Cinta Dokter Dingin

Cinta Dokter Dingin
06


__ADS_3

Beberapa minggu ini Candy selalu menghindari Johan membuat laki-laki tampan itu semakin gelisah melihat wanitanya mulai menghindarinya, kemudian Johan mempunyai ide untuk memancing Candy agar tidak menghindarinya.


Candy yang ada dikelas bersama Jesika dipanggil oleh Arjun.


"Candy kamu dipanggil keruang lab" Candy dan Jesika mengangguk mengiyakan ucapan Arjun tanpa merasa curiga.


Saat Candy dan Jesika ingin keluar Arjun kembali menghentikan langkah mereka.


"Ada apa Jun? " Jesika mulai curiga melihat tingkah Arjun yang terlihat mencurigakan.


"Sebenarnya yang dipanggil cuman Candy kamu gak usah ikut Jes" Jesika menatap Candy.


"Kok cuman Candy? " Jesika melihat kearah Arjun.


"Iya Candy dipanggil Pak Haris soalnya" Jesika mengangguk kepalanya.


"Ya udah kalau gitu aku duluan ya soalnya Alex udah nunggu, kami tunggu dikantin ya" Candy menganggu kepalanya.


"Oke bye" Jesika meninggalkan Candy bersama dengan Arjun.


"Ya sudah kalau gitu aku keruang lab dulu ya" Candy meninggalkan Arjun.


Sesampainya diruang Lab Candy tidak melihat Haris.


"Pak Haris" Candy masuk kedalam ruangan itu.


Saat Candy masuk pintu tiba-tiba saja tertutup Candy terkejut bukan main berlari ke pintu tapi pintu sudah terkunci.


"Sialan siapa sih yang main-main kaya gini woy gak lucu, buka in gak woy" Candy benar-benar takut dengan kegelapan air matanya sudah mengalir membasahi wajahnya, mendengar suara Candy sudah bergetar langsung menyalakan lampu karena Johan tau saat ini Candy sudah menangis.


"Candy? " Candy membuka matanya dan mendapatkan Johan yang berdiri tidak jauh darinya dan melihat banyak sekali balon dan bunga yang dihias diruangan ini bahkan Candy juga tidak menyangka yang membuat semua ini adalah Johan.


Melihat adanya Johan, Candy langsung berlari kearah pintu dan mencoba membukanya tapi tidak bisa karena pintu terkunci tapi Candy tetap tidak bergeming air matanya terus mengalir sampai akhirnya Candy pun menyerah.


"Sebenarnya kamu mau apa? " Candy melihat kearah Johan.


"A-aku.. " belum sempat Johan melanjutkan ucapannya Candy sudah lebih dahulu menyela ucapannya.


"Apa? Apa lagi mau kamu? Gak lucu Jo hiks.... " melihat Candy yang menangis Johan langsung berjalan kearanya dan memeluk Candy.

__ADS_1


"Kamu keterlaluan hiks... " Candy masih menangis membuat Johan mendekatinya dan memeluk tubuh gadis itu.


"Maafkan aku, aku hanya ingin membuatmu kejutan dan ingin meminta maaf soal yang tadi karena apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan, itu semua hanya salah paham aku hanya ingin kamu bukam yang lain" Candy masih menangis tidak menjawab sepatah katapun pada Johan. Sedangkan Johan memeluk tubuh Candy dengan sangat erat supaya gadis diperlukannya ini berhenti menangis.


Setelah tenang Candy melepas pelukan Johan.


"Maaf" Johan mengenggam tangan Candy.


Gadis cantik itu hanya diam dan matanya tidak bisa berpaling dari laki-laki tampan didepannya ini.


"Maaf kalau aku sudah membuat kamu menangis maaf juga caraku berbaikan dengan mu salah tapi yang aku ingat ini cara satu-satunya untuk membuat kamu mau memaafkan aku, karena ini yang dulu aku lakukan saat kamu marah padaku! Maafkan aku aku kehilangan akal saat melihat kamu terus menerus menghindariku, aku tau sejak kita bertemu lagi kamu tidak pernah melihat sisi lain dariku, bahkan yang kamu tau aku adalah laki-laki dingin, cuek, dan tidak mau tau apa-apa tapi itu semua aku tunjukkan pada orang yang tidak aku sukai.... " belum sempat Johan menghabiskan ucapannya Candy sudah memotongnya terlebih dahulu.


"Tapi kamu melakukan hal itu saat kita pertama bertemu lagi dan itu uang aku ingat sampai saat ini" Johan mengusab wajahnya frustasi.


"Itu aku lakukan karena setiap kamu bertemu denganku kamu pasti akan kembali kerumah sakit dimana aku tidak ingin melihat kamu ada disana, kamu tau setiap kali kamu kembali kesana kamu pasti melupakanku, apa kamu tidak tau rasanya lupakan itu menyakitkan Candy, sakit, bahkan rasanya aku sulit untuk bernafas, kenapa? Kenapa hanya aku yang kamu lupakan? Kenapa? " air mata Johan mengalir membasahi pipinya.


