Cinta Fitri

Cinta Fitri
4. Pertengkaran


__ADS_3

Pagi yang cerah tapi tidak untuk Fitri dengan berat hati dia memaksa dirinya untuk berangkat ke sekolah jika bisa dia ingin bolos dan mengurung diri di dalam kamar tapi itu akan membuat kedua orang tuanya sedih dan khawatir jadi dia tetap berangkat kesekolah meski dengan hati yang sedih


Setelah menitipkan nasi pecel dikantin Fitri dihadang oleh Mily dan geng nya Fitri hanya tertunduk lesu, bayangannya dia pasti akan dibuly habis habisan oleh Mily dan gengnya


" ini nih cewek yang gak tau diri yang sudah merusak persahabatan Brian sama Rizal" tuding Mily pada Fitri, dan benar saja bayangan Fitri dia ingin pergi tapi tangannya dicekal oleh salah satu dari mereka


"gembel kayak dia harusnya di usir dari sekolah kita" tambah Mily


"apa tujuan lo yang sebenarnya hah?" salah satu geng nya nyahut


" keluar lo dari sekolah ini!" teman Mily yang lain ikut ikutan


Teman nya yang lain juga ikut mendorong ada juga yang memukul Fitri dengan botol plastik kosong semua yang ada di situ mencibir dan memaki Fitri habis habisan mengingatkan Fitri kejadian semalam


Brian terus saja menghina dan memperlakukan Fitri didepan Rizal, Rima dan Mily semua kata kata kasar keluar begitu saja dari mulutnya tanpa filter


"cukup lo gak perlu menhinanya lagi" bela Rizal


"Rizal kenapa sih lo belain cewek kampung ini terus?" Mily yang dari tadi diam kini buka suara


"gue gak tau apa yang sudah lo lakukan sampai Rizal mau membela lo" Brian menatap Fitri dengan sinis


" apa lo sudah berikan tubuh lo ini " tambahnya


"brukk" sebuah bogem mentah mendarat di wajah tampan Brian dia tidak bisa mengelak serangan tiba-tiba dari rizal


Di sisi lain Fitri berlari meninggalkan mereka semua dia yang berlari tanpa melihat sekitar nya menabrak orang yang berlalu lalang di sana, Rima mengejar Fitri dia tidak mau sahabat nya kenapa napa


"Fit lo mau kemana?" Rima ngosngosan mengejar Fitri yang jalan ya sangat cepat


Fitri tidak menjawab pertanyaan Rima dia malah terisak


" gue antar lo pulang ya" ajak Rima


"gue gak nyangka loh bisa sejauh ini, sebenarnya apa yang terjadi sama kamu?" kata Rizal tampak kecewa


" lo yang sudah keterlaluan demi cewek kampung kayak dia lo korbanin persahabatan lo sama Brian" Mily malah memanas manasi


" lo gak usah ikut campur ini bukan urusan lo paham!" bentak Rizal ke Mily


Dengan santainya Brian pergi begitu saja tanpa basa basi meninggalkan Rizal yang penuh tanda tanya dengan sikap nya


Fitri masih dikerumuni Mily dan geng nya


" kenapa lo diam aja hah? Ayo jawab! Apa tujuan lo hancurin persahabatan Brian sama Rizal?" hardik Susan teman Mily


"mending lo pergi aja dari sekolah ini, sekolah ini gak butuh siswa kayak lo" imbuh fani


Fitri yang kebingungan hanya diam saja dia berharap semua nya segera berakhir


Rima yang tidak sengaja mau ke kantin melihat Fitri di buly segera menghampiri


" apa yang kalian lakukan? Fitri punya salah apa sama kalian?" tanya Rima garang


"udah lo gak usah ikut campur urusan kita" timpal Susan


"Fitri itu sahabat gue jadi gue juga harus ikut campur" Rima tidak terima


" Rim lo gak usah belain dia terus, gembel kayak dia gak pantes jadi sahabat lo" Mily coba membujuk Rima


" lo gak berhak ngatur gue harus berteman sama siapa, menurut gue Fitri seratus kali lebih baik dari pada lo semua jadi kalau gue lihat salah satu dari kalian ada yang mengganggu nya kalian langsung berhadapan dengan gue" ancam Rima


Akhirnya Mily and the genk membubarkan diri bukan karena ancaman Rima tapi karena bel sekolah sudah berbunyi meski muka masam mereka pergi ke kelas masing masing


......................


