Cinta Dokter Dingin

Cinta Dokter Dingin
05


__ADS_3

"Kamu sudah sadar nak? " Nyonyah Viona menghampiri putrinya dan Tuan Bram menghampiri Johan dan memberikan bekal yang dibuat oleh istri tercintanya.


"Nak makan dulu kamu belum makan dari semalam dan istirahatlah dulu, kamu gak ada tidur semalaman cuman buat nunggu Candy" Bram menepuk punggung Johan sedang kan Candy tidak menyangka ternyata Johan menjaganya semalaman tanpa tidur.


Selesai makan Johan langsung berbaring disopa Tuan Bram dan Nyonyah Viona pamit pulang karena Tuan Bram ada meteeng penting.


Candy melihat kearah Johan yang sedang berbaring menghadap kearahnya.


Awalnya Candy tidak berani mendekati Johan tapi Candy tidak tega melihat Johan berbaring tidak makai selimut.


Akhirnya Candy turun dari tempat tidur dan mendekati Johan.


"Kenapa kamu baik sama aku? Aku sudah berusaha agar tidak mencintai laki-laki dingin sepertimu dan aku juga tidak tau kenapa aku merasa tidak bisa hidup kalau tidak melihatmu? Apa yang sudah aku lupakan dulu? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku tidak bisa mengingat apa pun? " Tanpa sadar air mata Candy mengalir membasahi pipi cantiknya itu.


Johan terbangun saat merasakan wajahnya yang basah.


Saat membuka matanya Johan bingung melihat Candy yang menangis didepannya.


"Ada apa? " Johan langsung bangkit dan mengagetkan Candy.


Candy hanya diam dan masih menangis Johan yang tidak tegak melihat wanita yang dicintainya ini menangis pun langsung memeluknya.


Entah kenapa air mata Candy terus keluar dan semakin lama semakin tidak bisa ditahan.


Johan masih dibuat bingung karena Johan tidak mendengar ucapan Candy karena Johan sangat lelah dan langsung tertidur.


Setelah Candy tenang Johan menatap kearah wajah gadis cantik itu.


Dengan perlahan Johan mengusab wajah Candy menyeka air mata yang terus menerus keluar dari mata gadis yang ada dihadapannya ini.


"Ada apa? Kenapa kamu menangis hum? Apa ada yang sakit? " Johan sangat perhatian pada Candy bahkan tatapan wajahnya mengatakan dia tidak bisa melihat gadis yanga ada dihadapannya ini menangis.


Candy yang mendengar pertanyaan Johan hanya menggelengkan kepalanya.


"Lalu apa yang membuat kamu menangis hum? " Johan mengusap rambut Candy dengan lembut dan menarik tubuh itu dengan pelahan agar dudu disampingnya.

__ADS_1


Karena Candy tadi menatapnya dengan posisi jongkok.


Candy pun menatap wajah tampan itu dengan seksama.


"Apa? Apa yang aku lupakan tentang kamu? Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa tiba-tiba saja kamu muncul dan membuat aku semakin ingin mencari tahun tentang kamu dan masa lalu ku yang aku lupakan" Johan hanya diam dan masih mengelus rambut Candy.


"Kamu akan mengingatnya sendiri karena aku tidak bisa mengatakan apa-apa karena aku tidak ingin memaksa mu karena keadaanmu masih belum sembuh total biarkan waktu yang menjawab semua pertanyaan mu" Candy semakin dibuat penasaran dengan apa yang dikatan oleh Johan.


"Apa kamu ingat apa hubungan kita sebenarnya? Kenapa saat kamu mengabaikanmu rasanya sakit bahkan aku sulit untuk bernafas? " mendengar penuturan Candy, Johan menatap mata gadis cantik yang ada dihadapannya itu.


"Apa kamu akan percaya kalau aku mengatakan kalau kita ada menjanil hubunga? " Candy menatap wajah Johan dan tanpa sadar Candy menganggukkan kepalanya melihat Candy mengangguk setuju Johan tersenyum manis.


"Apa kamu ingin mengingat apa yang sudah kita lalui dulu? " Candy mengangguk setuju.


"Baiklah tapi kamu harus sembuh dulu baru kita jalani hubungan kita yang dulu dan supaya kamu bisa mengingat apa yang ingin kamu ingat" Candy mengangguk kepalanya.


