebih dari itu..ayolaah nyonya..coba diingat lagi"
sisil sedikit berjalan jalan memutari tempat nyonya maya berdiri..wajahnya sumringah sperti srigala yang menemukan mangsanya.
tdi malam dia tidak pulangkan? sisil melanjutkan perkataanya dengan lirih..
"tutup mulut busukmu itu,," nyonya maya mulai geram.
ia terlihat sangat khawatir..jantungnya berdebar, membayangkan apa yang akan wanita itu katakan selanjutnya. ia tak ingin menunggu lama lagi ia harus bergegas pergi meninggalkan wanita itu. jangan sampai rahasia yang sudah hampir empat tahun ia tutup rapat terungkap begitu saja. ia harus melindungi perusahaan suaminya terlebih lagi hak anak-anaknya.
"tenang nyonya..tidak akan ada yang mendengar kecuali nona cantik ini.." ekor mata sisil melirik ke arah dellina..
Dellina berkaca-kaca melihat nyonya maya yang hampir menumpahkan air mata . tergambar jelas bahwa wanita itu berupaya sekuat tenaga menahan amarah dan rasa malu.
Dellina teringat akan sosok ibunya yang sudah meninggal dunia, beliau meninggal akibat ayahnya yang bermain api dengan seorang pelakor. degup jantungnya terasa hingga ke gendang telinga dellina sendiri, ia seolah-olah merasakan apa yang nyonya maya rasakan. darahnya mengalir deras hingga membuat wajahnya terasa panas.
nyonya maya akhirnya mengambil kesempatan untuk melangkah keluar toko, namun baru saja membuka ganggang pintu teriakan sisil membuatnya terhenti.
"aku akan segera menjadi istri sahnya"
__ADS_1
mendengar teriakan sisil, wanita itu tak tau harus berbuat apa, apa ia harus berbalik arah menampar wanita ****** itu atau melanjutkan langkahnya. "oh tuhaan..bantu akuu" jeritnya dalam hati..namun belum sempat ia membuat keputusan tiba-tiba ia mendengar teriakan sisil.
"aaaauuu...saakkiiiitt..kurangajar..!!!"
"kau yang kurang ajar, dassar pelakor sialan..!!!" bentak dellina seraya membalas teriakan sisil, tanganya mencengkram kuat rambut wanita yang dijuluki kunti itu.
sisil meringis kesakitan kedua tanganya memegangi rambut yang seakan tersentak dari kulit kepalanya, tak lama ia pun membalas jambakan dellina. kini mereka terlihat saling menjambak.
satu toko yang sudah siap dengan kamera perekam mulai riuh bergerak mendekati dua wanita itu , tak terkecuali nyonya maya hatinya mengatakan inilah saatnya melarikam diri tapi entah mengapa kakinya terdorong untuk ikut andil dalam peperangan 2 wanita itu.
"lepaskan tanganmu berengsek..! teriak nyonya maya dengan nada mengancam.
tanganya ikut bergelayut di kepala sisil. sisil berteriak kesetanan. tangan kirinya berbalik arah meraih rambut wanita tua itu seraya berteriak dengan histeris.
"dassar nenek sihir..beraninya kalian menyerangku..aaaaaaaaaaaaaaa.....!!!!!"
perkelahian 3 wanita tak terhindarkan. jambakam demi jambakan, cakaran dan tamparan bertubi-tubi mereka layangkan demi saling membalas. Entah dari mana mereka mendapatkan kekuatan seperti itu hingga para spg toko beserta skurity yang berusaha melerai malah terlempar ke samping arena.
"Apa yang kalian lakukan, gak maluu..!"
teriak seorang lelaki tua yang kebetulan melewati toko saat kunjungan kerja, meskipun sudah tua ia masih tampak berkarisma saat mengenalan setelan jas berwarna hitam, rambutnya tersisir dengan rapi serasi dengan kumis tipis dan jenggot yang menempel di dagu yang menambah wibawa dalam dirinya.
mendengar suara itu nyonya maya sontak menghentikan aksinya dan diikuti dellina. mereka terlihat sangat tak berbentuk dengan rambut serta baju acak acakan, wajah mereka terlihat sedikit bercak darah dan beberapa luka cakaran.
Berangsur mereka melepaskan tubuh sisil yang sudah tak berdaya, bibir dan hidungnya berdarah, mata serta pipinya terlihat lebam tak beraturan. kakinya lemas seakan tak sanggup menahan badan yang sudah lunglai, sisil ambruk kalah. tangisnya pecah seperti anak-anak yang habis dipukul teman mainnya.
thankyouuu..
salam manis dari author untuk para pembaca..jangan lupa kritik dan saranya..😍😍😍
__ADS_1
Thiichaan