CINTA KARNA SEBUAH KESALAHAN

CINTA KARNA SEBUAH KESALAHAN
Panti


__ADS_3

Pagi ini Nayna sengaja bangun lebih awal dari biasanya mengingat sudah satu minggu ia tak melaksanakan ibadah sunah dan wajibnya sebagai seorang muslim karena kedatangan tamu bulanan yang pada umumnya datang pada wanita dewasa.


Nayna mendudukan diri pada sebuah kursi kayu yang menghadap pada meja panjang dalam keheningan seperempat malam, sepiring nasi putih dan potongan tempe menemani makan sahur kali ini, hal seperti ini sudah biasa Nayna lakukan


" Alhmdulillah " setelah menghabiskan makanannya


Dalam keheningan malam Nayna tak lagi menikmati untuk membawa dirinya tidur ia malah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi buat adik adik panti yang selama ini telah menjadi keluarga baginya


" Nay "


Sapaan yang Nayna hafal dengan pemiliknya, dengan spontan Nayna membalikkan tubuh menyambut kedatangan sang pemilik suara


" Kamu sudah bangun? " menghampiri


Nayna mengangguk sembari tersenyum hingga membuat cekungan pipit di kedua sudut bibirnya


" Kamu sudah bersih? "


" Sudah Bu, Nayna sudah mandi wajib kemaren sore, mudah mudahan hari ini puasa Nayna sampai " jelasnya


" Aminnn "


Bu Aminah tersenyum kagum pada anak perempuan yang telah tumbuh selama 19 tahun bersamanya, Ya bu Aminah adalah pemilik panti ini.

__ADS_1


Kini kedua perempuan itu sibuk dengan aktivitas di dapur mengingat sebentar lagi akan masuk waktu subuh.


***********


Adik adik panti mulai duduk menghadap meja panjang untuk menikmati sarapan yang sudah terhidang di atas meja, menu yang terhidang cukup sederhana yaitu nasi putih + tempe goreng dan oseng kangkung namun rasa syukur selalu mereka ucapkan


" Bismillahhirohhanirrohim Allah humma barik lana fima roza'tana waqina azabannar, aminnn" doa di pimpin Zeno


Nayna tersenyum memandang Zeno dan adik adik panti lainnya


" Kakak kenapa tidak makan? " tanya Zeno melihat Nayna hanya duduk saja


" Kakak hari ini puasa "


" Owh, maaf ya kak, kami makan di hadapan kakak " ucap Zeno merasa tak enak diri


Setelah selesai sarapan Zeno dan adik panti lainnya pamit untuk berangkat kesekolah yang tinggal hanya Zoya dan Hamdan karena umur mereka masih 4 tahun


" Nay "


suara bu Aminah mengagetkan Nayna yang asyk di wastafel mencuci piring


"Ibu, Nayna kaget " jawab Nayna jujur

__ADS_1


" Maaf, Ibu tak sangka kamu akan kaget dengan kedatangan Ibu " suara lembut


Lagi lagi Nayna tersenyum membalas ucapan bu Aminah


" Kalau kamu sudah selesai, temui ibu nanti diruang depan ya " ucap bu Aminah


" Baik bu "


*********


Bu Aminah tersenyum memandang lekat wajah cantik nan di balut dengan hijab instan ukuran jumbo, pipi mulus tampa ada bekas jerawat nan berbinar milik Nayna membuat tenang sang penikmatnya


" Bu, kenapa melihat Nayna seperti itu? ada yang salah ya dengan pakaian Nayna? " berbagai pertanyaan Nayna lontarkan karena sikap tak biasa bu Aminah


Perempuan paruh baya itu tersenyum seraya mengambil jemari Nayna yang ada pada pangkuan lalu menggenggamnya


" Nay sekarang Ibu ikhlas kalau kamu memang ingin meninggalkan Ibu dan adik adik mu "


" Ibu, kenapa ibu berkata seperti itu, apa Nayna ada salah sama ibu? " buliran air mata jatuh dengan sendirinya


" Tidak nak, sedikitpun tak ada salah yang kamu perbuat "


" Lalu----"

__ADS_1


" Ibu hanya mengabulkan permintaan mu, ibu ingin kamu bahagia seperti teman teman panti mu yang lainnya " dengan uraian air mata


Nayna mengingat kembali akan permintaannya sebulan yang lalu


__ADS_2