
Setelah selesai acara ulang tahun Tuan Bram semua tamu pun sudah pulang yang masih tersisa keluarga Tuan Andre, Tuan Sam, Tuan Hendra dan Tuan Bram mereka sedang merunding perihal tentang pertunangan Candy dan Johan yang akan segera dilaksanakan.
Candy yang masih bingung pun membuka pembicaraan.
"Pi ini maksudnya apa sih? Kok tiba-tiba aja langsung tunangan? Aku gak kenal sama dia kok aku bisa tunangan sama dia? Orang aku baru kenal kok" Tuan Bram menatap putrinya dengan heran dan kembali teringat jika putrinya mengalami gagar otak sedang yang membuatnya melupakan sedikit kenangannya.
"Apa kamu masih tidak ingat Johan nak? " Candy menggeleng kepalanya dengan bingung mendengar ucapan Ayahnya.
Tuan Bram menatap Tuan Andre, Tuan Sam, dan Tuan Hendra mereka ingat saat kejadian dimana Candy mengalami kecelakaan yang parah saat ingin berangkat keparis untuk melanjutkan studinya.
Bukannya berangkat dengan selamat melaikan kecelakaan yang tidak diinginkan.
Candy yang ada didalam mobil tidak bisa keluar kameninggali kanannya terhimpit pintu dan situasi dimana Candy pingsan dan koma selama 1 bulan.
Saat sadar Candy tidak mengingat Johan yang sebenarnya adalah kekasihnya.
Johan mencoba bersabar dan mengikuti perkebangan Candy sampai benar-benar sembuh total dan sekarang Candy sudah bernar-benar sehat tetapi ingatannya masih belum kembali dimana Johan masih harus berasabar menunggu saat ini.
Johan yang mendengar percakapan mereka hanya diam dan memilih untuk meninggalkan mereka.
Candy yang melihat Johan keluar dari gedung pun mengejarnya.
"Tunggu" Candy menahan tangan Johan membuat pemilik tangan menatapnya dengan inten.
"Ada apa?" Candy masih tidak habis pikir dengan laki-laki yang ada dihadapannya ini kenapa masih menyebalkan.
"Apa kamu tau sesuatu? Aku rasa kamu tau sesuatu?" Johan melepas genggaman tagan Candy ditangannya.
"Aku rasa kamu harus cari tau sendiri!" Johan meninggalkan Candy yang masih menatapnya dengan nanar sedangkam Johan hanya menahan apa yang ingin ia katakan tapi itu belum saatnya.
Karena keinginannya agar Candy mengingat dirinya dengan sendirinya.
Keesokan harinya Candy bangun seperti biasa dan bersiap-siap pergi ke kampus.
__ADS_1
Saat sarapan Candy hanya mengambil roti slai kacang kesukaannya dan langsung pamit berangkat.
Sesampainya diKampus Candy ditunggu oleh Jesika dan Alex.
Candy, Jesika, dan Alex langsung masuk kedalam kampus.
Saat Candy ingin masuk kedalam ruangannya tidak sengaja seseorang menabraknya.
"Maaf, maaf, maaf" laki-laki itu membantu Candy menusun bukunya.
"Tidak apa-apa" Candy pun berdiri dan melihat laki-laki yang ada dihadapannya.
"Erik? " Ya Erik kakak Alex.
"Sedang apa kakak disini? " Candy menatap Erik.
"Aku tadi abis dari ruangan Alex" Ya Alex berbeda jurusan dengan Candy.
Alex anak jurusan Hukum sedangkan Jesika anak jurusan Ekonomi dan Candy anak jurusan Kesehatan/spesialis (Dokter).
"Tunggu sebentar" Candy melihat kearah Erik dan kembali menatap tangannya uang digenggam oleh Erik.
"Aah maaf, aku hanya mau bilang selamat atas pertunanganmu semoga berjalan lancar" Candy kembali linglung saat mendengar ucapan Erik.
"Aah iya makasih ya Kak " Erik mengangguk kepalanya.
Candy pun langsung masuk kedalam ruangannya.
Dari jauh Johan melihat Candy dan Erik, Johan terlihat tidak suka karena dia tau Erik juga menyukai wanitanya.
Tapi Johan mencoba menahan diri agar Candy dengan sendiri mengingatnya.
Selesai pelajaran hari ini Candy mengaja Jesika dan Alex untuk jalan-jalan ke mall.
__ADS_1
Saat di mall Candy melewati toko sopenir disana Candy mengajak Jesika dan Alex untuk melihat-lihat.
Mata Candy tertuju pada sepasanga gelang yang terlihat familiar baginya, detak jantung Candy tidak karuan bayangan tentang kecelakaan itu muncul dipikirannya membuat nafasnya naik turun dan bayang seorang laki-laki itu kembali muncul dengan wajahnya yang tidak jelas.
Jesika yang melihat Candy ingin pingsan langsung memangil Alex dengan sigap Alex menyambut tubuh Candy.
"Candy kamu kenapa? hei sadar Candy? " Alex dan Jesika panik melihat Candy yang terlihat pucat dan lemas pegawai toko itu juga panik.
Alex meminta Jesika untuk membantunya membawa Candy kemobil.
Dimobil Jesika memberikan minyak kayu putih dihidungnya agar Candy merasa lebih baik dan Alex membawa aqua.
"Ini air putihnya" Jesika langsung membantu Candy agar bisa minum.
Satu jam pun berlalu Candy sudahb benar-benar sadar.
"Kamu kenapa Kak?? Jesika menyeka air matanya.
"Aku baik-baik aja cuman kecapean aja kok" Alex tau jika Candy berbohong tapi Alex juga tidak ingin membuat Jesika khawatir.
"Sebaiknya kita pulang saja, besok saja kita jalan lagi soalnya besok kan akhir pekan, kita pergi kepantai bagaimana? " Candy dan Jesika mengangguk kepalanya.
Sesampainya dirumah Candy melihat Ayahnya (Bram) dan Ibunya (Viona) yang se. dang duduk menatap leptobnya.
Candy tau jika Ayah dan Ibunya sedang melihat cctv karena mereka tidak membiarkan Candy pingsan atau terluka lagi karena cukup sekali Ayah dan Ibunya merasakan hampir kehilangannya.
"Candy? " Nyonyah Viona menatap putrinya dan menunggu penjelasan dari Candy.
"Mi aku gak tau kenapa ini bisa terjadi, mimpi buruk itu tiba-tiba saja datang dan membuat aku kembali seperti orang gila, otakku tidak perpungsi dengan baik Mi? Ada apa sebenarnya? Apa yang aku lupakan? Dan..., dan siapa Johan yang tiba-tiba saja menjadi tunanganku? Bahkan kami baru bertemu dan saat itu kami bertemi saat Johan mengajar dikampusku" Tuan Bram menatap putrinya dan kemudian mengelus rambut Candy dengan lembut.
"Nak Papi dan Mami sangat menghawatirkan kan kamu karena cukup sekali Papi dan Mami hampir kehilangan kamu" Candy kembaki bingung dengan ucapan Ayahnya.
Saat Candy ingin bertanya tiba-tiba saja seseorang datang dan dia adalah......
__ADS_1
bersambung