CINDElLLINA

CINDElLLINA
Keong Sawah 2


__ADS_3

..."Berapa tahun jadi sekretaris sebelumnya saudari Clarisa..?" tanya salah seorang direksi wanita, namanya ibu sonja, beliau terkenal galak di peruaahaan..apapun yang ia perintah harus terlaksana dengan baik.


" tiga tahun bu.." jawab clarissa dengan singkat.


"baiklah, saya lihat perusahaan tempat bekerja anda sebelumnya adalah perusahaan bonafit..kenapa anda resign dari sana..?


" itu karena ada sedikit masalah bu, jadi saya memutuskan untuk resign.."


"hanya sedikit masalah bisa membuat anda resign..? wah wah waahh..apakabar dengan perusahaan kami..hampir setiap hari kami punya masalah..jangan jangan sehari kerja anda langsung resign.." bu sonja membuat argumen yang membuat clarissa terdiam seribu bahasa, wajahnya kaku dengan tangan meremas ujung kemejanya.


"sudahlaah..yang penting dia punya latar belakang bagus dari perusahaan sebelumnya..itu sudah menjadi nilai plus untuk saudari clarisa..bukan begitu nona clarissa..?"


lelaki beperut buncit serta badan gemuk tak terlalu tinggi dari barisan petinggi tiba tiba menyela, sontak membuat bu sonja kesal.


Clarisa hanya diam menahan malu, ia berharap pak suryo segera berpindah ke peserta lain.


"apa apaan ini Pak Hadi ..anda harus bersikap profesional, ini juga hak saya bertanya kepada peserta. semua demi kebaikan perusahaan kita, saya tidak mau kalau kariawan hanya pandai berdandan saja mereka harus memiliki integritas.."


bu sonja mulai protes atas sikap pak hadi, ia memang tak suka dengan kariawan wanita yang hanya modal penampilan saja.


"nona clarissa ini sudah terbukti memiliki integritas bu sonja, lihat saja di cv nya..apa lagii.." pak hadi sedikit tertawa saat menanggapi protes bu sonja, pak hadi adalah satu satunya direksi yang santai ia hanya mementingkan penampilan untuk kariawan wanita, baginya kemampuan bisa di pelajari saat bekerja.


"Yang terpenting masih singgle kaan?" pak hadi mulai memberi pertanyaan ngawur, para pria tak sabar menunggu jawaban dari clarissa.


" iya pak,,saya masih singgle.." jawabnya lirih dan di sambut sorak gembira dari pada lelaki yang ada disana.


"maksud saya, kalo masih singgle maka bisa menuangkan seluruh potensi saat bekerja tanpa diganggu urusa anak dan suami.." timpal pak hadi bermaksud memberi alasan.


"mungkin cukup saudari clarissa..anda boleh duduk..kemudian silahkan peserta selanjutnya, saudari yang duduk paling kanan" pak suryo mengakhiri sesi clarissa, dan berlanjut ke peserta berikutnya, kali ini pilihannya tertuju pada Dellina.

__ADS_1


Dellina terkejut, ia tak menyangka giliranya sudah sampai.


"selamat siang pak,,selamat siang bu..perkenalkan nama saya Dellina Anindita, bapak ibu dapat memanggil saya Dellina"


Sebisa mungkin Dellina menahan rasa gugupnya, tampak dari suaranya yang sedikit bergetar. Semua orang diruangan memperhatikanya dengan seksama, entah apa yang ada di fikiran mereka saat melihat seorang yang berpenampilan aneh, rambut mengkilat dengan tatanan gelung keong serta riasan tebal menempel kuat di wajah ditambah stelan jas plus rok mini warna hitam membuatnya benar benar mirip spg mall , entah apa yang ada difikiranya hari ini.


dengan perasaan tak menentu dellina melanjutkan perkataanya.


"Saya pernah bekerja di perusahaan xxxxx sebagai staff keuangan"


"bukanya perusahaan itu sudah lama bangkrut..?" tanya bu sonja dengan nada sedikit mencemooh.


"betul bu, karena itu saya resign.." jawab dellina dengan malu malu.


