Cinta Fitri

Cinta Fitri
3. Puisi


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu sejak insiden dengan para preman sikap Brian semakin dingin tidak pernah ada senyuman di wajahnya teman temannya enggan berada di dekatnya hanya Rizal yang masih mau nongkrong dengannya


Berbeda dengan Fitri, dia menjalani harinya lebih ringan senyuman senantiasa menghiasi bibir nya tidak ada kata lelah meski hidupnya tidaklah mudah


Hampir semua siswa kini sibuk dengan persiapan pensi nanti malam, ada yang menyiapkan panggung, ada yang sedang geladi untuk menampilkan pertunjukan yang terbaik dan bagi yang tidak memiliki kegiatan hanya nongkrong atau sekedar melihat lihat persiapan acara pensi nanti malam


Fitri yang tidak memiliki kegiatan memilih duduk santai ditaman di temani Rima yang sama gabutnya, mereka asik ngerumpi tidak jelas mulai dari gosip artis yang lagi ngetren atau rencana liburan yang bikin Fitri halu


Karena banyaknya obrolan mereka yang anfaedah membuat perut mereka berontak minta di isi sehingga mereka beralih ke kantin memesan makanan disana


Saat keduanya menikmati bakso masing-masing tiba-tiba seseorang duduk disamping Fitri tanpa permisi, dia menengak habis air mineral yang dibawah nya menarik napas panjang dan menjatuhkan kepalanya di atas bangku


" kenapa lo zal? Dari tadi sibuk bener, pasti capek banget " tanya Rima yang sama terkejut nya dengan Fitri


"bukan capek lagi, rasanya seluruh badan gue pada copot semua" jawab Rizal lebay


" gimana persiapan nya sudah beres semua?" kali ini Fitri ikut nimbrung


"lumayan sudah delapan puluh persen siap" sahut Rizal yakin


" kalian gak mau sumbang lagu?" tambah Rizal


"emang lo mau kalo semua penonton pingsan mendengar suara cempeng gue ?" sahut Rima


"kalo lo gimana Fit?" Rizal mengalihkan pertanyaan pada Fitri


"gak terimakasih, gue cukup nyanyi dikamar mandi aja" jawab Fitri asal membuat semuanya tertawa


Tanpa sadar Rizal menatap lekat wajah Fitri ada rasa kagum dihatinya, wajah yang cantik meski tanpa riasan sama sekali penampilan yang sangat sederhana tapi tidak lulus tidak seperti kebanyakan gadis yang lain, yang selalu ingin tampil glamor dan mewah


" cantik banget kalo lagi senyum, gimana dia bisa secantik ini padahal dia sama sekali tidak memakai make up" dialog Rizal dalam hati


Fitri sama sekali tidak merasa diperhatikan masih asik menikmati bakso di depannya dengan sesekali menyeruput es teh peranannya


Rima yang memperhatikan kedua teman yang ada di depannya merasa aneh dengan tatapan Rizal tapi dia tidak berani berbicara di depan mereka dia akan berbicara dengan Fitri nanti


" kenapa Rizal ngeliatin Fitri sampe kayak gitu ya ? Apa dia naksir sama Fitri? Nanti gue tanya Fitri ah"


" Zal dicariin bu Reni dari tuh" kata Edi teman Rizal


Rizal yang tadinya sedang melamun langsung terkejut


" ngagetin aja bisa permisi dulu gak?" sahut Rizal


"ya maaf, gue udah nyariin lo dari tadi gak taunya lo lagi ada disini "


"ya udah yuk cabut " Rizal segera berdiri


Disaat bersamaan Fitri dan Rima sudah menghabiskan bakso masing masing


" Fit gue ikut maen ke rumah lo ya?" pinta Rima


Meskipun mereka bersahabat tapi mereka tidak pernah main kerumah satu sama lain atau pun keluyuran ketempat yang lainnya karena kesibukan masing masing


"tapi gue entar harus bantu nyokap di pasar emang gak apa apa lo maen di pasar ?"


Rima tampak berpikir sebelum akhirnya menjawab


" gak papa itung itung cari pengalaman baru dari pada gue bosen di rumah sendirian, sebab ortu gue lagi keluar kota "


" ya sudah kita cabut sekarang aja " Fitri berdiri di ikutin Rima


Mereka berjalan beriringan menuju parkiran dimana disana mobil Rima sudah terparkir rapi, untuk pertama kalinya Fitri naik mobil mewah jadi dia agak kikuk


...****************...


Tiba di depan rumah Fitri mobil Rima terlihat mencolok banyak tetangga yang keluar rumah untuk melihat mobil siapa itu karena hampir tidak pernah ada mobil mewah atau sejenisnya yang masuk ke gang itu


Mendengar suara mobil berhenti di depan rumah ibu Maria lekas keluar rumah untuk melihat ada tamu siapa yang datang berkunjung ke rumahnya


Bu Maria terkejut melihat Fitri keluar dari mobil Fitri tidak pernah mengajak temannya main ke rumah ini untuk pertama kalinya ada teman Fitri yang main ke rumah


"Fitri ini siapa ?"


