Cinta Dua Zaman

Cinta Dua Zaman
Tugas Pertama


__ADS_3

Eria dan Aji Saloka di tugaskan oleh Raja Daka, untuk melihat keadaan Rakyat yang hidup secara bersembunyi dari pasukan Ratu Medusa dan Raja Ular.


Mereka pun pergi meninggalkan lokasi persembunyian mereka di lokasi pagoda bertingkat di balik bukit batu.


Di dalam perjalanan Aku tampak memandangi wajah cantik di sampingnya, hingga Eria merasa jengah, dengan tatapan Aji Saloka.


"Ada apa sih? Dari tadi menatap Eria terus.?" Tanya Eria, sambil menatap wajah tampan di sampingnya itu.


Aji Saloka tersenyum pada Eria, sambil menatap tanpa berpaling, sehingga mata mereka saling beradu pandangan.


Perlahan tapi pasti, Aji Saloka memberanikan diri menyentuh tangan Eria, Eria tidak menolak ketika pemuda tampan penyelamatnya itu menggenggam tangan nya.


Mereka menghentikan langkah, dan saling  bertatap mata, Aji Saloka tersenyum sumringah menatap gadis cantik di depannya itu, perlahan Aji memberanikan diri mendekatkan wajahnya, ke wajah Eria.


Mata mereka bertatap lekat, bibir mereka saling menyungging senyum, "Kamu cantik sekali Eria..," kata Aji Saloka dengan suara bergetar, pertanda ia sedikit grogi begitu dekat dengan gadis yang ia sukai itu, tanpa melepaskan tangan Eria, Eria tanpa berbicara membuka sedikit bibir indahnya.


Aji Saloka yang belum pernah sedekat itu dengan seorang gadis, perlahan memberanikan diri mengecup bibir indah milik sang gadis dari masa depan itu.


Begitu kecupan di bibirnya terasa Eria malah membalas dengan *****4n yang pelan, Aji Saloka yang belum pernah merasakan sebuah ciuman, di buat melayang ke negri impian.

__ADS_1


Eria membiarkan pemuda tampan itu merangkul pinggangnya, bibir mereka bersatu dengan ******* yang membuat keduanya lupa akan tugas yang mereka jalani.


Perlahan tapi pasti kedua muda mudi yang di buat asmara itu rebah ke atas rumput di dalam hutan, rerimbunan pohon, dan hijau rerumputan menjadi tempat saksi bisu, dua hati yang tidak saling terucap itu, saling melepaskan rindu di hati.


Eria merebahkan tubuhnya di atas rumput yang begitu subur itu, perasaan suka pada pemuda tampan yang telah menyelamatkan nyawa nya itu, membuat ia lupa apa yang telah ia lakukan.


Perlahan Aji Saloka pun lupa dengan diri sendiri, rasa takut pada seorang gadis kini bagai sirna di telan perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata kata.


Eria pun tidak menyadari, Aji Saloka telah menyentuh pipinya, saat bibir mereka saling melepaskan, sentuhan demi sentuhan Aji Saloka di pipi Eria, membuatnya mulai kehilangan kendali, apalagi sentuhan Aji Saloka itu telah menyentuh leher jenjang miliknya.


Eria melenguh halus merasa kan getaran di tubuhnya, di temannya rambut pemuda tampan itu, dengan rintihan yang membuat Aji Saloka tambah lupa diri.


"Ada yang datang Aji," kata Eria sambil merapikan rambutnya.


"Ya, tampaknya pasukan siluman prajurit Ratu Medusa sedang menyelidiki persembunyian pasukan kita," jawab Aji Saloka sambil tersenyum.


Tidak seberapa lama kemudian tampak lebih dari seratus prajurit siluman Ratu Medusa sedang berlari menuju kearah mereka.


"Tampaknya kita harus menghabisi mereka disini, sebelum mereka mengetahui jalan menuju Pagoda," kata Aji Saloka lagi.

__ADS_1


"Ya, mereka tidak boleh dibiarkan hidup, karena sudah banyak rakyat dan prajurit Kerajaan Daka, yang jadi korban keganasan mereka," tambah Aji Saloka lagi.


Aji Saloka dan Eria melompat menyongsong rombongan prajurit siluman yang menuju kearah mereka.


.


Bersambung..


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2