"hahahha.."tawa renyah dari beberapa para petinggi salah satunya adalah pak hadi. para peserta lainpun tampak sedikit cekikikan.


"di pt global yang ada di jakarta barat bu..saya sebagai..."


"bukanya itu pt yang tahun kemarin masuk berita tv..?" belum sempat dellina menyelesaikan kalimatnya tiba tiba pak hadi sudah menyela.


"iya betul..kalau tak salah karena kasus upah..ya.. saya masih ingat sekali itu" timpal petinggi yang ada di sampingnya.


"haduuuh..itu pt.abal abaal.." ucap pak hadi. sorot matanya mengintimidasi dellina. Wajah dellina memerah bagai udang yang rebus.


para petingi lain tampak terkekeh mendengar ucapan lelaki botak dan gendut itu. para peserta lainpun semakin berani menertawakan dellina, tampak clarissa cekikikan bersama lelaki disampingnya.


Seorang ranggapun tampak menyunggingkan senyum angkuh, bukan karena perkataan pak hadi tapi karena heran dengan riasan wajah tebal serta gelungan keong wanita yang ada di barisan pelamar itu, mengingatkanya pada suatu kejadian di masalalu.


"wkwkwk..mirip ikan lohan,,rambutnya kaya keong.. dari mana asalnya si wanita ini..?" rangga berbisik dalam hati, sebenarnya ia bosan sejak tadi berada diruangan ini.

__ADS_1


"Boleh di ceritakan kenapa anda bisa keluar dari pt abal abal itu..?" pak hadi kembali mencecar pertanyaan kepada dellina.


"pt itu masuk berita karena sudah hampir 6 bulan tidak membayar gaji kariawannya pak, sehingga mereka didemo besar-besaran.."


"dan anda salahsatu kariawan malang itu..?" timpal petinggi samping pak hadi.


"dan ikut demo..?" pak hadi ikut melatangkan pertanyaan kembali.


semua orang tertawa lepas.


"betul pak.." jawab Dellina dengan singkat seraya teringat dengan koran harian jakarta satu tahun lalu yang berisikan berita demo dengan cover dirinya yang sedang berteriak tak sadar tertangkap kamera wartawan.


hal itu juga menjadi salahsatu penyebab dellina di pecat, ia diduga telah menjadi provokator keonaran perushaan.


pak suryo tampak menoleh ke arah rangga ceo tertinggi di perusahaan tersebut, ranggapun sadar akan maksud dari lelaki paruh baya yang sangat di hormatinya itu. ia menginginkan agar rangga segera memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta agar gelak tawa segera mereda, bila pak suryo yang melakukanya maka para petinggi itu takan terima begitu saja.


sebenarnya ranggapun mulai gerah dengan keadaan ruangan yang penuh dengan gelak tawa. ingin sekali ia mengakhiri interview ini, rasanya ia tak butuh sekretaris lagi.,diambilnya tumpukam kertas cv yang ada di meja, matanya memindai setiap nama yang ada.


"Di cv tertulis latar belakang pendidikan anda S1 jurusan manajemen universitas xxxxx di daerah xxxxx..boleh terangkan dimana tepatnya universitas ini..?" tiba tiba rangga melayangkan pertanyaan, tangngannya memegang kertas cv milik dellina, sedang matanya tertuju pada yang empunya.


semua orang tampak diam menghentikan tawanya, para petinggipun segan jika rangga sudah angkat bicara, tak ada yang berani menyela.


Dellina dengan susah payah menerangkan keberadaan univeraitasnya, namun tak ada yang tau keberadaan tempat itu, seperti sebuah univeraitas yang tertinggal di pedalaman pulau jawa.


tampak beberapa para petinggi memandang langit langit ruang seakan menerawang, namun tak ada yang berhasil.


dahulu rangga pernah tinggal di daerah tersebut saat masih kecil, tapi rasanya belum pernah ia mendengar nama universitas disitu. tapi ia tak peduli, yang terpenting ia sudah melayangkan pertanyaan, dan pak suryo dapat segera memanggil peserta berikutnya.


"terimakasih sudah menjadi pembaca setia cerita ini..sebagai penulis pemula kritik dan saran selalu saya harapkan.."😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2