CINTA KARNA SEBUAH KESALAHAN

CINTA KARNA SEBUAH KESALAHAN
Resah


__ADS_3

" Astagfirullah hal a'zim "


Sontak Nayna kaget dari tidurnya saat mendengar suara merdu kumandang adzan dengan sangat jelas karena jarak yang tak jauh, Nayna membawa dirinya untuk segera duduk lalu mengendarkan pandangannya keseluruh ruangan


" Kemana Sania? Apa dari tadi dia belum pulang? " tanyanya pada diri sendiri


Waktu magrib yang tak panjang Nayna mengeyampingkan tentang Sania dulu, segera ia mengambil air wudu' lalu melaksanakan ibadah magribnya


" Ya Allah, ya Rabb berilah kemudahan atas semua urusan hamba, dan beri kesehatan pada ibu dan adik adik yang sudah hamba tinggalkan serta berilah hamba rezki yang berlimpah ruah agar hamba bisa membatu meringankan beban ibu, Aminnnn "


Seperti biasa sehabis sholat Nayna akan lanjut dengan membaca Al qru'an, suara merdu membuat tenang bagi pendengarnya, termaksud juga Sania saat ini yang berdiri di ambang pintu


" Sadaqaullah hul a'zim "


" Kamu baru pulang? " tanya Nayna


Sania mengangguk seraya melangkah kearah Nayna

__ADS_1


" Iya, karena ada pekerjaan yang tertunda harus aku kerjakan " jelasnya


" Nih buat kamu, kamu pasti sudah lapar khan? " memberikan tentengan yang sengaja ia bawa


" Trimaksih San, aku jadi ngerepotin kamu " merasa tak enak


" Nay, cukup kali ini aku mendengar perkataan konyol mu itu ya " jawab Sania tak suka


" Aku ini saudara mu, kita akan berjuang sama sama di sini, jadi tak ada yang merasa di repotkan maupun merepotkan " jelas Sania kembali


Nayna spontan memeluk tubuh ramping Sania " Sekali lagi trimaksih " bisiknya


...****************...


Malam semakin larut namun kedua bola mata Nayna tak bisa tidur, ia lirik pada sosok tubuh di sampingnya yang sudah terlelap dalam mimpi


" Kenapa hati dan fikiran ku jadi resah ya?? " ucapnya pelan seraya membawa diri duduk

__ADS_1


Nayna menjangkau benda pipih yang ada pada nakas lalu melihat chat yang juga belum ada contreng duannya


" Ya Allah kenapa nomor ibu tidak aktif? "


" Semoga saja tidak terjadi apa apa "ucapnya kembali


Demi menenangkan hati yang resah Nayna segera mengambil air wudu' dengan niat untuk melaksanakan sholat tahajjud, kali ini ia meminta pada Sang Khalik agar hati dan fikirannya di beri ketenangan


" Ya Allah berilah hamba ketenangan hati agar hamba bisa menjalankan hidup di tempat yang baru ini, hanya Engkaulah yang mampu membolak balikkan hati ini, serta berikanlah ketenangan hati juga pada ibu dan adik adik hamba, Aminnn "


Usai dengan ibadah Nayna merebahkan tubuhnya pada sajadah dengan fikiran bergerilya ke masa lalu, berbagai pengalaman baik suka dan duka ia jalani di panti, wajah bu Aminah yang selalu memberinya kasih dan sayang serta perhatian yang tiada bandingnya dengan seseorangpun, Ya karena Nayna tak pernah tau siapa orang tua yang telah melahirkannya, hanya bu Aminah lah ibu sekaligus Ayah baginya dan anak anak panti lainnya sebagai saudara, seketika air mata jatuh membasahi pipi dan sesekali tersenyum mengingat nostalgia indah


" Sebenarnya siapa wanita yang telah melahirku dan siap Ayah ku " bathinnya tiba tiba


" Mengapa mereka tak mencariku? apa aku ini anak yang tak di inginkan? " berbagai pertanyaan menyelimuti hati dan fikirannya


Kesedihan dan keresahan hati kian bertambah

__ADS_1


__ADS_2