Cinta Diantara Sahabat

Cinta Diantara Sahabat
episode 23


__ADS_3

sudah dua Minggu berlalu dari kejadian itu,sudah dua Minggu juga Iyan pulang dan pergi kerja dari rumah sakit,ia benar-benar menepati janjinya karna ia sendiri yang turun tangan menjaga gadis itu.


nek Mirna juga setiap hari mengunjugi gadis yang menolongnya tersebut.


nenek sering mengajak Ani berbicara banyak hal dan berharap kesembuhan gadis itu


"nak bangun lah udah lama kamu tidur,nenek minta maaf Karana ingin menyelamatkan nenek kamu jadi seperti ini,ayo bangun nak dan ceritakan pada nenek siapa nama mu,Diaman keluargamu" kata nenek sambil meneteskan air matanya


"sudah lah nek,jangan menangis bukan kah kita sudah menjaga dan merawat nya di sini" kata Iyan,ia sedih melihat nenek nya setiap hari menyalahkan diri dan menangis deket gadis itu


"apa kau sudah tau siapa dia yan?,Diaman keluarga dan rumahnya?" tanya nenek


"belum nek,Iyan sudah mencari di seluruh negri ini tapi tak ada identitas nya ditemukan,dan bahkan ia tak memiliki apa pun sebagai tanda pengenal lalu bagaiman Iyan mencari tau kelurganya" kata Iyan menjelaskan


memang tim nya sudah mencoba mencari tentang gadis itu,tapi Karana tidak ada tanda pengenal dan bukti apa pun untuk mencari kelurganya,sehingga tim nya memberhentikan pencarian dan menunggu gadis itu sadar


"kasian sekali dia yan,pasti kelurganya nyariin dia,kenapa tidak buat berita di media sosial saja yan" saran nenek


"nek jaman sekarang banyak kasus-kasus penipuan,bisa saja nanti ada yang mengaku-ngaku trus menjual nya dan membuang nya,kita tidak tau sifat manusia nek" jawab nya


"lalu bagaiman ini?" tanya nenek


"biarkan seperti ini nek,kalau dia sudah sadar ia akan pulang sendiri ke rumah nya" Jawab Iyan santai


"pletek"


"aw..sakit nek"Kata Iyan ketika nenek tiba-tiba menyentil jidat nya


"rasa kan,nenek lagi serius kau menjawab nya sangat santai" jawab nenek


"iss nenek ,lalu mau bagaimana lagi cobak,kita hanya bisa menunggunya sadar"


"lalu kalau dia hilang ingatan bagaimana?" tanya nenek lagi


"aku akan membawanya pulang" kata Iyan spontan lalu kemudian ia menyadari perkataan nya dan kemudian


"maksud nya dia bisa tinggal bersama nenek atau buat kan ia tempat tinggal dan berikan pekerjaan,beres kan" kata nya meralat perkataan nya tadi


"boleh juga tuh yan,jadi cucu menantu,,hehehe" kata nenek


"ogah nek,kasih buat max aja tau ngak buat Alex atau nggak buat Ken aja nek" elak nya


"ya sudah nanti nenek tanya mereka dulu,siapa kira-kira mau menerima nya jadi cucu mantu nenek" balas nenek


nenek merasa cucu tinggal nya ini sedikit tertarik pada gadis kecil yang masih terbaring lemah tersebut,ya benar Kristian memang ada merasakan sesuatu ketika melihat gadis itu pertama kalinya,ia tidak tau rasa apa itu,apa rasa kasian,atau rasa terimakasih Karana menyelamat kan nenek nya atau apa itu,iyan belum menyadari jika sebenarnya ia sedikit tertarik kepada gadis itu


ketika mereka sedan berbincang-bincang tangan gadis itu mulai bergerak perlahan dan mencoba membuka matanya menyesuaikan dengan cahaya lampu yang terang tersebut.