"selamat siang tante saya Rima temannya Fitri " sapa Rima sopan


" eh, iya neng silakan masuk maaf rumah kami kecil dan jelek gak seperti rumah eneng"


Mereka masuk ke dalam rumah dan berkumpul bersama diruang keluarga yang hanya beralaskan tikar

__ADS_1


"jangan gitu tante rumah Rima juga gak kayak istana "


" jangan panggil tante neng, itu mah panggilan untuk orang kaya panggil saja ibu kayak Fitri, dan juga rumah eneng gak seburuk ini, ini mah gak bisa disebut rumah tapi gubuk yang mo roboh, eneng bisa lihat sendiri kan? Meskipun seperti ini kami sekeluarga masih bisa bersyukur sudah diberi Allah tempat berteduh"


" ibu sudah pulang? Tadinya Fitri mau nyusul kepasar "


"iya tadi ada orang borong nasi pecel ibu katanya buat acara arisan jadi ibu bisa cepat pulang karena dagangan ibu sudah habis diborong"


"kalo gitu kami kekamar dulu bu, biar Rima istirahat sebentar" pamit Fitri


Didalam kamar Fitri mengambil pakaian ganti


"lo gak papa pake baju gue? Gue gak punya baju baru yang ada hanya baju lusuh ini" Fitri


"sebenarnya masalahnya bukan baju baru atau baju bekas tapi baju lo muat gak kalo gue pake? Badan gue kan lebih besar dari pada lo" Rima


"coba aja dulu tar kalo gak muat kita beli aja di pasar" Fitri


Dan karena baju Fitri tidak muat untuk Rima mereka pergi ke pasar untuk membeli baju untuk rima


" eh ini lucu nih, muat gak buat gue?" tanya Rima saat memilih baju


" lo gak malu beli baju dipasar kayak gini?"


" memang kenapa?"


"ya biasa nya kalo orang kaya kan beli pakaiannya di distro"


"gak gitu juga kali yang penting gue beli bukan mencuri "


Setelah memilih beberapa baju yang menurutnya cocok buat dipakai di acara pensi nanti malam mereka kembali ke rumah Fitri


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore hari Fitri dan Rima berteduh di bawah pohon jambu diteras depan rumah Fitri sambil menikmati buah jambu yang sudah matang


"Fit gue boleh tanya sesuatu gak ?" tanya Rima serius


"mo tanya apa sih kok serius banget ?"


"gue perhatiin Rizal kayak ya suka deh sama lo, maksud gue dia naksir sama lo, kalo lo sendiri gimana perasaan lo ke Rizal? Lo ada rasa suka gak sama dia?"


"lo jangan ngada ngada deh Rim, mana ada Rizal naksir sama gue, dari dulu kita kan cuma temenan gak lebih"


"gue yakin, gue cuma anggap dia temen aja gak lebih " jawab Fitri mantap


Mereka pun asyik dengan lamunan masing masing sampai suara ibu Maria membuyarkan lamunan mereka


"Fit neng Rima diajak makan dulu" kata bu Maria


"ya bu, yuk Rim kita masuk makan dulu" kata Fitri,


Mereka bangkit masuk ke dalam rumah, di dalam rumah sudah tersaji makanan ada nasi putih lauk tahu tempe ada juga telur dadar sayur dan juga sambal pecel yang masih mengumpulkan asap


"silakan di nikmati ya neng, maaf cuma ini yang bisa ibu siapkan buat neng Rima" kata bu Maria


"ini sudah lebih dari cukup bu, Rima juga pengen sekali kali makan makanan sehat kayak gini" jawab Rima sopan


Fitri, Rima, bu Maria dan pak nurdi menikmati acara makan bersama walaupun sederhana tapi mereka tampak bahagia Rima bahkan habis dua porsi karena menurut Rima masakan bu Maria adalah pecel yang paling enak yang pernah dia makan


Saatnya pergi ke acara pensi Fitri memakai pakaian yang diberikan oleh Rima meskipun sudah menolak tapi Rima tetap memaksa membelikan baju untuk Fitri. Sebuah dress selutut warna biru lagit dengan renda dibagian dada dia padukan dengan sepatu flat warna hitam sedangkan rambutnya dia biarkan terurai


Rima sendiri memakai longdress warna merah hati dengan sepatu hak rendah dengan warna senada rambut yang digulung rapi menyisakan anak rambut di bagian depan, keduanya tampak lebih cantik dengan fasion masing-masing.


Pukul sembilan belas lebih dua puluh menit Fitri dan Rima tiba di lokasi acara, halaman yang biasanya biasanya kosong kini dirubah menjadi pentas yang sangat indah di hiasi balon da juga bunga yang indah mereka duduk agak jauh dari pentas agar bisa menikmati pemandangan yang jarang mereka lihat


Setelah acara sambutan kini waktu nya acara pembukaan beberapa petasan di nyalakan menambah kemeriahan acara malam ini beberapa siswa mulai mengisi acara dengan alunan musik dan lagu yang sedang populer saat ini.


