Cinta Dokter Dingin

Cinta Dokter Dingin
04


__ADS_3

Candy yang sudah sampai dikampus langsung dihampiri oleh Budi.


"Candy" Candy melihat kearah sumber suara.


"Budi? Ada apa? " Candy melihat kearah Budi.


"Aku mau mengatakan kalau tugas yang diberikan Pak Johan waktu ity harus dikumpulkan hari ini dan Pak Johan juga sudah menunggu diruangannya" Candy menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Budi.


"Oh baiklah terima kasih Budi sudah memberitahu ku" Budi tersenyum menanggapi ucapan Candy dan langsung pamit keruang.


Sepeninggalnya Budi, Candy langsung menuju ruangan Johan.


'Tok Tok tok'


Johan yang mendengar suara ketukan langsung berdiri dan membuka pintu.


Johan sedikit terkejut melihat Candy ada didepannya.


Awalnya Johan kaget tapi Johan tidak ingin Candy melihatnya seperti itu dengan memasang wajah dinginnya Johan menatap Candy.


"Ada apa kamu kemari? Apa kamu sedang merindukanku?"Candy memutar bola matanya jengah mendengar pertanyaan Johan.


"Pak Johan yang terhormat saya kemari ingin mengumpulkan tugas yang waktu itu Bapak kasih kekami dan satu lagi walau pun Bapak itu tunangan bukan calon tunangan saya maaf Pak jangan kan untuk merindukan Bapak memikirkan Bapak saja saya gak minat" Candy masuk kedalam ruangan Johan dan langsunv meletakkan tugasnya diatas meja Johan dan langsung keluar Candy juga tidak lupa berpamitan untuk keluar.


Candy berjalan keluar meninggalkan ruangan Johan terlihat wajah sedih itu saat mendengar perkataan dari wanita yang dicintai tapi Johan harus menahan semuanya sampai Candy bisa mengingatnya sendiri.


Didalam ruang lab Candy dan teman-teman sedang melakukan penelitian yang dibimbing oleh Dr. Haris.


Dr Haris adalah sahabat Johan dari kecil dan sampai sekarang mereka bersahabat dengan baik.


Saat tengah mengamati Candy tidak menyadari ada kabel didekat kakinya dan membuat gadis cantik itu terjatuh dan untung saja Dr. Haris dengan sigap menangkap tubuh gadis cantik itu dan adegan romantis itu terlihat oleh Johan membuat Johan sedikit kesal.


Dr. Haris langsung melepas tubuh Candy saat gadis itu mulai setabil.


"Apa kamu baik-baik saja? " Candy mengangguk kepalanya.


"Terima kasih Dok" Dr. Haris mengangguk kepalanya saat Dr. Haris ingin berbalik betapa terkejutnya Dr. Haris saat melihat Johan yang sedang menatapnya dengan tatapan pembunuhnya.


Dalam hati Dr. Haris hanya bisa meminta keselamatannya nanti saat selesai jadwalnya.


Dr. Haris cenge-ngesan saat meliha Johan dari pintu kaca lab.


Selesai dari lab Dr. Haris langsung berjalan menuju ruanganya.


Candy yang awalnya ingin mengikuti Johan tidak jadi karena Jesika meminta untuk ditemani ke butik ibunya.


Candy memang mengatak tidak menyukai Johan jika Johan mengggodanya tapi Candy sebenarnya tidak bisa membohongi hatinya dimana ia benar-benar menyukai Johan dari tatapanya, wajahnya, dan seluruh tentang Johan membuatnya harus mengejar laki-laki tampan itu diam-diam.


Wajah tampan Johan terbayang-bayang dipikiran Candy.


Apa lagi saat wajahnya tadi dan wajah Candy begitu dekat, membuat Candy menahan kegugupannya setengah mati.


Jesika yang merasa ada yang aneh dengan Candy langasung membuyarkan lamunan gadis cantik itu.


"Ngelamuni siapa sih? " Jesika menatap saudara sepupunya dengan pandangan herannya.


Candy terlihat gelagapan mendengar pertanyaan Jesika.


"Gak, gak ngelamuni apa-apa kok" Jesika tau kalau sepupunya sedang memikirkan Dokter tampan yang memikat seluruh siswi universitasnya.


Siapa lagi kalau bukan Johan, laki-laki dengan paras tampan, tubuh yang berotot dan jenius itu.

__ADS_1


Jesika tidak ingin mengoda sepupunya karena Jesika tau bagaimana perasaan Candy saat ini apa lagi setelah kecelakaan itu membuat Candy hampir kehilangan nyawanya.


