Cinta Dua Zaman

Cinta Dua Zaman
Awal


__ADS_3

Di Sebuah kota kuno bernama Daka. Jauh berabad-abad yang lalu. Tampak kota indah Daka kini tinggal puing-puingnya. Kehidupan rakyat Daka tampak sembunyi-sembunyi. Rakyat kota Daka banyak yang tewas akibat serangan pasukan Iblis dan siluman. Pasukan Raja Hitam dan Ratu Medusa telah mengalahkan pasukan Kerajaan Daka.


Sebuah ramalan kuno yang menjadi harapan orang-orang Daka belum juga datang. Namun harapan itu selalu ada di hati rakyat Kerajaan Daka yang tertindas.


Raja Daka sendiri hidup dengan sembunyi-sembunyi setelah kekalahan ribuan pasukan Daka di medan perang. Prajurit-prajurit khusus kini di tempa di dalam persembunyian.


.


.


.


Jauh di masa depan di sebuah kota, sebut saja kota J. Kehidupan yang telah berubah maju dengan teknologi terkini telah di gandrungi masyarakat dunia.


Kendaraan bermotor baik roda dua mau pun roda empat, hilir mudik di jalanan. Dari mobil sederhana sampai mobil mewah simpang siur di jalanan.


Pagi yang indah di sebuah rumah sederhana. Seorang gadis cantik beranjak dari kamarnya menuju kamar mandi, setelah selesai dari kamar mandi gadis itu menuju meja makan. Gadis itu bernama Eria Salsabila


"Pagi, Ma," sapa Eria sambil jalan ke meja makan.


"Pagi juga, Sayang. Tumben hari minggu bangun pagi?" jawab sang mama sambil memasak air di kompor.


"Iya nih, Ma... Eria mau lari pagi ke taman," kata Eria sambil tersenyum.


"Sama siapa?" tanya mama Lia sambil membuat secangkir kopi.


"Nggak sama siapa-siapa sih Ma, cuma Eria sendiri kok," jawab Eria tampak manyun.


"Makanya cari pacar," kata mama sambil tertawa kecil.


"Mama..," rungut Eria tambah manyun.


"Ya, sudah pergi sana, hati-hati!" pesan mama Lia sambil jalan.


"Eria berangka,t Ma. By.. By...!" jawab Eria sambil berlalu.


Taman hutan kota, setelah lelah berlari Eria jalan santai, sambil minum putih.


"Pagi cantik.!" sapa Deri sambil berhenti berlari dan berhenti di samping Eria.


"Deri..! Apa-apan sih..!" bentak Eria sambil melotot ke arah Deri.


"Galak banget lo...!" balas Deri sambil tertawa kecil .


"Minta lempar... Hayo!" tukas Eria sambil tersenyum.

__ADS_1


"Lari bareng yuk..!" ajak Deri sambil tersenyum.


"Nggak ah, capek udah keringatan," jawab Eria.


"Tumben lo keluar rumah hari ni, mimpi apa semalam?" canda Deri sambil tertawa.


"Suntuk aja di rumah, sekalian jalan-jalan," jawab Eria sambil ikut tertawa.


Mereka akhirnya berjalan berbarengan, Deri adalah sahabat Eria dari kecil jadi mereka memang sangat akrab, apa lagi Nenek mereka bersaudara.


"Er, sarapan dulu yuk," ajak Deri sambil tersenyum ke arah Eria.


"Boleh, tapi aku nggak bawa duit," jawab Eria sambil memajukan bibirnya ke depan, monyong.


"Aku yang traktir," kata Deri sambil jalan menuju sebuah warung bakso.


"Oke dech.. Lain kali aku yang traktir," celetuk Eria sambil tersenyum lebar, sambil duduk di sebuah kursi.


"Pesan apa? Bakso, mie ayam atau nasi gemuk?" tanya Deri memandan ke arah Eria.


"Bakso saja, Der," jawab Eria tertawa, memandang ke arah Deri.


"Buk, baksonya dua ya..! minumnya tea juss," kata Deri memesan pada pemilik warung.


"Apa aja pesanannya, Der? Siapa tu, pacar ya, cantik!" seloroh pelayan itu sambil melirik ke arah Eria.


"Bakso dua, tea juss nya dua, nggak kok sepupu, Nenek kami bersaudara," jawab Deri melirik ke arah Eria yang asyik otak atik hand phonenya.


"Oke dech, Der. Tunggu bentar ya, nyantai dulu," jawab pelayan itu sambil berjalan ke arah dapur.


Deri berjalan ke arah meja yang di tempati Eria, Deri menarik sebuah kursi dari bawah meja dan duduk di depan Eria.


"Asyik banget lo, buka apaan?" tanya Deri melirik handphone Eria.


"Nih, lagi belajar nulis!" jawab Eria mendorong handphonenya ke arah Deri.


"Nulis apaan, Er?" tanya Deri nggak ngerti, "Aku lihat lo buka aplikasi?" tambah Deri sambil menarik hp Eria, dan membaca isi aplikasi di hp Eria itu.


"Baca dulu, baru koment...!" tukas Eria, merengut, biasa Eria emang agak manja sama sepupunya itu.


"Jadi mau jadi author nih?" imbuh Deri sambil senyum, dorong hp ke arah Eria ).


"Belajar, mana tau bisa cari uang jajan sendiri," ucap Eria lagi.


"Bagus juga, nanti aku promosikan novel lo, sama teman-temanku," sambut Deri sambil tersenyum dengan wajah serius.

__ADS_1


Mereka asyik mengobrol, tampak pelayan warung mengantar pesanan mereka.


"Pesanan datang, lama ya? Maaf masih sibuk masak," kata pelayan itu sambil meletakkan talam berisi dua mangkuk bakso porsi besar, dan dua gelas tea juss.


"Makasih," ucap Deri sambil mengambil mangkuk bakso dan gelas meletakkan di depan Eria.


"Makasih, Der," ucap Eria tersenyum manis sambil mengambil sendok dan garpu.


"Udah Er... Makan yuk, nanti dingin nggak enak," ajak Deri sambil menuang saos ke dalam mangkuk baksonya.


Deri dan Eria makan bakso tanpa banyak cerita, tampaknya kedua muda mudi bersaudara itu cukup lapar, sebab tak butuh waktu lama mangkuk bakso di depan mereka telah kosong, tinggal kuah dan sendok, garfu saja.


"Gimana Er? Enak'kan bakso di sini, aku sering makan bakso di sini," tanya Deri menyedot pipet tea juss dari gelas di depannya.


"Iya, enak banget, apalagi pas lapar gini.. akk," jawab Eria. Eria bersendawa, kekenyangan.


Tiba-tiba..


CIIIIIIIIIITTT..........


Sebuah mobil yang hilang kendali menuju ke arah mereka.


"Eria... Awaaas.......!" teriak Deri sambil melompat menghindar.


BRAAAKK.....!


"Aaa.....!"


Eria terlempar ke samping lansung tidak sadarkan diri.


.


.


*******


Eria mengeliat membuka mata, tapi betapa terkejutnya dia, Eria memandang sekelilingnya, yang di lihatnya hanya padang rumput dan pepohonan menjulang tinggi, dan gunung gunung di sekelilingnya.


"Di mana aku? Bukankah tadi aku baru selesai makan bakso bersama Deri dan sebuah mobil nyasar menabrakku?" gumam Eria dalam hati. Eria berpikir apa yang sedang terjadi, apakah ini mimpi?


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2