
Tak lama papa Fachri datang bersama Fadlan datang dan langsung pergi menuju ke tempat kamar rawat menantunya. Dan papa Fachri menghampiri anak dan istrinya yang sedang menunggu di depan ruang rawat Deris.
" Bagaimana keadaan Deris Bun?." tanya papa Fachri setelah memberi salam.
" Belum tahu pah?. Fadli belum keluar."
" Ya sudah kamu yang sabar ya sayang! Terus saja berdoa semoga Deris tidak apa-apa dan kembali sehat lagi." ucap papa Fachri.
" Iya pah, terima kasih.'
Tak lama pintu ruangan rawat Deris terbuka dan keluarlah dokter Fadli dengan seorang dokter lainnya. Chantika yang melihat itu langsung menghampiri adiknya.
" Bagaimana keadaan bang Deris dek?." Tanya Chantika.
__ADS_1
" Dek, keadaan bang Deris bagaimana?." tanya Chantika lagi tak sabaran karena adiknya tak kunjung menjelaskan.
" Nak, jelaskan lah !." ucap papa Fachri yang tahu apa yang saat ini putranya pikiran. Sebagai dokter pasti akan sangat berat memberitahukan keadaan terburuk pasien ke keluarganya apalagi keluarga sendiri.
Dokter Fadli pun mengambil nafas terlebih dahulu agar dirinya punya kekuatan untuk menyampaikan berita buruk ini ke kakaknya yang sangat dia sayangi walaupun hubungan mereka bukan saudara kandung tapi dokter Fadli sangat dekat dengan sang kakak.
" Kak sekali lagi Fadli minta maaf nggak bisa menolong bang Deris, Allah SWT lebih sayang sama bang Deris jadi Allah SWT memanggil bang Deris lebih cepat."
Sedangkan bunda Zahra langsung mengajak sang cucu untuk pulang ke rumah orang tua Deris. Dan bunda Zahra membiarkan suami dan Fadlan yang mengurus kepulangan jenazah menantunya.
***
Chantika yang sudah sadar dari pingsannya pun langsung di bawa pulang oleh Fadli. Fadli juga sangat bersyukur kakaknya akhirnya bisa mengikhlaskan kepergian suaminya. Walaupun Fadli harus ekstra memberi pengertian kepada sang kakak kalau masih ada sang anak yang harus sang kakak pikirkan.
__ADS_1
Sampai rumah sudah banyak orang yang datang, begitu masuk ke dalam rumah Chantika langsung memeluk mama mertuanya. Chantika sangat mengerti bagaimana perasaan mama mertuanya walaupun Deris bukan anak tunggal tetapi Deris sangat dekat dengan sang mama.
" Kenapa bukan mama aja yang pergi nak? kenapa harus Deris? Bagaimana dengan kamu dan anak-anak?" Tanya mama mertuanya saat Chantika memeluknya.
" Mama jangan berbicara seperti itu, insyaallah Chan dan anak-anak akan baik-baik saja." jawab Chantika.
" Tapi..."
" Mah, ikhlas bang Deris mah... Allah sangat sayang dengan bang Deris makanya Allah memintanya untuk kembali ke sisinya. Dan insyaallah nanti kita juga akan kembali bersama lagi nanti kalau sudah waktunya." Ucap Chantika untuk menguatkan mama mertuanya.
setelah mama mertuanya sudah tenang Chantika pun memilih berganti pakaian karena dia harus menerima tamu yang datang untuk bertakziah. Banyak teman, sahabat dan saudara baik dari Deris maupun Chantika mencoba memberikan support ke Chantika untuk tetap kuat.
Pemakaman pun berjalan lancar dan banyak yang mengantar jenazah Deris ke tempat peristirahatan terakhirnya. Setelah pemakaman selesai para pelayat pun satu persatu meninggalkan area pemakaman. Dan menyisakan Chantika Dangan anak-anaknya juga kedua orang tua Deris dan Chantika sedangkan yang lainnya ada yang pulang ke rumah duka ada pula yang pulang ke rumah masing-masing
__ADS_1