Dilain tempan Max sedang berada dibutik Ibu Jesika nyonyah Lika.


Max sangat dekat dengan kakak iparnya ini karena nyonyah Lika selalu memberikan apa yang Max mau bahkan Max meminta untuk dibelikan tiket konser EXO agar Max bisa mengajak Jesika dan Candy menonton idola keponakannya.


Max yang awalnya sedang berbicara dengan iparnya terkejut melihat kedua keponakannya.


Jesika yang masuk juga terkejut melihat paman kesayanganya ada didepannya.


"Om Max" Jesika langsung menghambur kepelukan Max dan Candy juga terkejut melihat Max ada dibutik tantenya.


"Om kok bisa ada disini? " Jesika langsung melepas pelukannya dari Max dan menatap Candy.


"Apa kamu tau Om Max sudah pulang kesini? " Candy menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena Candy tau Jesika akan marah karena Candy tidak memberitahu kabar kepulangan pamannya itu karena Jesika sangat dekat dengan Max dari pada dengan dirinya.


"Maaf aku juga kaget saat sedang berdebat dengan Papah dan Mamah tiba-tiba saja Om masuk kedalam dan mengagetkan semua orang termasuk Papah yang sangat merindukan adik tercintanya ini" Max terkekeh mendengar penuturan Candy, karena Candy akan cemburu saat melihat Max dimanja oleh ibu dan ayahnya itu. membuat Candy benar-benar kesal pada pamannya itu.


"Memangnya apa yang kalian debatkan? " Lika membuka suara karena penasaran dengan cerita keponakan kesayangannya itu.


Candy melihat kearah tantenya yang tersenyum padanya.


"Awalnya kami mendebatkan masalah pertunanganku yang mendadak dengan batu es itu lalu Mamah bilang mereka pernah hampir kehilangan aku maksudnya itu apa? Apa yang sebenarnya terjadi pada saat aku kecelakaan dulu?" Max, Jesika, dan Nyonyah Lika saling menatap.


"Memangnya kamu tidak ingat apa yang terjadi? " Candy menggeleng kepalanya.


"Sebaiknya kamu tanyakan sediri pada Papah dan Mamahmu karena Tante tidak tau apa yang terjadi tapi satu hal yang Tante tau saat itu kamu baru pulang dari Amerika dan saat itu kamu ingin mengunjungi rumah Johan dan tiba-tiba saja kami mendapat kabar kalau kamu kecelakaan dan kecelakaan itu membuat kamu koma selama 3 bulan membuat Papah dan Mamah mu tidak bisa berpikir jernih dengan keadaanmu" mendengar ucapan Nyonyah Lika, Candy hanya diam mencoba mengingat apa yang terjadi.


Karena terlalu berpikir tiba-tiba saja darah mengalir dari hidung Candy membuat Max, Jesika dan Nyonyah Lika langsung menghampiri Candy.


"Candy Apa kamu baik-baik saja? " Max langsung menyambut tubuh Candy.


Penglihatan Candy mulai kabur dan bayangan kecelakaan dimasa lalu membuat kepalanya semakin sakit dan Candy pun pingsan.


Diperjalanan kerumah sakit Jesika langsung menghubungin Bram dan Viona tidak lupa juga mengabarkan pada Johan.


Saat masih ada kelas Johan mendengar suara ponselnya dan melihat nama yang tertera diponselnya.


'Jesika'


Johan langsung menjawab telponnya.


"Halo"


"......"


"Apa? Ya, Ya aku segera kesana dirumah sakita apa? "


"...."


"Oh baiklah aku segera kesana" Johan langsung menutup telpon.


"Siang ini kita akhiri sampai disini dan besok kita lanjutkan lagi karena saya ada urusan mendadak selamat siang" semua siswa siswi melihat Johan yang terlihat khawatir pun bertanya-tanya apa yang terjadi tapi sebagian dari mereka tidak mau tau dan meninggalkan kelas.


Sesampainya dirumah sakit Candy langsung ditangani oleh Dokter Bara.


Dokter Bara adalah Dokter sepesialir saraf dan otak.


Dokter Bara terkejut melihat keadaan Candy darah dari hidungnya yang masih keluar walau tidak sebanyak tadi membuat Dokter Bara khawatir.


"Apa yang terjadi? " Max menatap Dokter Bara.

__ADS_1


"Aku tidak tau tiba-tiba saja darah keluar dari hidungnya" Dokter Bara kemudian mengangguk kepalanya dan langsung masuk kedalam ruangan ICU.


Saat Dokter Bara masuk Tuan Bram dan Nyonyah Viona sampai dirumah sakit dan disusul oleh Johan yang sudah memakai jubah Dokternya.


