
Eria di ajak Aji Saloka ke perkampungan tempat ia tinggal, betapa terkejutnya Eria melihat kehidupan orang-orang di sana, masyarakat kampung itu hidup di antara reruntuhan bangunan dari batu.
Pakaian mereka terlihat compang camping, seperti pakaian pengemis di zaman modern.
"Kenapa orang-orang kampung hidup di antara reruntuhan ini?" tanya Eria, wajah gadis iterlihat sedih menyaksikan semua itu.
"Ini adalah bekas kota Daka, perkampungan yang dulunya sangat maju, masyarakat hidup dengan berdagang, semua hidup damai," jawab Aji Saloka tampak bersedih dan menerawang jauh.
"Tapi semenjak kedatangan Ratu medusa dan Raja Ular, Kehidupan rakyat jadi hancur, mereka menjarah kota, semua pasukan Kerajaan Daka habis di bantai, oleh pasukan Medusa. Raja Daka terpaksa hidup di dalam pelarian, rakyat Daka hidup dalam ketakutan," tutur Aji Saloka bercerita panjang lebar tentang kehidupan rakyat Daka yang kini dalam penjajahan pasukan Ratu Medusa.
Eria mendengarkan cerita Aji Saloka dengan memandangi wajah pemuda tampan di depannya itu, Sesekali ia menyela bertanya pada pemuda Kesatria Daka itu.
Mereka terus berjalan melewati perkampungan, masyarakat yang melihat Eria tampak merasa aneh dengan penampilan Eria.
Setelah melewati perkampungan yang porak-poranda itu Eria bertanya pada Aji Saloka.
"Aji tinggal di mana? Tidak di perkampungn ini?" tanya Eria tampak bingung.
"Tidak, saya tinggal di tempat pelatihan tersembunyi di balik gunung itu," jawab Aji Saloka sambil menunjuk sebuah gunung batu di depan mereka.
"Jadi, Aji seorang guru beladiri?" tanya Eria lagi sambil menatap Aji Saloka.
"Tidak di sana ada master kungfu, dan sekalian seorang peramal, saya akan mengajak kamu bertemu dengan master," jawab Aji Saloka menjelaskan.
"Baiklah..! Jadi Aji Percaya? Eria dari masa depan?" ungkap Eria serius sambil sedikit tersenyum.
__ADS_1
"Ya, saya percaya, melihat penampilan mu, saya yakin, kamu orang yang di katakan Master kami," jawab Aji Saloka tampak meyakinkan diri sendir.
"Maksud, Aji?"
"Master kami bernama master Chio, dia juga merupakan seorang peramal kerajaan. Dia meramalkan akan ada seorang gadis yang datang dari masa depan, gadis itu di ramalkan akan menjadi seorang satria yang bisa mengalahkan Ratu Medusa dan pasukannya," jelas Aji, "Aku yakin Eria adalah gadis yang di ramalkan master tersenyum,"
Eria hanya diam mendengar penjelasan Aji Saloka, ia terus berjalan mangikuti Aji Saloka, pemuda itu Sesekali tersenyum pada Eria.
Eria hanya bisa membalas dengan senyum tipis menyungging, tampak di wajah Eria kalau ia menahan nyeri di kakinya, karna perjalanan jauh itu.
Mereka telah sampai di kaki gunung yang di tunjuk Aji Saloka tadi, mereka berjalan di antara celah bebatuan besar, tak jauh dari mereka tampak jurang yang begitu dalam, namun menyimpan pemandangan yang begitu indah.
"Aji, boleh istirahat sebentar? Kaki Eria sudah terasa nyeri," pinta Eria dengan wajah memelas. Gadis itu duduk di atas sebuah batu yang cukup besar sambil mengurut betisnya yang sudah terasa pegal.
"Baiklah, kita istirahat dulu disini," jawab Aji Saloka sambil mengambil botol minuman di pinggangnya dan meneguk sedikit air penghilang dahaga.
"Minumlah.. Eria hauskan?" kata Aji Saloka sambil memberikan botol minuman kepada Eria.
"Terima kasih!" ucap Eria menerima botol minuman yang di sodorkan Aji Saloka dan segera meminum air dari botol itu. Cukup lama mereka beristirahat disana tanpa berkata-kata.
Setelah merasa pegal dikakinya berkurang Eria mengajak Aji Saloka meneruskan perjalanan mereka.
Aji Saloka Sesekali memberikan tangannya memapah Eria ketika melewati bibir jurang yang sangat curam itu.
mereka memasuki sebuah goa batu di balik bebatuan besar itu, sampai di dalam, Aji Saloka menekan sebuah batu menonjol.
__ADS_1
Tiba tiba sebuah pintu terbuka, cahaya memasuki goa itu, tampak di balik pintu itu sebuah padang rumput yang begitu luas, di tepian padang rumput itu tumbuh Pohon pohon pinus yang begitu besar.
Mereka berjalan ke padang rumput itu, tampak di ujung padang rumput itu, sebuah pagoda besar bertingkat lima.
Di bawahnya tampak banyak pemuda berlatih kungfu, baju mereka mirip yang di pakai Aji Saloka, namun berwarna hitam.
Aji Saloka mengajak Eria masuk ke dalam Pagoda itu, di sana banyak orang orang duduk dengan pakaian bak keSatria, tampak di depan mereka duduk seorang Laki laki dengan pakaian seorang raja.
"Salam hormat Tuanku! Hamba baru kembali melihat ke adaan di luar sana," ucap Aji Saloka berlutut, memberi hormat.
"Bagaimana keadaan di luar sana, Satria..!?" tanya Raja Daka berdiri menghadap Aji Saloka.
"Keadaan di luar sana, untuk saat ini aman tuanku, Hamba tidak menemukan Pasukan Medusa berkeliaran, tampaknya mereka lagi di istana semua..!" tutur Aji Saloka.
"Siapa gadis berpakaian aneh yang bersama mu Satria..?!" tanya Raja Daka penasaran melihat Eria.
"Dia, Hamba temukan di hutan sebelah perkampungan Daka tuanku!" jawab Aji Saloka menjelaskan.
"Siapa namamu nak.?" tanya Raja Daka sambil tersenyum ramah pada Eria.
"Nama Hamba Eria tuanku," jawab Eria ikut berlutut.
"Bangunlah, kalian berdua, Aji ajak gadis ini menemui master Chio," titah Raja Daka.
"Baik, Tuanku. Ayo Eria," sembah Aji Saloka sambil bangun dan meninggalkan ruangan besar di dalam pagoda.
__ADS_1
Aji Saloka mengajak Eria menemui Master Chio di sebuah bangunan yang cukup besar, di belakang pagoda.