Cinta Chantika

Cinta Chantika
42.


__ADS_3

Tak lama datanglah seorang pria menghampiri meja mereka sambil mengendong gadis cilik yang di perkirakan berusia tiga tahun dan di belakangnya di ikuti oleh dua orang satu laki-laki dan satu perempuan dewasa.


" selamat siang, maaf karena sudah membuat kalian menunggu." ucap Bryan begitu datang.


Chantika dan Gilbert yang sedang fokus mendengarkan penjelasan dari Joe pun langsung mengarahkan pandangannya ke kanan dimana Bryan berada.


Chantika kaget saat melihat keberadaan Bryan begitu juga Bryan kaget melihat keberadaan Chantika yang ternyata rekan bisnisnya.


" Selamat siang juga pak Bryan, nggak apa-apa kok pak kami mengerti tadi pak Joe sudah menjelaskannya. Oh iya perkenalkan saya Gilbert dan ini kakak saya Chantika." ucap Gilbert memperkenalkan diri dan juga kakaknya ke Bryan tanpa Gilbert ketahui kalau Chantika dan Bryan saling kenal.


" Hallo Chantika, apa kabarnya? Sudah lama ya tidak bertemu." sapa Bryan.


" Alhamdulillah baik kak, kak Bryan sendiri." balas Chantika.


" Tunggu... Tunggu... Kalian saling kenal?." tanya Gilbert yang penasaran.


" Iya kami saling kenal, saya itu sahabatnya Bagas waktu di London dan pertama saya bertemu dengan Chantika saat di toko sepatu dan saat itu belum tahu kalau Chantika ini adalah sepupunya Bagas. Tapi berapa tahu ini saya juga sudah tidak berkomunikasi dengan Bagas." Jelas Bryan.

__ADS_1


" Oh iya kalau boleh tahu bagaimana kabarnya Bagas? Apa Bagas sudah punya anak?." tanya Bryan.


" Alhamdulillah baik, Bagas sudah punya anak. kak Bryan main saja ke rumahnya." ucap Chantika.


" Saya nitip nomor telpon saya saja Chan, takutnya saya ganggu pekerjaan Bagas."


" Boleh nanti Chan sampaikan ke Bagas, dia pasti senang bertemu dengan teman lamanya."


Setelah saling sapa dan ngobrol sebentar mereka pun kembali membicarakan pekerjaan. Sampai akhirnya Chantika pun pamit terlebih dahulu karena Chantika sudah janji dengan anaknya. sedangkan Gilbert masih tetap di sana karena harus menyelesaikan meeting nya.


***


" Maaf mas Gilbert bukannya setahu saya Chantika bukannya memilih menjadi ibu rumah tangga dan meminta suaminya untuk memegang perusahaan milik papinya." Tanya Bryan sungkan tapi dia sedikit penasaran.


" Maaf Lo mas Gilbert." ucap Bryan lagi karena merasa nggak enak.


" Nggak apa-apa kok mas, kak Chan memang pas awal menikah memutuskan menjadi ibu rumah tangga dan kak Chan meminta suaminya mas Deris untuk memegang perusahaan karena saat itu saya masih sekolah. Tapi setelah mas Deris meninggal dunia, kak Chan pun memutuskan untuk kembali lagi ke perusahaan ini." jelas Gilbert.

__ADS_1


" Innalilahi wa innailaihi rojiun, Maaf mas Gilbert."


" Nggak apa-apa kok."


***


Chantika pun sampai di sekolah anaknya setelah memarkirkan mobilnya Chantika pun langsung masuk ke dalam sekolah. Dan ternyata putra pertamanya sudah menunggu di lobby sekolah.


" Assalamualaikum sayang maaf mama lama."


" Walaikum salam mah, nggak kok acaranya belum mulai yuk mah kita langsung ke gelanggang olahraga aja Alfian sudah nunggu di sana." ucap Abbas setelah mencium tangan mamanya.


" Yuk jangan sampai acaranya mulai karena bisa cemberut adik kamu." seru Chantika ke putranya.


Chantika dan Abbas pun langsung menuju ke gelanggang olahraga yang dimiliki oleh sekolah. Begitu masuk GOR Abbas pun langsung mengajak mamanya menuju ke Alfian duduk.


Alfian yang melihat kedatangan mama dan juga kakaknya Langsung melambaikan tangannya. Dan alfian langsung mencium tangan mamanya begitu sang mama sudah duduk di sebelahnya.

__ADS_1


__ADS_2