Iyan yang melihat nya itu langsung berdiri dari duduk nya dan mendekati gadis itu


"nek dia sadar"kata nya spontan menyentuh tangan gadis itu dan menggenggam nya di tangan nya yang besar dan kekar itu"

__ADS_1


nenek yang melihat nya pun langsung berdiri juga dan menghampiri ranjang tempat gadis itu berbaring,ia berteriak memangil dokter bahkan sangking senang nya nenek melupakan kalau di ruang itu ada tombol darurat untuk memangil dokter


"dokter...dokter" kata nenek sambil sedikit berlari keluar dari ruangan Ani


"kenapa nyonya" tanya pengawal yang berjaga di luar ruangan


"panggil kan dokter sekarang" perintahnya


sambil kembali berlari masuk kedalam ruangan


sang pengawal pun langsung berlari keruangan dokter yang berjaga di rumah sakit tersebut.


setelah melakukan berbagai macam pemeriksaan Ani pun di nyatakan sadar dan sudah lepas dari masa koma nya tapi ada yang aneh Ani tak mengingat apa pun,bahakan ia tidak tau siapa dirinya dan berada dimana ia sekarang


" siapa kalian,Diaman ini?" tanyanya sambil berusaha ingin turun dari ranjang


"tenang lah nak,kamu di rumah sakit,siapa nama mu nak?" tanya nenek selembut mungkin


"saya...saya..hik...hik...hik" Ani malah menangis sambil menunjuk dirinya sendiri


ia lupa segala nya,


" apa yang terjadi dok" tanya Iyan penasaran


" tuan nona ini kehilangan ingatan nya karna benturan keras di kepalanya dan juga Karana operasi otak kemarin" jelas dokter


"astaga kasian sekali kamu nak" kata nenek


akhirnya Ani tenang dan mulai beristirahat kembali.


Iyan membawa nenek keluar dari ruangan setelah dokter meninggalkan mereka


"apa yang nenek katakan?" tanya Iyan Karan heran mendengar nenek mengatakan bahwa gadis itu cucunya dan mereka adalah kelurga nya


"biarkan saja,lagian bagus kan nenek punya teman dirumah mulai sekarang"kata nenek santai


nenek memang berniat mengajak nya tinggal di rumah sebagai cucu nenek,ia hilang ingatan atau ngk nenek ngk peduli itu,lagian semua ia lakukan untuk menebus hutang nya Karana Ani sudah rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan nenek


"tapi nek,bisa jadi ia hanya pura-pura saja"


kata iyan


"apa katamu ,pura-pura bagaimana,kamu dengar sendiri apa kata dokter kan,dan lagi kamu lihat sendiri ia tidak sadarkan diri sampai 2 Minggu ini hah, itu kau bilang pura-pura" kata nenek tidak terima dengan perkataan cucunya


" terserah nenek,kalau terjadi sesuatu jangan mencari atau menyalah kan iyan" kata nya dan meninggalkan nenek nya di situ


bukan tanpa alasan Iyan mencurigai gadis itu,bisa saja itu hanya rekayasa nya saja supaya bisa masuk kedalam keluarga nya dan menghancurkan keluarganya


karna sampai detik ini ia belum berhasil menemukan pelaku penabrakan itu,jadi Iyan menyimpulkan sendiri kalau Ani dan penabrak itu pasti bersekongkol untuk menghancurkan nya ataupun ayah nya


belum lagi Iyan tak menemukan identitas Ani sehingga ia makin curiga mengenai gadis itu

__ADS_1


di satu sisi ia berterimakasih pada Ani karna sudah menyelamatkan nenek nya,tapi di sisi lain ia curiga Karana tidak menemukan identitas gadis itu ditambah lagi gadis itu hilang ingatan makin mempersulit Iyan menemukan siapa gadis itu dan siapa dalang penabrakan yang merencanakan menabrak nenek nya


sementara di Medan Santi masih belum juga menerima kabar dari Ani,apa kah Ani baik-baik saja atau bagaimana,ia selalu melihat ponselnya berharap Ani menelfon nya dan memberitahu keberadaan nya supaya ia bisa tenang.


