Cinta Diantara Sahabat

Cinta Diantara Sahabat
episode 22


__ADS_3

Santi masih belum terima Ani meninggalkan mereka tanpa pamit,ia terus mencoba menghubungi Ani tapi tak ada jawaban nomor nya sungguh tak aktif lagi.


mereka pun pulang dari kos Ani dan kembali ke kos Masing-masing,mereka berharap besok atau kapan pun itu mereka akan berjumpa lagi atau setidak nya Ani memberi kabar pada sahabat nya itu .


sementara Ani masih terbaring lemah di berangka rumah sakit,ia bahkan belum sadarkan diri sejak selesai operasi beberapa jam yang lalu,tapi Ani sudah di pindahkan ke ruang VIP yang mewah dan sangat luas itu,semua perlengkapan ada disana seperti sebuah kamar hotel.


max memang bisa diandalkan segala sesuatunya sudah di urus di rumah sakit,dan beberapa pengawal ditempatkan di depan ruang inap Ani.


"Aiis setiap hari ada saja kerjaan di kasih bos,kapan saya bisa cuti" kata max menggerutu


bagaimana tidak max mengerjakan semua urusan perusahaan Kristian,dari usaha kuliner sampai perhotelan,bahkan orang-orang mengenal max lah pemilik perusahaan itu Karana tak pernah sekali pun kristian turun ke perusaan ia menyerahkan semuanya ke max.


" kalau begini kan saya akan jomblo terus" kata max lagi


para bawahan nya yang mendengar max menggerutu pun saling lirik lalu tersenyum.


"kenapa kalian tersenyum hah?" katanya dengan muka marah


"tidak tuan,kami mana berani"sahut salah satu pengawal tersebut


"jaga gadis itu dengan benar,sepertinya gadis itu penting bagi nenek"kata nya memberi perintah


"baik tuan" kata para pengawal serempak,ada 5 pengawal yang di tempatkan untuk menjaga Ani di situ.


max berkata begitu karna tadi sempat berpapasan dengan nenek ketika ia datang,ia melihat nenek sangat khawatir dan masih tersisa air mata di pipi nenek,max dan beberapa anggota Iyan yang dekat dengan nya memang sudah mengganggap nek Mirna sebagai nenek kandung nya.jadi pria-pria datar itu akan menjadi seperti kucing manis jika di depan nek Mirna.


Setelah memberi perintah max pun pergi dari rumah sakit,tujuan nya adalah apartemen nya


ia lelah bekerja seharian dengan tumpukan berkas-berkas ditambah lagi mengurus seorang gadis.


sementara iyan baru saja sampai di Mension milik nya,ia turun dari sepeda motor nya dan menyerahkan kunci pada kepala pengawal di sana


"pak parkir kan sepeda motor saya" kata nya ketus sambil berjalan kedalam rumah


"baik tuan" kata pak Udin kepala pengawal di sana


ya di Mension yang besar itu semua pelayan mau pun pengawal laki-laki Karan Iyan tidak suka dengan keberadaan perempuan di sekitar nya.


"selamat malam tuan" sambut Mun kepala pelayan disana


"ya" jawab nya singkat


" mau makan atau mandi dulu tuan" tanya nya lagi


" saya akan mandi dulu,siapkan makan malam saya" jawab Iyan sambil naik ke lantai 2 dimana kamar nya berada


"baik tuan" jawab nya


Setelah itu pak Mun memerintahkan semua pelayan untuk mempersiapkan makan malam untuk tuan nya,ia tidak mau tuan nya murka ketika selesai mandi makanan belum terhidang di meja makan.


setelah selesai mandi Iyan pun turun kebawah untuk makan malam,berbagai macam menu makanan sudah tertata rapi di meja makan tapi Iyan selalu merasa kosong Karan ia hanya sendirian di meja yang besar itu .


di balik sifat nya yang kejam,dingin dan cuek ia sebenar nya sangat rapuh,ia butuh kasih sayang yang belum pernah di dapatkan dari ibu nya,bahkan ayah nya pun jarang ada waktu untuk nya hanya nenek nya lah yang selalu menyayanginya.


setelah selesai makan ia naik keatas tapi bukan ke kamarnya melainkan ke ruang kerjanya


ia akan mengerjakan semua berkas-berkas yang biasanya di antar max ke rumah nya,apa saja yang harus ia kerjakan semua nya max antar


Karan bos nya itu tak pernah ke perusahaan sementara ada beberapa dokumen yang perlu tanda tangan dan juga perlu pemeriksaan Iyan.

__ADS_1


"huffff" Iyan menarik nafas panjang ternyata banyak sekali dokumen yang harus di kerjakan.


sambil memeriksa dokumen-dokumen tersebut Iyan menghubungi max


"halo tuan" jawab max dari sana


"bagaimana gadis itu?"


"semua sudah beres tuan,dokter sudah memindahkan nya ke ruang VIP" terang max


"bagus,pulang lah,biarkan beberapa pengawal yang berjaga di situ" kata nya Karana belum tau kalau max sekarang sudah berada di apartemennya


"saya sudah pulang tuan,sejak 30 menit yang lalu" jawab nya jujur,memang jarak dari rumah sakit tempat Ani dirawat tidak jauh ke apartemen nya.


Tanpa menjawab Kristian langsung memutuskan panggilan nya,sementara max menggerutu disana.


"kebiasaan,mentang-mentang bos" kata nya sambil melempar ponselnya ke atas kasur


setelah menghubungi max,Kristian kemudian menghubungi Alex.


"iya tuan" dalam dering pertama Alex langsung menjawab panggilan tuan nya.


