Cinta Chantika

Cinta Chantika
23. Mual


__ADS_3

Hari ini Chantika dan Deris janjian makan malam dengan Luna di sebuah restoran langganan mereka. Sampai di restoran Chantika dan Deris pun langsung masuk ke dalam restoran. Dan pelayan pun mengarahkan mereka berdua ke meja yang sudah mereka pesan.


Setelah mereka berdua duduk Chantika pun langsung memesan makanan yang ingin mereka makan. Tak lama yang di tunggu pun datang.


" Assalamualaikum, maaf ya telat sudah lama nunggunya." Tanya Luna yang datang langsung menyapa Chantika dan Deris.


" Walaikum salam, nggak kok kita juga baru datang ini aja baru pesan makanan. Dan aku sudah pesan makanan kesukaan kamu." Jawab Chantika.


" Wah kamu memang paling tahu banget apa kesukaan aku." Ucap Luna.


" Oh iya ada apa nih ngajakin aku ketemuan." Ucap Luna lagi.


" Oh iya aku mau tanya kamu yang pertanggung jawab proyek yang kerjasama dengan JG corp ya lun." Tanya Chantika.

__ADS_1


" Iya betul aku yang pegang dan bertanggung jawab dengan proyek itu, apa ada ya Chan apa ada yang tidak sesuai dengan kesepakatan." Tanya Luna.


" Alhamdulillah nggak ada Luna, cuma proyek itu kan sudah berjalan 80 persen. Jadi aku mau nawarin lagi proyek berikutnya tapi adanya di Palau Bintan sama seperti proyek yang kemarin kok. Kalau kamu tertarik kita atur lagi pertemuan selanjutnya." Jelas Chantika.


" Aku belum bisa memutuskan sekarang, aku coba bicara dulu sama ayah nanti aku hubungi kamu ."


Makanan yang mereka pesan pun datang dan pelayan pun langsung menatanya di atas meja.


Sampai di toilet Chantika langsung memuntahkan semua isi perutnya. Setelah Chantika merasa sudah tidak mual lagi, Chantika kembali ke mejanya lagi.


Tapi saat Chantika kembali duduk di mejanya, Chantika kembali merasakan mual dan perutnya seperti diaduk-aduk. Dan Chantika nggak tahu mengapa dia tiba-tiba tidak menyukai bau makanan yang dia pesan. padahal makanan yang ada di hadapannya adalah makanan yang sangat di sukai.


" Chan kamu nggak apa-apa, wajah kamu pucat banget loh." Tanya Luna yang melihat wajah Chantika sangat pucat.

__ADS_1


" Iya sayang wajah kamu pucat banget kamu sakit! Kok nggak bilang sama Abang sih." Ucap Deris yang panik melihat wajah pucat istrinya.


" Nggak apa-apa bang cuma nggak tahu kenapa Chan merasa pusing dan mual banget." Lirih Chantika.


" Bang Deris lebih baik bawa Chantika pulang atau ke rumah sakit aku takut ada apa-apa." Ucap Luna yang menyuruh deris untuk membawa pulang Chantika.


" Tapi kita belum selesai bicara." Ucap Chantika lemas.


" Lain kali kita bisa bicarakan lagi. Sekarang lebih baik kamu pulang dan istirahat."


Akhirnya di putuskan Chantika di bawa pulang oleh Deris dan meninggalkan Luna di sana.


Dalam perjalanan pulang dari restoran Deris tidak langsung membawa Chantika pulang ke apartemennya. Tapi deris membawa istrinya untuk pergi ke rumah sakit karena melihat tubuh Chantika yang makin lemas. Sebenarnya Chantika menolak untuk pergi ke rumah sakit tapi Deris tidak mendengarkan rengekan Chantika. karena Deris sangat mengkhawatirkan kondisi istrinya makanya tetap membawanya ke rumah sakit dan tentu aja Deris mendapatkan Chantika ngambek dan nggak mau berbicara dengan deris.

__ADS_1


__ADS_2