"Rim gue cari minum bentar ya, gue haus nih" pamit Fitri


"gue sekalian pesen boleh gak ?" tanya Rima


" jelas boleh dong, emang lo mo pesan apa?" tanya Fitri balik


" gue mo es kelapa muda ama somay kalo ada"


"ok tapi lo disini aja ya biar entar gue gak pusing nyariin lo"


"ok" kedua kini berpisah

__ADS_1


Terlihat antrian panjang di stan es kelapa muda, Fitri mencari stan somay terlebih dahulu saat matanya sibuk mencari tubuhnya menabrak seseorang


"maaf" ucap Fitri tanpa melihat orang yang ditabrak


"lo naksir ya sama gue, dari kemaren lo caper terus sama gue" kata Brian ketus


Mendegar kata kata Brian Fitri tampak terkejut sekaligus malu dia tidak menyangka bahwa Brian akan mengatakan hal itu. Selama ini dia menyimpan rasa sukanya kepada pria itu dengan sangat rapi, kini Fitri hanya bisa diam mematung ditempatnya


" dasar cewek kampung gak usah mimpi lo bisa deket deket sama gue " kata Brian kasar meninggalkan Fitri yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri


Meski sedih tapi Fitri tidak bisa membantah semua ucapan Brian karena semua yang dikatakan itu benar adanya


Setelah mendapatkan pesanan Rima Fitri kembali ketempat Rima menunggunya


" ngapain aja sih kok lama banget?" tanya Rima langsung sebelum Fitri sempat duduk


" sabar Rim tadi antrinya panjang banget" terang Fitri


Fitri tidak ingin bercerita tentang Brian kepada Rima baginya masalah dengan Brian hanyalah masalah sepele. Sedangkan di panggung sudah berdiri Brian dengan seorang perempuan yang cantik


Mila dialah sang idola di SMA 13 dengan para cantik dan tubuh yang langsing dia disukai hampir semua siswa sayangnya sikapnya yang suka pamer juga merendahkan orang lain.


Mily mulai membaca puisi yang ditulis oleh Fitri diiringi petikan gitar oleh Brian


Sejauh mana mampu ku untuk bertahan


Bila selalu harus kupendam


Rasa yang tidak akan pernah tersampaikan


Setiap kali pertemuan tidak ada ketenangan


Andai ku turut rasa hati


Telah jauh ku pergi meninggalkan semua ini


Tetapi hati ini selalu mengagumi


Dirimu yang selalu dihati


Akankah sejarah berbedah


Jika ku katakan semuanya


Wahai kekasih


Tapi semua hanya sia-sia


Walaupun hujan membasahi bumi


Ku tetap setia menanti


Meski hadirmu tidak pernah pasti


Menemui diriku disini


Dan saat puisi selesai dibacakan Fitri tampak kecewa di langsung berdiri dia pergi ke belakang pentas di ikuti Rima yang tidak kalah terkejutnya di belakang pentas dia segera menemui Rizal


" Zal ini maksudnya apa? Jelas jelas itu puisi gue yang buat kenapa jadi puisi mily? Jawab Zal jangan diam saja" cercah Fitri tidak sabar


Ya ketika puisi selesai dibacakan Mily mengatakan bahwa itu adalah puisi yang dia tulis sendiri membuat Fitri terkejut dan kecewa pada Rizal sebab Rizal yang menerima puisi tersebut


" sabar Fit gue juga gak tau apa-apa, aku tanya Mily dulu ya?" sangah Rizal saat itu juga Brian lewat di depannya dengan Mily


" yan lo kan tau itu puisi ciptaan Fitri kenapa lo biarin Mily bilang itu puisi punya dia?" Rizal langsung bertanya kepada Brian dia juga tampak kesal


"bukan urusan gue" ucap Brian santai


"ya jelas urusan lo lah, lo kan ada di atas pentas sama Mily jadi lo bisa cegah itu!" serga Rizal


"dia?" tanya Brian dengan menunjuk Fitri


"jangan harap gue mau baca puisi dia, kalau lo gak mohon mohon gue gak bakalan mau baca puisi gak bermutu itu, dan buat lo" Brian menunjuk ke arah Fitri lagi


"lo seharusnya berterima kasih pada kita berdua karena berkat kita berdua puisi lo nyampe ke publik kalo gak puisi lo hanya akan jadi sampah di kolong meja karena apa? Karena puisi lo sama sekali gak ada mutu nya" tambah Brian sinis


" kenapa lo ngomong sekasar itu sama Fitri? Dan lagi siapa yang mohon sama lo? Bukannya sudah dari awal lo mau bawain puisi Fitri?" kata Rizal


"gue emang mau bacain puisi, tapi bukan punya gembel macam dia" Brian makin meradang

__ADS_1


Fitri sudah tidak bisa berkata apa apa lagi tetesan bening terus membasahi kedua pipi nya perasaan campur aduk antara marah benci dan kecewa


Rima yang melihat kejadian itu hanya bisa memeluk Fitri dia tidak tahu harus berbuat apa dia juga sama kecewanya pada sikap Brian yang kasar.


__ADS_2