Waktu istirahat Rizal menghampiri Fitri di kelas nya Fitri yang melamun tidak menyadari kedatangan Rizal Rima ingin memberitahu Fitri tapi diberi isyarat oleh Rizal hingga dia menggurungkan niatnya. Rizal duduk dibangku yang ada didepan bangku yang diduduki Fitri, dia tampak kaget melihat Rizal sudah ada di depannya


"Fit gue mau minta maaf soal yang semalam" ucap Rizal tulus


"lo gak salah jadi lo gak perlu minta maaf ke gue, mungkin memang gue yang gak berbakat buat puisi" jawab Fitri sendu

__ADS_1


Hening sesaat hanya ada kesunyian di antara mereka bahkan Rima juga tidak berucap sedikitpun


" sebenarnya Brian orang yang baik meskipun sedikit dingin jadi maafin dia nanti biar gue yang nasihatin dia" kata Rizal akhirnya


"... " hanya helaan napas yang terdengar


" sebenarnya gue gak sedih karena dihina tapi gue sedih karena orang yang gue sayang bersikap kasar kayak gitu" jujur Fitri yang otomatis membuat Rizal dan Rima saling pandang tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar


"lo serius suka sama Brian?" tanya Rima penasaran yang di anggukin Fitri


"lo naksir gitu sama dia?" Rima masih penasaran Fitri hanya menganguk


Rizal merasa hatinya hancur berkeping keping raut wajahnya jadi murung Rima yang mengetahui perubahan Rizal mencoba mencairkan suasana


"lo gak usah sedih lagi, cowok kayak gitu gak pantes disayang masih banyak cowok yang bisa lo sayang yang pasti dia akan lebih sayang sama lo, bener gak Zal?" Rima melirik Rizal, Rizal yang terkejut segera mengiyakan


"iya Fit, bener kata Rima lo gak usah sedih lagi masih banyak cowok yang mau menerima lo apa ada nya"


"makasih sudah kasih semangat ke gue, kalian berdua memang sahabat terbaik gue"


Mendengar Fitri hanya menganggapnya sahabat Rizal tersenyum getir


"Fit nanti gue gak bisa antar lo pulang ya, gue ada urusan" Rima


"santai aja Rim biasanya gue juga pulang sendiri" Fitri


"lo pulang bareng gue aja" tawar Rizal


"gak usah nanti malah ngerepotin lo" jawab Fitri


"gak ngerepotin sama sekali" Rizal berharap


"tapi.. " belum selesai Fitri bicara sudah dipotong Rima


"iyain aja Fit, cuma di antar pulang doang katanya kita sahabat?" Rima mendukung Rizal


"lagian diluar hujan nanti lo malah sakit gimana?" tambah Rizal


"nah gitu dong jangan sedih terus, lo harus ceria, dan juga lo harus berani jangan mau dibuly terus sama geng nya mily" imbuh Rima


Rizal tengah menunggu Fitri diparkiran dia memainkan ponselnya untuk mengusir jenuh saat melihat orang yang ditunggu tunggu dia memasukkan ponselnya itu kesaku celananya dia menata perasaan agar tidak gugup di dekat Fitri.


"sudah lama nunggu nya?" tanya Fitri begitu ada di dekat nya


"baru saja" Rizal membukakan pintu untuk Fitri setelah Fitri masuk dan duduk dengan nyaman baru dia tutup kembali pintu mobilnya


Tidak ada percakapan selama perjalanan pulang hanya Fitri yang sesekali menunjukkan arah rumahnya, rumah Fitri sangat dekat hanya butuh waktu lima belas menit mereka sudah sampai. Melihat mobil baru berhenti didepan rumahnya para tetangga Fitri mulai bergosip apalagi pengemudinya seorang laki-laki mereka berpikir negatif mengenai dirinya, tapi Fitri mengacuhkan semua itu dia tidak mau ambil pusing dengan omongan para tetangga nya


" gak mau mampir masuk dulu?" tanya Fitri basa basi


"gak makasih gue langsung cabut aja" jawab Rizal setelah melihat mobil Rizal berlalu pergi Fitri baru masuk kedalam rumahnya dia rebahkan tubuhnya diatas kasur yang sudah keras tapi menurutnya itu adalah tempat ternyaman yang dia miliki


......................


Ditempat lain sebuah mobil akan memasuki gerbang yang tinggi seorang satpam berlari membukakan gerbang tersebut setelah di dalam satpam menutup gerbang kembali selesai memastikan mobilnya Rima masuk ke dalam rumah


" mbok Asih ... " Rima berteriak memanggil Art yang bekerja di rumahnya


"iya non" jawab sang Art mendekati majikannya


"papa sama mama sudah pulang?" tanyanya kepada Art tadi


"belum non" jawab mbok Asih


" non mau makan apa?" tanya mbok Asih lagi


" nanti saja mbok Rima belum laper, Rima mau istirahat aja dikamar nanti bangunin Rima kalau mama papa sudah pulang" pesan Rima kepada mbok Asih


Didalam kamar Rima meraih ponsel nya


📨 085xxx

__ADS_1


Rizal lo yang sabar ya gue tau lo suka sama Fitri tapi gue gak tau kalo dia suka sama Brian mending sekarang lo deketin dia sebagai sahabat aja dulu nanti kalo dia udah nyaman sama lo dan udah bisa move on dari Brian baru lo ungkapin perasaan lo yang sebenarnya gue akan selalu dukung lo temen lo Rima


