
"Apakah aku cukup pantas untuk mengagumi seseorang seperti dirimu?"
\*\*\*
Revindo Akbar
"Hahhh," Revin menyandarkan dirinya pada bangku di fakultasnya, dia merasa lelah selesai mengadakan rapat dengan panitia kajian tahunan lainnya.
Revin merupakan mahasiswa berprestasi, selain kecerdasannya ia merupakan seorang pria yang memiliki paras tampan dengan blasteran Indo-Turki. Alisnya yang tebal serta bulu matanya yang lentik cukup menjadikannya sebagai tipe yang ideal. Tingginya yang semampai dan kulitnya yang kuning langsat membuat kaum hawa terkesima melihatnya.
Berbeda dengan Humaira, Revin memiliki masa lalu yang cukup suram dikarenakan broken home yang dia rasakan semenjak kecil. Dia tumbuh besar bersama ayahnya dan ibunya pergi meninggalkan mereka dengan menikah lagi dengan seorang CEO tempat ibunya bekerja. Ayahnya merupakan pengusaha yang cukup terkenal dan memiliki saham dimana-mana.
Tetapi, semenjak Revin memutuskan untuk hijrah dua tahun yang lalu dia juga menjadi seorang yang sukses di usia muda, dia membangun sebuah hotel yang sekarang merupakan penginapan favorit karena tempatnya yang strategis.
"Gimana Vin?" tanya seorang pria disampingnya yang merupakan sahabat Revin dari kecil.
"Apanya?" Revin balik bertanya kepada Angga
"Enaknya apa?" sesal Angga yang telah bertanya kepada Revin yang menurutnya hanya sia-sia.
"Kan lo yang nanya Ngga gimana sih lo ah," cicit Revin. "Eh Ngga lo tau ga?"
"Ga gua ga tau sama sekali," jawab Angga dengan menggelengkan kepalanya seperti layaknya anak kecil.
"Yeeee kan gua belum kasi tauuuu," Revin menjitak kepala Angga.
"Adoohhh," Angga mengusap kepalanya yang baru saja menjadi tempat pendaratan jari-jari Revin.
__ADS_1
"Jadi gini..." Revin menggantung pembicaraannya membuat Angga penasaran.
"Apaaa lama banget dah lo ngelanjutin cerita ah," desak Angga yang mulai penasaran dengan apa yang dibahas oleh sahabatnya itu.
"Hmmm ga jadi deh," Revin mengambil tasnya dan berdiri bersiap untuk pergi.
"Eh eh eh lo mau kemana? Lo mau cerita apa sih? Cerita lo belum kelar woii!" hardik Angga yang telah ditinggalkan oleh Revin.
"Kapan-kapan gua cerita!" suara Revin menggema dan mulai menghilang dari pandangan Angga.
\*\*\*
"Dia siapa?" Revin membatin memperhatikan handphone nya yang tengah membuka grup wa panitia kajian tahunan itu.
Seketika Revin mengingat rapat tadi siang, dia mulai penasaran dengan sesosok Humaira yang menurutnya jarang untuk bisa bertemu dengan wanita sepertinya. Entah Revin mulai menyukai Humaira atau hanya penasaran akan sesosok wanita itu.
Hp Revin kembali berbunyi kali ini bukan notifikasi dari grup chat panitia kajian tahunan, tapi melainkan dari mantannya Raisya.
Raisya Indriani
Hai Vin❤ jadi gimana?
Revindo Akbar
Apanya yang gimana?
Raisya Indriani
__ADS_1
Pokoknyo gua tetep mau
balikan sama lo Vin
Revindo Akbar
Kan gua udah bilang gua udah ga mau lagi sama lo Sya, gua juga udah gamau ngejalanin hubungan yang ga jelas Sya.
Raisya Indriani
Yaelah Vin gausah sok suci lah, gua tau lo itu masih Revin yang gua kenal dua tahun yang lalu. Bukan Revin yang sok alim, udah lah Vin gausah munafik deh.
Revindo Akbar
Serah loh!
"Hahhhh," Revin menghempaskan tubuhnya frustasi ke atas kasurnya dan menutup matanya dengan lengannya.
Raisya memutuskan Revin tanpa alasan yang membuat Revin sempat frustasi karena dia menganggap hanya Raisya yang bisa menjadi tempat dia untuk bercerita. Tapi anggapannya salah Raisya pun meninggalkan Revin karena seorang pria yang lebih mapan dari Revin.
Semenjak Revin memutuskan untuk hijrah dan merintis usahanya, Raisya kembali mengganggu ketenangan Revin. Revin tidak habis pikir dengan wanita itu yang hanya gila harta.
\*\*\*
*Kira-kira Revin suka ga ya sama Humaira?
Raisya? kenapa Raisya muncul lagi di kehidupan Revin? apa lagi sekarang niat yang terselubung dengan kembalinya Raisya?
__ADS_1
Support aku terus ya❤agar aku terus semangat lagi dan lagi untuk menulis😻*