" dimana sih kamu an?, rindu tau" kata nya pada foto Ani yang ada di layar ponsel nya


"apa gue tanya ibu nya aja ya,tapi tunggu aja dulu,mana tau orang tuanya tidak tau dia pergi bisa jadi khawatir nanti " kata nya bermonolog dengan dirinya sendiri


iya Santi,Jojo,dan Ani memang satu kampung tapi beda daerah,tapi mereka saling mengenal kelurga masing-masing,Ani memiliki 2 adik yang masih sekolah,biasanya setiap bulan Ani mengirim sebagian gajinya untuk membantu sekolah adik-adik nya,orang tuanya hanya petani yang penghasilan nya cukup-cukup makan,bahkan Ani tidak melanjut sekolah Karana tidak mau membebani orang tuannya tersebut makanya setelah tamat SMA ia pergi merantau ke medan dan bekerja disana,bersama kedua sahabat nya tersebut


Jojo juga sama masih belum terima dengan kepergian Ani yang tanpa pamit,ia juga setiap hari mencoba menghubungi nomor Ani,dan selalu melihat hp nya berharap Ani memberi kabar kepada salah satu dari mereka,tapi Samapi detik ini mereka berdua belum menerima kabar apa pun dari Ani


"san udah ada kabar belum dari Ani?" tanya Jojo menghampiri Santi yang ada di kantin ketika istirahat kerja


"belum Jo,dari kemarin juga gue hubungi tapi ngk aktif terus nomornya ,apa ia ganti nomor hp ya?" tanya nya lagi


"ngk tau,trus facebook nya juga ngk aktif sejak 2 Minggu yang lalu" tambah Jojo


"iya gue ngk tau dia Dimana sekarang" tambah Santi lagi dengan muka lesu nya


"iya ,mudah-mudahan ia sehat dan menemukan pekerjaan yang baik disana" harapan Jojo


"amin" jawab Santi


"gue juga mau pindah san" kata Jojo memberitahu,ia mau pindah ke Jakarta untuk bekerja di bagian perhotelan,kebetulan ada saudara nya yang kerja di perhotelan,jadi ia di terima sebagai office boy atau OB disana,selain itu ia juga mau meluapkan semua kenangan nya denah Ani di sini,ia ingin menata hatinya kembali


"lohhh kenpa Jo? Lo juga ninggalin gue,mau kemana?" tanaya Santi mulai menangis


bagaimana ia tidak sedih kedua sahabatnya akan meninggalkan nya sendiri


"gue mau ke Jakarta san,gue mau menata hati gue kembali,dan mencari pengalaman disan" katanya


" astaga jdi Lo tega ninggalin gue sendiri"


"kita bisa bertukar kabar san,gue janji bakal sering ngasih Lo kabar,dan gue juga janji bakal cari Ani buat Lo" kata nya bersungguh-sunggung


" kapan ko pergi' tanya Santi,ia tak ada hak untuk menahan Jojo pergi,ia hanya bisa merelakan nya saja dan mendoakan Jojo supaya tetap sukse Diamana pun ia berada


"3 Hari lagi,gue udah mengajukan risain ke pabrik" jawab nya


" oh ok lh,sukses terus,kabari gue pas Lo berangkat nanti,itu jadi Minggu kan,biar gue antar ke bandara" kata Santi pasrah


"ok,iya itu hari Minggu,kalau Lo sibuk gpp gue bisa kok sendiri"


"ngk pokok ya hubungi gue biar gue ikut ke bandara sama Lo"


" ok ntar gue kabari"


Setelah pembicaraan itu mereka kembali kedalam pabrik untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


Santi berusahaan Kuat dan melanjutkan hari-harinya tanpa kehadiran kedua sahabatnya tersebut,mereka akan memulai hidup sendiri-sendiri tanpa canda tawa Ani dan Jojo

__ADS_1


__ADS_2