"bagaimana?" tanpa basa-basi kristian langsung bertanya Tetang apa yang di perintahkan nya


"ini masih dalam penyelidikan tuan,sepertinya ini memang di rencana kan,Karana semua kamera CCTV pada kejadian tersebut rusak tuan" jawab Alex ,karna ia dan tim nya sudah mengecek CCTV yang berada di tempat kejadian tersebut dan semua nya rusak total seperti ada yang sengaja melempar nya sehingga pecah.


sehingga pada saat kejadian itu tidak terekam sama sekali.


" rupanya ada yang mau bermain-main dengan ku,baik lah" kata Iyan tersenyum devil


" hentikan pemeriksaan,biarkan mereka merasa senang Karana bisa lolos kali ini dan pastikan keamanan nenek"


" baik tuan" jawab Alex ia tidak tau apa rencana tuan nya,tapi ia tau rencana tuan nya selalu berhasil menangkap penjahat sehebat apa pun itu.


Setelah itu Iyan pun memutuskan untuk beristirahat Karan besok ia kan bekerja sebagai kepala polisi.


tengah malam tiba-tiba saja alat yang mendeteksi detak jantung Ani berbunyi sangat kencang sehingga membuat para pengawal yang di luar langsung lari ke dalam dan melihat apa yang terjadi.


"astaga detak jantung nya lemah,cepat panggil dokter" kata salah satu pengawal


salah satu pengawal menekan tombol darurat di ruangan itu dan setelah beberapa menit dokter pun datang dan kaget melihat detak jantung pasien menurun drastis


"astaga apa yang terjadi" kata dokter tersebut panik sambil mulai memeriksa Ani


"tidak tau dok,tiba-tiba alat nya berbunyi sangat kuat sampai ke luar ruangan" jawab salah satu pengawal


"ayo sus kita periksa sekarang" kata dokter tersebut


para pengawal pun keluar dari ruangan,Karana dokter sedang memeriksa pasien.


" cepat hubungi tuan max" kata salah satu pengawal


"baik"


salah satu pengawal menghubungi max,sudah berapa kali panggilan tapi tak kunjung di jawab,akhirnya pengawal itu memberanikan diri untuk menghubungi tuan nya


baru saja Iyan terlelap tiba-tiba ia di dikagetkan dengan dering ponselnya


"aiss siapa sih yang menelfon tengah malam begini,awas aja kalau tidak penting" kata ya sambil mengambil ponsel nya

__ADS_1


"katakan" suara Iyan terdengar marah di seberang telfon,pengawal tersebut Samapi terdiam beberapa detik Karana takut


"ma...maaf tuan,mengganggu istirahat tua,nona itu..." katanya tergagap


"nona yang mana?" tanya Iyan lagi mulai tak sabar


"gadis yang kami jaga di rumah sakit tuan,tiba-tiba saja alat deteksi jantung nya berbunyi sangat nyaring tuan"jelas nya


"panggil kan dokter,dan suruh max kesana" perintahnya


"tapi tuan max tidak bisa di hubungi tuan" Kata nya lagi


"baik lah,saya akan kesana" kata Iyan sambil mematikan ponsel nya


" kemana anak itu,tumben tidak di angkat"pikir Iyan Karana ia juga baru saja mencoba menghubungi asisten nya itu


"merepotkan saja" kata nya lagi sambil bersiap untuk melihat keadaan gadis itu.


Sesampainya disana para dokter masih memeriksa keadaan Ani,


"kenapa bisa seperti ini hah" kata Iyan pada para pengawal itu.


" tidak tau tuan" jawab mereka sambil menunduk


seorang suster keluar dari ruangan dan berlari


Iyan mencoba menghentikan nya


"apa yang terjadi sus?" tanya nya penasaran


"keadaan gadis itu kritis tua,saya akan memangil dokter bedah yang mengoperasinya tadi" Kata nya sambil berlalu dari sana


sudah hampir satu jam para dokter juga belum keluar dari ruangan,iyan juga merasa khawatir dia tidak tau kenapa tapi ia sangat mengkhawatirkan


gadis tersebut padahal Iyan belum ada bertemu gadis itu dan belum melihat wajah gadis itu


setelah menunggu beberapa lama para dokter keluar,Iyan langsung memburu dokter yang memeriksa Ani dengan berbagai pertanyaan


"kenapa dengan gadis itu dok,bagaiman keadaannya,apa yang terjadi?" tanya nya


"detak jantung nya tiba-tiba melemah tuan,Karana banyak mengeluarkan darah dan Karana pembekuan darah di otak nya,gadis itu sekarang kritis dan koma tuan" jawab dokter


"bagaimana bisa,bukannya tadi baik-baik saja dok" kata nya lagi


" iya tuan selesai operasi tadi memang semua berjalan lancar,tapi ini tiba-tiba saja tuan,kami sudah berusaha semaksimal mungkin" terangnya lagi


"sampai kapan gadis itu akan koma dok?"


"tidak tau tuan,bersabar lah kita serahkan semua pada Tuhan" kata nya


"boleh saya masuk dok?" tanya Iyan


"silahkan tuan" jawab dokter


Iyan pun masuk keruangan tersebut dan melihat seorang gadis kecil berbaring lemah dengan banyaknya alat-alat rumah sakit di seluruh tubuh nya.


mata gadis itu tertutup rapat dengan bibir dan wajah pucatnya,rambutnya yang dulu panjang sekarang botak Karana melakukan operasi di bagian kepalan nya.


"astaga apa yang akan aku katakan pada nenek,nenek akan semakin merasa bersalah pada gadis itu,dan keluarganya" Kata Iyan pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Akhirnya Iyan memutuskan untuk tidak pulang lagi,ia akan menginap di rumah sakit itu, dan tidur di ruangan yang sama dengan seorang wanita untuk pertama kalinya dalam hidup nya dan ia berjanji akan menjaga gadis itu demi ***** nya


__ADS_2