Setelah hari itu Candy dan Johan semakin dekat bahkan sekarang Candy sudah diperbokeh kan pulang.


Saat diperjalanan pulang dari rumah sakit Candy tidak melihat Johan disekitar rumah sakit entah kenapa perasaan Candy tidak senang dan hilang semangat saat tidak melihat Johan.


Sesampainya dirumah Candy disambut oleh Jesika, Alex, Max, dan Om/Tantenya.


Candy senang melihat mereka semua berkumpul dirumah saat tengah asik bercanda Candy terdiam saat melihat laki-laki yang ada dihadapannya.


siapa lagi kalau bukan Johan,laki-laki tampan itu tersenyum manis saat melihat Candy.


Candy yang melihat senyum Johan dibuat menora bahkan itu membuat Jesika, Alex dan Max menggodanya.


"Ya ampun Candy wajahmu memerah haahhaha" Max benar-benar menggoda keponakannya itu.


Candy yang tidak tahan digoda langsung meninggalkan mereka diruang tamu membuat Johan ikut tertawa melihat tingkah malu-malu Candy.


Siang berganti malam Johan pamit untuk pulang tapi Candy seperti tidak menyuruhnya pulang karena seharian ini ia merasa nyaman bersama Johan yang dia kenal ini karena menurutnya Johan yang sekarang adalah Johan yang hangat dan perhatian.


Karena biasanya Johan menurut Candy sangat menyebalkan dan sangat dingin seperti batu es.

__ADS_1


"Tante Johan pamit dulu ya soalnya besok bakalan ada kelas, aku pulang dulu ya" Johan mengelus rambut Candy dengan lembut.


Candy mau tidak mau karena Johan dan dirinya baru saja dekat.


Keesokan harinya Candy berencana mengajak Johan makan siang karena selesai kelasnya pagi ini Candy langsung mencari Johan.


Candy akhirnya menemukan Johan diruang lab saat Candy ingin menghampiri Johan langkah Candy terhenti saat melihat seorang perempuan memeluk Johan.


Candy terdiam awalnya Johan tidak menyadari kehadiran Candy tapi saat Johan melihat kearah pintu lab betapa terkejutnya Johan melihat Candy yang berdiri mematung melihatnya.


Johan langsung melepas pelukan perempuan itu sedangkan Candy langsung berlari menjauh Johan yang melihat Candy pergi langsung mengejarnya.


Candy berlari sekuat tenaganya tidak melihat jalannya dan menabrak seseorang.


Awalnya Candy panik tapi sat melihat siapa yang di tabrak nya Candy langsung memeluk orang itu.


Ya orang itu Alex sahabatnya, Alex bingung melihat sahabatnya ini yang tiba-tiba memeluk tubuhnya.


Tangis Candy tidak bisa ditahannya Alex baru paham apa yang terjadi saat melihat Johan dan Sari yang mengikuti Candy.


Alex menatap Johan dengan tatapan sinisnya karena Alex tau Candy menangis olehnya.


"Lo apa in Rubby? " Alex sering memanggil Candy dengan sebutan 'Rubby' .


Alex masih memeluk Candy dengan erat membuat Johan tidak menyukai hal itu.


"Gue bisa jelasin" saat Johan ingin menyentuh Candy Alex lebih dulu menahan tangan Johan dan menyuruh Candy berdiri dibelakangnya.


"Gak perlu lo jelasin karena itu udah jelas lo buat Rubby nangis dan gue gak akan biarin siapa aja yang buat Rubby nangis bisa dekatin dia dan ingat baik-baik lo gak punya hak buat Rubby nangis ingat itu" Alex mengambil tasnya yang jatuh tadi dan membawa Candy menjauh.


Sedangkan Johan terlihat sangat-sangat marah sedangkan Sari hanya tersenyum licik karena rencananya menyikirkan Candy dari Johan berhasil tapi Johan tidak membiarkan siapapun mendekatinya selain wanitanya.


"Johan sudah lah Candy kan udah gak Cinta sama kamu dia juga udah lupa sama kamu lebih baik sekarang kamu lupain dia dan kamu bisa senang-senang sama aku" belum sempat Sari menyentuh bahunya Johan sudah lebih dulu menghempas tangan Sari dengan kasar.


"Aku ingatin sama lo jangan ganggu gue" Johan berjalan menjauh meninggalkan Sari yang masih terduduk dilantai.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2