Candy terdiam mendengar ucapan Johan karena apa yang dikatakan Johan membuatnya merasakan apa yang dirasakan olehnya saat melihat Johan bersama orang lain dan tidak memperhatikannya.


"Aku kehilangan akal saat mendengar kamu tidak mengenalku dan setiap kata yang yang keluar dari mulutmu selalu menanyakan siapa aku? Kenapa aku bisa ada didekatmu? Bahkan kamu pernah meleparku dengan gelas saat sakit kepalamu datang dan apa yang keluar dari mulummu hiks.... Kamu mengatakan agar aku menjauh darimu dan menghilang dari pandanganmu kata itu cukup membuat aku sangat terluka bahkan aku aku juga tidak tau kenapa sampai sekarang aku belum juga menyerah padamu, semakin kamu meminta aku menjauh darimu semakin aku ingin mengejarmu kenapa? Kenapa kamu menyiksaku Can? Kenapa? Hiksss...... " Candy hanya diam mendengar semua yang dikatakan oleh Johan.


"Aku hanya meminta maaf itu saja" Johan bersujut didepan Candy membuat gadis itu kembali terkejut melihat perlakuan laki-laki yang dulu sangat dingin dan tidak perduli padanya tiba-tiba saja terlihat seperti kaca yang sudah pecah.


Candy menoleh kebelakang saat suara pintu terbuka dan Candy melihat Haris yang terkejut melihat Candy dan Johan.


Candy yang melihat pintu terbuka pun langsung berlari keluar meninggalkan Johan yang masih menangis.


Haris melihat Candy pergi pun langsung menghampiri sahabatnya.


"Jo kamu gak apa-apa kan? " Johan menggeleng kepalanya menandakan bahwa dia sedang tidak baik-baik.


Haris mencoba menenangkan Johan sedangkan Candy masih berlari menuju parkiran.


Karena tidak melihat jalan Candy tersandung pot bunga dan terjatuh kepalanya terbentur kursi yang ada didekat ruang tunggu membuat semua orang yang melihatnya langsung berlari kearah Candy, Sedangkan Candy pingsan.


Alex dan Jesica yang melihat keributan pun langsung melihatnya betapa terkejutnya mereka saat melihat Candy yang tergeletak dengan kepalanya yang berdarah.


Alex yang panik langsung mengangkat tubuh Candy dan membawanya ke mobil.


Dirumah sakit Bara yang melihat Alex berlari dari mobil membawa Candy di gendongannya langsung berlari menyuruh suster membawa bed.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? " Alex ikut mendorong bed sedangkan Jesica menolpon Bram, Max, dan Johan.


"Aku juga gak tau tadi aku dan Jesica menemukan Candy sudah tergeletak pingsan dilantai dan darah sudah mengalir dari kepalanya" saat mereka mendorong bed Candy tiba-tiba saja memanggil nama Johan.


"Jo...... Jo-Jo... Ha... n... Jo-Han" Alex dan Bara saling menatap dan sesampainya diruang ICU Bara dan para perawat masuk kedalam.


Didalam ruang ICU Candy terus menyebut nama Johan.


Sedangkan Johan yang mendapat kabar tentang Candy langsung menuju rumah sakit.


Tuan Bram dan Nyonyah Viona yang sampai disana langsung menghampiri Alex dan Jesica.


Sedangkan Max yang sampai disana langsung menghampiri mereka juga, Max melihat Jesica menangis langsung memeluk keponakannya itu.


Johan yang sampai disana langsung mengambil pakaian dokter nya dan langsung masuk keruang ICU.


Bara terkejut melihat Johan yang tiba-tiba saja datang.


"Gimana keadaanya Bar? " Johan melihat kearah Bara.


"Udah mulai stabil dan kayanya dari tadi dia nyebut nama kamu terus" mendengar ucapan Bara, Johan menatap Bara dengan tatapan heran.


"Maksud lo? " Bara menyuruh Johan mendekat kearah Candy.


"Coba lo ngomong sama dia" Johan pun mengikuti ucapan Bara.


"Candy, hei ini aku Johan, Candy" mendengar nama Johan, Candy langsung membuka matanya dengan perlahan dan melihat wajah Johan.


"Jo-johan.... Ak-aku..... Ing-ingat.....Se-semuanya.... Jo" Johan terkejut mendengar ucapan Candy.


"Oke-oke nanti kita lanjutin nanti sekarang kita obatin kamu dulu oke sayang" Candy mengangguk dengan lemas.


Johan meminta Bara membantunya untuk membersihkan luka Candy.


Tidak berlangsung lama akhirnya mereka pun selesai dan Candy sudah dipindahkan kekamaranya.


Tuan Bram, Nyonyah Viona, Jesica, Alex, dan Max ada diruangan bersama dengan Johan dan Bara.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2