CINTA KARNA SEBUAH KESALAHAN

CINTA KARNA SEBUAH KESALAHAN
Meninggalkan Panti


__ADS_3

Flashback


" Maaf pak, saya janji akan segera melunasinya tolong beri saya waktu tiga bulan lagi "


" Buk, kalau dari bulan ke bulan ibu terus berjanji tetapi tak pernah di tepati saya------"


"Tolonglah pak, saya janji kalau dalam tiga bulan kedepan tak bisa juga saya lunasi maka semua akan jadi milik bapak " pinta bu Aminah memohon


Nayna tampa sengaja mendengar pembicaraan bu Aminah dengan salah satu depkolektor hatinya merasa terenyuh, ia tak rela kalau tempat ia di besarkan akan pindah tangan dan bagaimana pula dengan nasib adik adiknya. Memang keuangan panti enam bulan terakhir merosot karena donatur yang sudah tidak lagi jalan semenjak Pak Wijaya meninggal dunia


************


Hati dan fikirannya bergerilya mencari solusi agar mampu mempertahankan panti yang selama ini tempatnya bersenda gurau, setelah yakin dengan niatnya Nayna mengambil benda pipih yang sengaja ia taruh di atas meja sebelah tempat tidur


" Bismillah " ucapnya dengan menempelkan benda pipih tersebut pada telinga


" Ayo San, angkat dong "


Setelah beberapa kali Nayna menghubungi no tersebut namun tak ada jawaban, ada rasa putus asa menyelimuti hati.


Drettttt


Drettttt


Tampa menunggu lama Nayna melihat nama yang tertera pada layar handphon jadulnya


" Sania " ucapnya riang

__ADS_1


" Hallo, assalamualaikum San " menempelkan handpho pada telinga


" Aku baik, kamu gimana? "


" Maaf sebelumnya San telah menggangu waktumu, sebenarnya aku ingin tanya apakah pekerjaan yang kamu tawarkan padaku minggu lalu masih ada? "


" Iya San, terimakasih sebelumnya aku tunggu info dari mu "


" Waalaikumsalam " jawabnya dengan hati riang


Setelah Nayna mendapat kabar bahwa masih ada lowongan untuknya sesaat itu juga ia meminta izin pada bu Aminah, namun bu Aminah tak mengizinkannya karena Nayna sangat spesial di hatinya


************************


" Bu, maafkan atas permintaan Nayna Bu, Nayna tidak ada maksud ingin meninggalkan ibu dan adik adik " buliran air mata terus menghujani pipi


" Maaf kan ibu nak, ibu hanya ingin melihatmu bahagia seperti yang lainnya "


Nayna tau apa sebenarnya yang ada dalam hat dan fikiran sang ibu


" Bu, Nayna janji akan bantu ibu agar terlepas dari depkolektor itu " bathinnya


Usai drama haru Nayna segera menuju kamar, niatnya tak lain adalah mengabari Sania.


" Assalamualaikum, San aku sudah dapat izin dari ibu,kalau bisa secepatnya kamu jemput aku "


Chat terkirim dan sudah di baca

__ADS_1


"Ok, paling lama minggu depan aku jemput kamu "


Senyum mengambang sendirinya saat membaca balasan Sania


" Ok,aku tunggu San, terimakasih "


Nayna segera memberitahu bu Aminah kalau minggu depan ia akan di jemput Sania, ibu mana yang rela berpisah dengan sang anak karena keadaan, hatinya terasa sakit saat mendengar akan di jemput. Nayna memang bukan lahir dari rahimnya akan tetapi ia sudah menganggap bahwa Nayna adalah anak kandungnya.


Lain halnya dengan Nayna meski hatinya sakit akan perpisahan tapi di sisi lain ia berharap supaya cepat mendapat pekerjaan agar secepatnya pula ia membantu beban berat yang sedang di pikul bu Aminah


*********


Hari ini tepatnya dimana Sania berjanji akan membawa Nayna, Ibu Aminah memeluk erat tubuh gadis yang tumbuh selama 19 tahun bersamanya buliran air mata membasahi pipi begitu pula dengan Nayna


" Jaga dirimu baik baik nak, jangan lupa sholat, ingat doa ibu akan selalu menertaimu " nasehat bu Amibah


" Iya Bu, doa kan Nayna supaya dapat rezki yang berkah, dan ibu harus jaga kesehatan buat Nayna dan adik adik " ucap Nayna


Usai dengan bu Aminah kini Nayna beralih pada adik adik kesayangannya


" Kakak " memeluk tubuh Nayna secara bersamaan


Isakan tangis bertambah menjadi jadi, rasa tak rela meninggalkan mereka semua tapi harus demi mereka semua


" Jangan nakal, bantu ibu dan jaga ibu buat kakak dan kalian semua " ucapan terakhir Nayna


Setelah

__ADS_1


__ADS_2