Tidak lama setelah dia kirim pesan itu terdengar suara notifikasi pesan masuk


📩081xxx


Makasih sudah dukung gue doain semoga Fitri mau terima perasaan gue Rizal


Setelah membaca pesan dari Rizal Rima merebahkan badannya diatas kasur yang empuk dan nyaman untuk mengistirahatkan tubuhnya tidak lama dia sudah terlelap dan ketika Rima sedang asik menjelajahi mimpinya dia harus terbangun dari tidur karena mendengar suara berisik dari luar kamarnya


" aku kan cuma tanya wanita itu siapa?kenapa dia bisa kenal sama kamu mas?" tanya mama Nurul mamanya Rima


"aku juga sudah bilang kalau aku gak kenal sama wanita itu" sambung papa Hengki padanya Rima


"kalo mas gak kenal wanita itu, dari mana dia tau nama mas?" mama Nurul mulai emosi


" mungkin dia tau dari salah satu kolegan ku" alasan papa Hengki


"tadi kenapa kamu marah marah sama aku? Selama ini kamu gak pernah ngomong kasar ke aku tapi tadi kamu bentak aku di hadapan banyak orang kamu pikir hati aku gak sakit? Gak cuma sakit hati hisk.. a ku aku juga malu hisk.. di lihat sama semua pegawai hisk.. dan kolegan kamu hisk.. " mama Nurul mulai terisak


Rima yang melihat kejadian itu juga terkejut pasalnya selama ini keluarganya sangat harmonis tidak pernah terjadi keributan atau pertengkaran seperti ini kalau pun ada masalah selalu di selesaikan dengan baik


"ma, mama kenapa?" Rima menghampiri mama Nurul lalu dia peluk hingga tangis mama nurul pecah di bahunya


"kamu anak kecil gak usah ikut campur urusan orang tua, cepat masuk kekamar lagi" perintah papa Hengki garang


"Rima sudah dewasa pa, Rima bukan anak kecil lagi " kata Rima


"papa bilang gak usah ikut campur ya jangan ikut campur " geram papa Hengki


"ada apa sih dengan kamu mas? Kamu jadi berubah gini ini putri kita satu satunya kamu gak pernah kasar sama putri kamu sebelumnya " tuduh mama Nurul


"inilah hasil didikan kamu yang selalu memanjakan anak ini" tuding papa Hengki


"memang apa salah Rima? Dia hanya mau membelaku " mama Nurul histeris


" pa, ma, cukup jangan berantem terus" Rima coba memisahkan


"tau apa kamu? Aku sudah lelah dengan kalian lebih baik kalian pergi dari rumah ini" usir papa Hengki


" punya hak apa kamu ngusir aku dari rumah ini? Rumah ini adalah rumah pemberian dari orang tua ku yang harus pergi itu kamu bukan aku" teriakan mama Nurul


Rima yang sudah tidak sanggup melihat orang tuanya bertengkar hebat langsung masuk ke kamar dia masuk semua buku pelajaran, seragam sekolah dan beberapa baju kedalam tas ransel dia sambar dompet, posel, juga kunci mobil yang ada di atas meja. Rima pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang masih bertengkar dia nyalakan mobil dan langsung pergi menembus malam Rima yang tidak memiliki tujuan mengarahkan mobilnya kepantai dia menenangkan hatinya yang kacau terlebih dahulu sebelum akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumah Fitri.


Fitri bangun dari tempat tidurnya saat mendengar suara mobil berhenti didepan rumah sebelum membuka pintu untuk melihat siapa yang datang dia sempat melirik jam dinding yang tergantung di ruang tamu


" jam sebelas siapa yang datang malam malam begini " batin Fitri


Betapa kagetnya ketika dia tau Rima yang datang kerumah nya sesekali gadis itu masih sesengukan membuat Fitri bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya itu


"lo kenapa?" tanya Fitri lembut seraya mengajak Rima masuk ke dalam rumah


"... " Rima hanya diam saja


" Rim lo gak pa-pa kan?" tanya Fitri sekali lagi


" gue boleh gak nginep di rumah lo dulu?" kata Rima


" boleh tapi lo ada apa? Cerita sama gue" balas Fitri


" ortu gue lagi berantem dirumah jadi gue mo nenangin diri dulu disini beberapa waktu " tutur Rima


"yang sabar doain semoga ortu lo cepat baikan dan masalah mereka cepat selesai, tapi kamar gue sempit lo gak pa-pa tidur di sini?" tanya Fitri, Rima langsung mengelengkan kepala


"gue gak masalah justru gue mau minta maaf karena sudah ngerepotin lo" kata Rima tidak enak


"gak ada yang merasa direpotin malah gue seneng sekarang ada temen nya" ujar Fitri seneng


" tapi maaf gue gak bisa temani lo begadang karena besok gue harus bangun pagi-pagi" sambung Fitri


" lo istirahat aja dulu nanti gue tidur disamping lo" jawab Rima yang masih belum bisa tidur hati dan pikiran nya masih kacau tapi dia cuma bisa menebak masalah apa yang sedang dihadapi oleh orang tuanya, lelah memikirkan semua itu Rima akhirnya tertidur di samping Fitri yang sudah terletak terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2