"Apa yang terjadi? " Johan melihat kearah Max dan Jesika.


"Aku tidak tau tiba-tiba saja darah keluar dari hidungnya" Johan yang mendengar ucapan Max langsung masuk kedalam ruangan ICU dan melihat Candy yang terbaring lemah dan sepertinya darah dari hidung gadia itu sudah berhenti.


"Bar apa yang terjadi sama cewe gue? " Johan menatap Bara.


"Sepertinya Candy memaksa pikirannya mrngingat masa lalunya" mendengar ucapan Bara, Johan menghela nafasnya dengan berat.


"Biarkan aku yang menanganinya" mendengar ucapan Johan Dokter Bara tidak bisa menolak karena Bara tau bagaimana perasaan Johan sekarang.


Dokter Bara menepuk bahu Johan dan mengangguk kepalanya lalu keluar dari ruangan ICU.


Max dan yang lain melihat Dokter Bara keluar dari ruangan Candy membuat Bram menghampiri Bara.


"Bagaimana kedaan putri saya Dok? " Bara menatap Bram.


"Candy sedang ditangani oleh Dokter Johan" Bram menghela nafasnya dengan berat karena Bram tau bagaimana perjuangan Johan selama ini agar Candy mengingatnya.


Selesai menangani gadis cantik itu Johan langsung meminta perawat memindahkan Candy keruangan VVIP.


Tuan Bram dan yang lain melihat Candy yang dipindahkan langsung mengikuti perawat mengantar putrinya sedangkan Nyonyah Viona menunggu Johan keluar.


Saat Johan keluar Nyonyah Viona menghampirinya.


"Bagaimana keadaan Candy Nak? " Johan menatap Nyonyah Viona.


"Candy baik-baik saja hanya saja karena terlalu banyak pikiran membuat otaknya tidak bisa berpikir jernih dan terjadi paksaan itu yang menyembab Candy mimisan" Johan hanya bisa menerima keadaan.


Seharian Johan menunggu Candy dan membuat Nyonyah Viona, Tuan Bram , Max, Jesika, dan Nyonyah Lika prihatin pada Johan.


Nyonyah Viona menghampiri Johan.


"Nak Johan kamu tidak ingin pulang atau makan? Biar Tante gantian jaga Candynya" Johan tersenyum pada Nyonyah Viona.


"Tidak Tante aku tidak lapar lagih pula aku juga sudah ganti baju dan mandi nanti kalau aku lapar aku bisa beli makanan sendiri" Nyonyah Viona menepuk punggu Johan ia salut pada Johan walau Candy kehilangan ingatannya dengan sabar Johan mencari cara untuk mendekati putrinya dan membuat Candy mengingatnya.


"Kalau begitu Tante dan Om mau pulang sebentar mengambil baju apa kamu mau tante belikan langsung makanan? " Johan hanya mengangguk.


"Boleh Tante Johan titip belikan makanan saja" Nyonyah Viona tersenyum mendengar ucapan Johan dan mengangguk kepalanya.


"Baiklah Tante dan Om tinggal ya" Johan mengangguk dan Max,


Saat Johan ingin berdiri sebuah suara membuatnya berbalik melihat sumber suara.


"Candy? " Johan melihat Candy sudah sadar.. "Haus Jo, Aku haus" Johan langsung mengambil air putih dan membantu Candy untuk duduk dan langsung memberikan Candy minum.


Selesai minum Johan langsung memeriksa Candy dan tidak lupa Johan menghubungi Tuan Bram dan Nyonyah Viona.


Setelah selesai memeriksa keadaan Candy Tuan Bram dan Nyonyah Viona sudah sampai dirumah sakit dan langsung masuk berjalan menuju ruangan putri mereka.


Candy yang bingung dengan kehadiran Johan disini hanya menduka kalau Johan menggantikan Dokter Bara.


"Kamu ngapain disini? " Johan melihat kearah Candy.


"Tadi aku ngapain? " Johan menatap Candy, gadis itu kembali kesal mendengar ucapan laki-laki tampan yag ada dihadapannya.


"Iya, iya deh pak Dokter lalu dimana Mami dan Papiku? " saat Johan ingin menjawab pertanyaan Candy Tuan Bram dan Nyonyah Viona sudah sampai diruangan Candy dan membuka pintu masuk kedalam ruangan Candy.

__ADS_1


Melihat Ayah dan Ibu nya Candy sangat senang dan sedikit bingung karena biasanya Dokter Bara mengikuti mereka tapi Candy tidak melihat tanda-tanda kedatangan Dokter Bara.


Bersambung


__ADS_2