Cinta Fitri

Cinta Fitri
1. Tabrakan


__ADS_3

Pukul empat subuh dimana semua orang masih dibuai mimpi tapi tidak untuk fitriah angraini, dia sekarang sudah sibuk membantu ibunya menyiapkan dagangan untuk dijual dipasar.


Bu maria setiap hari jualan nasi pecel dipasar yang dekat dengan rumahnya dan sebagian dia titipan di kantin sekolah.


Sedangkan pak nurdi hanya seorang buruh tani biasa dengan gaji yang cukup sedikit sehingga upah yang didapat tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Hidup ditengah keluarga yang serba kekurangan mengharuskan fitri siap membantu orang tuanya berjualan.


" Sayurannya sudah di masak? " tanya ibu maria.


" sudah bu sebentar lagi juga sudah matang" jawab fitri yang masih sibuk dengan sayuran didepannya.


" kamu bangunkan bapakmu dulu, biar dia siap-siap kesurau sebentar lagi subuh! " perintah ibunya.


Fitri segera beranjak dari tempatnya menuju kamar bapaknya


" Tok tok tok" ia mengetuk pintu


" bapak bangun sudah hampir subuh! " fitri mencoba membangunkan bapaknya, tidak lama kemudian suara pintu di buka dan menampilkan wajah sang bapak yang sangat kurus tak terawat.


Setelah melihat bapaknya sudah bangun fitri melanjutkan pekerjaannya membuat nasi bungkus untuk dititipkan di kantin sekolahnya. tak lupa dia melaksanakan kewajiban nya kepada sang pencipta dan mengadukan semua keluh kesahnya.


Pukul enam lebih sepuluh menit fitri sudah siap dengan segala keperluan nya.


"bu, pak fitri berangkat kesekolah dlu" pamit fitri seraya mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


Butuh waktu tiga puluh menit akhirnya ia tiba di sekolah jarak antara sekolah dengan rumahnya cukup jauh apalagi dia hanya berjalan kaki, tapi itu tidak membuatnya malas belajar dia justru giat dan rajin belajar.


...****************...


Disekolah SMA13 sudah ada beberapa siswa yang datang, sebelum kekelas fitri mampir kekantin untuk menitipkan nasi bungkus yang dia bawah tadi.


" mbak ini nasinya saya taruh disini ya! "


" ya taruh seperti biasanya saja neng" jawab mbak tun penjaga kantin


" saya balik kekelas dulu ya mbak " pamit fitri


Dikelas XI IPA2 sudah ada rima teman sebangku sekaligus sahabat fitri, meski rima tergolong anak orang kaya, tapi dia mau berteman dengan fitri.

__ADS_1


" baru nyampe fit? " sapa rima yang sudah duduk manis dibangkunya


" heem" jawab fitri sambil duduk dikursinya


" oh ya gue baru inget kalo lo kemaren di cariin rizal" ucapnya mencari topik


" rizal? Ngapain dia nyariin gue? " tanya fitri heran tidak biasanya ada orang yang mencarinya


" gak tau, tapi kayak ada hubungannya dengan pensi minggu depan " timpal rima yang membuat fitri semakin bingung.


" ya uda entar pas istirahat gue cari tau sendiri " rima hanya menggangukkan kepalanya.


Rizal yang merupakan kakak kelasnya yang menjabat sebagai ketua osis di SMA13


Tidak berapa lama terdengar suara bel berbunyi dan pak tomo masuk menghentikan percakapan mereka.


Setelah tiga jam berkutat dengan pelajaran fisika waktu istirahat pun tiba.


" siapa yang piket hari ini" tanya pak tomo kepada semua siswa, fitri pun mengangkat tangannya


"tolong bawa buku - buku ini kekantor" lanjut pak tomo


Fitri berjalan kekantor dengan membawa tumpukan buku sampai pandangan matanya tertutup tidak bisa melihat apa yang ada di depannya.


Disisi lain ada segerombolan cowok yang berjalan kearah fitri salah satunya berjalan dengan bermain hp.


"Brak..kkk" tabrakan pun terjadi


" aduh... " keluh fitri kesakitan dengan mengelus pinggangnya yang sakit


" lo gak punya mata ya? " bentak cowok yang sudah menabrak nya tatapan mata yang dingin membuat bulu kuduk berdiri


" maaf gue gak liat" jawab fitri takut-takut.


" orang segini gedenya lo gak liat? lo buta ya?


" hardik cowok itu memancing keributan


" tapi tadi kan.... " belum selesai fitri menjawab, cowok itu sudah memotong ucapannya.

__ADS_1


" udah gak usah cari alasan, pergi sana" usia cowok itu sambil berlalu dari fitri, semua mata siswa yang ada disana menatap kearahnya.


"tu orang lagi kesambet kali ya, orang dia yang nabrak eh dianya pula yang ngomel - ngomel, tapi lo gak pa-pakan fit? " tanya rima yang tidak sengaja melihat kejadian tadi


" lumayan pinggang gue agak nyeri sedikit" fitri bangun dibantu oleh rima,


"itu orang kenapa ya? Mukanya aja yang cakep tapi aura ya ituloh menakutkan " sambung rima sambil bergidik ngeri


" udah gak papa orang cakep mah bebas" mereka membereskan buku yang berserakan di lantai dan membawanya kembali kekantor.


Setelah dari kantor fitri berniat mencari rizal di kantin. Dan benar saja disana ada rizal dan kawan kawan nya. Fitri menghampiri nya dan ingin memanggil nya tapi niat itu dia Urungkan setelah melihat risal sedang ngobrol dengan cowok disampingnya, fitri terpaku ditempatnya berdiri.


Brian cowok yang sedang diperhatikan oleh fitri, dia juga cowok yang sudah menabrak dan memarahi nya. Brian adalah sahabat rizal dua cowok terpopuler di sekolah itu memiliki wajah yang tampan dan tubuh yang atletis. Jika rizal terkenal sebagai ketua osis yang baik dan ramah maka Brian terkenal sebagai cowok yang paling dingin dan sedikit kasar.


Saat fitri ingin pergi dari kantin ada suara yang menghentikan nya


"fitri tunggu " panggil rizal mengalihkan perhatian semua orang disana.


" ya" sahut fitri grogi ditatap semuanya.


"ada yang mau gue sampaikan emh kita keperpus aja" ajak rizal. Tanpa di sadari ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tajam.


Di perpustakaan hampir tidak ada orang disana maklum tempat ini tidak memiliki peminat


"ada apa loh nyariin gue? " tanya fitri saat mereka sudah sampai


"untuk acara pensi minggu depan lo di mintak bu reni untuk menyiapkan puisi buat perwakilan dari kelas lo" rizal menjelaskan dengan suara yang halus


" tapi entar ada yang bawain puisi lo, gimana lo bisakan? " sambungnya lagi


" buat puisi ya? Gimana ya gue usahain deh"


" kok lo kayak gak yakin gitu? Sanggup gak? " rizal memastikan


" ya sanggup kok" fitri tersenyum meyakinkan


"kalau gitu gue kekelas dulu, bentar lagi juga udah bel masuk " tambahnya


Tanpa mereka sadari ada orang yang memperhatikan mereka, orang itu mengepalkan tangan menahan amarah, mata yang memancarkan kemarahan seakan akan bisa memancarkan sinar lacer yang bisa mencabik cabik orang didepannya. Orang itu tampak tidak suka melihat kebersamaan antara rizal dan fitri, ingin sekali dia menyeret rizal dan segera pergi meninggalkan cewek itu.

__ADS_1


__ADS_2